Zaki Tersingkir, Dhinda Menang

Hasil berbeda didapat dua pebulu tangkis muda Indonesia dalam turnamen Kumamoto Masters. Zaki tersingkir, tapi Dhinda membuat kejutan dengan menyingkirkan unggulan.

12 Nov 2025 20:32 WIB · Olahraga

Humas PP PBSI

Oleh Yulia Sapthiani

KUMAMOTO, RABU — Mohammad Zaki Ubaidillah dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi melalui perjalanan berbeda pada turnamen di Korea Selatan dan Jepang dalam dua pekan terakhir. Dhinda membuat kejutan di Kumamoto Masters. Sementara Zaki tersingkir pada babak pertama.

Hasil berbeda tersebut didapat dari pertandingan yang mereka jalani di Kumamoto Prefectural Gymnasium, Jepang, Rabu (12/11/2025). Zaki, yang tampil pada babak pertama setelah melalui fase kualifikasi, kalah dari Panitchapon Teeraratsakul (Thailand) dengan skor 21-17, 19-21, 10-21.

Finalis Kejuaraan Dunia Yunior itu tak bisa memanfaatkan keunggulan hingga interval pada gim kedua setelah memenangi gim pembuka. Dia tidak bisa mengantisipasi lawan yang lebih agresif dalam menyerang.

Zaki pun tak dapat mengikuti jejak Dhinda yang untuk pertama kalinya bermain pada turnamen BWF World Tour level Super 500. Dhinda mengalahkan unggulan keenam tunggal putri, Busanan Ongbamrungphan (Thailand) 21-15, 13-21, 23-21.

”Dari penampilan di Korea dan Jepang, saya harus menambah lagi kekuatan fisik dan ketahanan di lapangan. Mental bertanding juga harus dikuatkan lagi,” komentar Zaki, mengevaluasi penampilannya dalam dua pekan terakhir.

Mohammad Zaki Ubaidillah kalah pada babak pertama turnamen Kumamoto Masters di Jepang, Rabu (12/11/2025).

Atlet berusia 18 tahun itu tampil di Korea Masters Super 300, sepekan sebelum Kumamoto Masters dan mencapai perempat final. Dia dalam fase pencarian pengalaman pada tahun pertamanya tampil di turnamen BWF World Tour. Kumamoto Masters menjadi turnamen BWF World Tour ketujuh, pada level Super 300 dan 500, bagi Zaki pada 2025.

Semula, Zaki didaftarkan untuk bertanding di Australia Terbuka, 18-23 November, sebagai agenda berikutnya. Namun, dia menjadi salah satu wakil Indonesia yang batal tampil pada turnamen Super 500 itu karena akan menjalani tes potensi akademik di sekolah.

Dhinda, tunggal putri nomor enam Indonesia, pada fase lebih awal dalam bertanding di BWF World Tour. Kumamoto Masters menjadi turnamen kedua setelah bermain di Korea Masters. Atlet berusia 19 tahun itu mencapai semifinal di Korea Selatan dengan bermain tiga gim dalam durasi lebih dari satu jam pada setiap babak. Kemenangan atas Ongbamrungphan juga didapat setelah Dhinda bermain selama satu jam dua menit.

Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi memenangi babak pertama turnamen Kumamoto Masters di Jepang, Rabu (12/11/2025). Dhinda mengalahkan unggulan keenam, Busanan Ongbamrungphan.

”Melawan Busanan yang merupakan pemain senior, saya coba meyakinkan diri saya untuk bisa memenangi pertandingan. Di lapangan, kendala yang dirasakan adalah kondisi angin sehingga beberapa pukulan ada yang tidak pas, tetapi saya berusaha hati-hati untuk tidak banyak melakukan kesalahan sendiri,” tutur Dhinda yang akan melawan Asuka Takahashi (Jepang) pada babak kedua, Kamis.

Dia mengatakan, dalam turnamen pada pekan kedua beruntun, fokusnya untuk menghadapi setiap pertandingan adalah memulihkan kondisi fisik dengan menjaga pola istirahat dan makan.

Sama seperti Dhinda, seniornya, Gregoria Mariska Tunjung, memenangi babak pertama dalam pertandingan tiga gim. Unggulan keempat ini mengalahkan Hung Yi Ting (Taiwan) 7-21, 21-9, 21-18 untuk berhadapan dengan pemain tuan rumah, Hina Akechi, di babak kedua.

Kemenangan pada babak pertama yang berlangsung Rabu juga didapat Alwi Farhan. Tunggal putra nomor dua Indonesia itu mengalahkan Takuma Obayashi, 21-15, 21-10. Sehari sebelumnya, wakil Indonesia yang memastikan lolos ke babak kedua adalah Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti.

Verrell Yustin Mulia/Adrian Pratama menang pada babak pertama Indonesia International Challenge di Yogyakarta, Rabu (12/11/2025). Verrell/Adrian menjalani debut sebagai ganda putra.

Pada turnamen Indonesia International Challenge di Yogyakarta, Verrell Yustin Mulia/Adrian Pratama menjalani debut sebagai pasangan dengan memenangi babak pertama. Mereka mengalahkan Cheng Kai Wen/Liao Chao Pang (Taiwan) 21-15, 21-17.

Sebelum berpasangan dengan Adrian, Verrell bermain di ganda campuran dan terakhir kali dipasangkan dengan pemain senior, Lisa Ayu Kusumawati. Namun, kerja sama mereka hanya berlangsung Januari-September hingga Lisa akhirnya mengundurkan diri dari pelatnas.

Mundur dari Australia Terbuka

Sementara itu, PBSI mengumumkan pembatalan empat wakil Indonesia dari turnamen Australia Terbuka karena alasan berbeda. Selain Zaki, tunggal putra yang  batal tampil adalah Anthony Sinisuka Ginting karena menanti kelahiran anak pertama.

”Keluarga adalah bagian penting dari keseimbangan hidup seorang atlet. Kami percaya Ginting akan kembali dengan motivasi lebih kuat,” kata Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PBSI Eng Hian.

Ganda putra Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana tak jadi bermain karena difokuskan menjalani persiapan untuk tampil di SEA Games Thailand, 9-20 Desember. Adapun Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah tak jadi berangkat karena Amri mengalami sakit cacar.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase