Gregoria Mundur di Perempat Final Indonesia Masters

Akibat flu berat yang dialaminya sejak awal pertandingan, Gregoria Mariska Tunjung memilih tak melanjutkan babak perempat final Daihatsu Indonesia Masters 2025.

24 Jan 2025 16:52 WIB · Olahraga

Oleh Riana A Ibrahim

JAKARTA, KOMPAS - Setelah perjuangan yang cukup melelahkan melawan pemain Taiwan, Lin Hsiang Ti, di fase 16 besar Daihatsu Indonesia Masters 2025, Kamis (23/1/2025), Gregoria Mariska Tunjung memutuskan tak meneruskan langkahnya di perempat final.

Di babak ini, Gregoria sudah dinanti tunggal putri Korea Selatan, Sim Yu Jin di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (24/1/2025) sore. Keputusan ini membuat Yu Jin melenggang ke semifinal tanpa perlu bertanding.

Usai bertanding kemarin, Gregoria mengungkapkan kondisinya memang belum membaik. ”Ini batuknya malah baru keluar sekarang,” ucapnya sembari terbatuk ketika wawancara. Di pertandingan pun, Gregoria kewalahan menahan flunya yang mengganggu dan kadang berakibat pada permainannya.

Imam Tohari, pelatih tunggal putri Indonesia, saat dijumpai, mengungkapkan Gregoria sempat masih berkeinginan melanjutkan turnamen. Akan tetapi, kondisinya kian tak memungkinkan setelah makan siang dan akhirnya Gregoria memutuskan untuk berhenti.

”Grego memang pengin main, tapi dari pagi dia bangun udah lemas, pusing, dipaksa minum vitamin karena keinginan mainnya sangat besar. Tapi, siang pas habis makan siang, sekitar jam 1 sampai 2, dia ngomong ke saya memang enggak bisa dipaksakan. Karena begitu dia bangun itu pusing dan badannya lemas sekali. Ya memang jangan dipaksa karena ini kan kesehatan,” tutur Imam.

Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung berhadapan dengan pebulu tangkis tunggal putri Taiwan Lin Hsian Ti pada babak 16 besar Daihatsu Indonesia Masters 2025 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (23/1/2025). Gregoria Mariska Tunjung melaju ke babak 8 besar seusai menang dar pebulu tangkis tunggal putri Taiwan Lin Hsian Ti dengan skor 21-13, 15-21, dan 21-14. Indonesia Masters 2025 resmi digelar mulai dari 21-26 Januari 2025. Indonesia Masters Super 500 yang menjadi turnamen level menengah ini menjadi ajang para pemain muda Indonesia memperlihatkan kemampuannya. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 23-01-2025

Imam juga berkomunikasi dengan tim medis dan disarankan agar Gregoria beristirahat serta menjalani pengecekan kesehatan. Saat ini, hasil cek tersebut belum keluar hasilnya. Mengenai dugaan kelelahan karena kompetisi berturut-turut di tiga negara dalam sebulan, Imam tak menampiknya.

”Sebetulnya di India hawanya dingin dan asap udaranya kotor. Kelihatan dari pagi sampai sore, asap debu gitu. Pemain negara lain juga mengeluhkan hal itu. Jadi, dalam kondisi memang capek, hawanya dingin dan cuaca enggak bagus juga. Penerbangan ke Indonesia waktunya juga saat jam istirahat karena gak ada flight lagi. Ya mungkin penyebabnya itu selain kecapekan, faktor cuaca dan udara,” ungkap Imam.

Kendati demikian, Imam berharap untuk ke depannya, penting bagi tiap atlet untuk menjaga kondisi dengan serius. Dalam sebulan ini, intensitas Gregoria dalam turnamen tak berhenti. Dibuka dengan Malaysia Open 2025, India Open 2025, dan Indonesia Masters kali ini.

”Kalau pertandingan beruntun dan cuaca kan memang enggak harus sama dengan negara kita. Perubahan cuaca itu harus dijaga dengan bagus dari pola makan, istirahat, vitamin, pola tidur,” ujar Imam.

Ekspresi pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung berhadapan dengan pebulu tangkis tunggal putri Taiwan Lin Hsian Ti pada babak 16 besar Daihatsu Indonesia Masters 2025 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (23/1/2025). Gregoria Mariska Tunjung melaju ke babak 8 besar seusai menang dar pebulu tangkis tunggal putri Taiwan Lin Hsian Ti dengan skor 21-13, 15-21, dan 21-14. Indonesia Masters 2025 resmi digelar mulai dari 21-26 Januari 2025. Indonesia Masters Super 500 yang menjadi turnamen level menengah ini menjadi ajang para pemain muda Indonesia memperlihatkan kemampuannya. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 23-01-2025

Dengan mundurnya Gregoria, tunggal putri Indonesia hanya menyisakan Putri Kusuma Wardani yang akan melawan Wen Chi Hsu dari Taiwan sore ini. Sesungguhnya, seusai Indonesia Masters, Gregoria direncanakan berhenti sejenak dari turnamen demi mempersiapkan diri menuju All England pada Maret nanti.

Namun, kondisi kesehatannya membuat dia mesti istirahat terlebih dahulu. Saat ini, posisi Gregoria merupakan pemegang peringkat 5 dunia untuk kategori tunggal putri.

Quote

Perubahan cuaca itu harus dijaga dengan bagus dari pola makan, istirahat, vitamin, pola tidur

Menguji tunggal putri

Dibandingkan beberapa tahun lalu, komposisi pemain tunggal putri kali ini memunculkan asa. Performa Putri yang perlahan membaik bak angin segar bahwa Gregoria tak menanggung beban sendiri. Terlihat, ketika Malaysia Open, Gregoria tunduk di tangan Putri karena langsung berjumpa di babak 32 besar.

Akan tetapi, Putri batal bermain. Imam saat itu memutuskan menarik Putri agar bisa mempersiapkan Indonesia Masters dengan baik. Di kompetisi Super 500 ini, Indonesia mengirimkan lima perwakilan, yaitu Gregoria, Putri, Komang Ayu Cahya Dewi, Ruzana, dan Chiara Marvella Handoyo. Namun, hanya Gregoria dan Putri yang bertaji.

Kini, perjuangan Putri dinanti..


Kerabat Kerja

Penulis:

Riana A Ibrahim
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji