Gresik Petrokimia Buka Peluang Lolos ”Final Four” Proliga 2025

Gresik Petrokimia tinggal menunggu laga antara Livin Mandiri dan Bjb Tandamata pada Minggu. Kalau Livin Mandiri kalah, Gresik Petrokimia yang melaju ke ”final four”.

22 Feb 2025 17:28 WIB · Nusantara

Oleh Adrian Fajriansyah

PALEMBANG, KOMPAS — Tim bola voli putri Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia membuka peluang lolos ke babak final four liga bola voli Proliga 2025. Peluang itu terbuka setelah mereka sukses menumbangkan tim yang dihuni sebagian besar pemain timnas voli putri U-21, Yogya Falcons, dengan skor telak 3-0 (25-18, 25-16, 25-20) dalam hari kedua pekan terakhir babak reguler Proliga 2025 di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (22/2/2025).

Kemenangan itu membuat Gresik Petrokimia mendapatkan tambahan tiga poin sehingga mereka bisa merangsek ke urutan keempat dengan 19 poin dari 12 laga. Untuk sementara, mereka menyalip posisi Jakarta Livin Mandiri yang merosot ke urutan kelima dengan 18 poin dari 11 laga.

Kepastian siapa yang akan mendapatkan tiket terakhir final four akan ditentukan oleh laga pamungkas babak reguler kelompok putri, yakni antara Livin Mandiri dan Bandung Bjb Tandamata, pada Minggu (23/2/2025). Kalau menang, Livin Mandiri yang akan melaju ke final four.

Adapun Jakarta Pertamina Enduro di urutan ketiga dengan 19 poin dari 11 laga tidak mungkin tergeser lagi dari empat besar karena memiliki rasio set lebih baik (minimal 1,15) daripada Gresik Petrokimia (maksimal 1,09). Sebaliknya, Bjb Tandamata di urutan keenam dengan 13 poin dari 11 laga dan Yogya Falcons yang menjadi juru kunci dengan 0 poin dari 11 laga.

Pelatih Gresik Petrokimia Ayub Hidayat mengatakan, pihaknya bersyukur masih ada harapan untuk lolos ke final four. Selain berharap Livin Mandiri tergelincir, Ayub menilai, timnya juga memang pantas untuk berada di final four. Pasalnya, grafik Gresik Petrokimia menanjak selama putaran kedua, yakni menjadi tim terbaik putaran kedua setelah penguasa klasemen Jakarta Popsivo Polwan.

”Perjalanan kami sangat berat di putaran pertama. Tetapi, kami membaik dan menunjukkan tren terus meningkat selama putaran kedua. Kalau lolos, saya percaya tim ini bisa bersaing di final four. Semoga keberuntungan ada di pihak kami,” ujar Ayub.

Tim bola voli putri Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia (kuning) menang telak 3-0 (25-18, 25-16, 25-20) atas Yogya Falcons (hijau) dalam hari kedua pekan terakhir babak reguler Proliga 2025 di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (22/2/2025). Kemenangan itu membuka peluang untuk Gresik Petrokimia lolos ke babak final four Proliga 2025.
Quote

Kami memang lambat panas. Tetapi, sangat disayangkan kalau tim yang sedang membaik ini gagal lolos ke ’final four’.

Dengan permainan yang terus membaik, opposite hitter Gresik Petrokimia, Mediol Stiovanny Yoku, pun sangat berharap timnya bisa melaju ke final four. ”Kami memang lambat panas. Tetapi, sangat disayangkan kalau tim yang sedang membaik ini gagal lolos ke final four,” katanya.

Semakin matang

Meski belum mampu meraih kemenangan, Pelatih Yogya Falcons Marcos Sugiyama menilai timnya semakin matang dibandingkan pada Desember 2024 saat tim baru dibentuk. Para pemain muda yang sebagian besar baru pertama kali berlaga di Proliga terus tumbuh menjadi lebih kuat.

Memang, para pemain sesekali masih melakukan kesalahan sendiri yang sangat menguntungkan lawan. Mereka belum konsisten menjaga agresivitas dan fokus selama pertandingan. Akan tetapi, hal itu dianggap normal untuk para pemain belia yang minim pengalaman.

”Secara umum, mereka telah tumbuh menjadi lebih baik. Itu sangat positif untuk persiapan menatap Kejuaraan Voli Dunia U-21 nanti (di Surabaya dan Gresik, Jawa Timur, 7-17 Agustus 2025),” tutur pelatih keturunan Jepang-Brasil tersebut.

Tim bola voli putri Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia (kuning) menang telak 3-0 (25-18, 25-16, 25-20) atas Yogya Falcons (hijau) dalam hari kedua pekan terakhir babak reguler Proliga 2025 di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (22/2/2025). Kemenangan itu membuka peluang untuk Gresik Petrokimia lolos ke babak final four Proliga 2025.

Outside hitter Yogya Faloncs asal Kazakhstan, Sabina Altynbekova, menjadi saksi perkembangan para pemain. Menurut Sabina, di awal kompetisi, komunikasi antarpemain sangat buruk karena sebagian besar pemain adalah pendatang baru di Proliga. Namun, pelan-pelan, mereka terus belajar sehingga semuanya menjadi lebih baik, mulai dari komunikasi hingga teknis permainan.

Andai ada waktu lebih panjang, Sabina percaya timnya bisa berbuat banyak. ”Sebagai pendatang baru, para pemain butuh waktu untuk berkembang. Dengan bakat yang dimiliki dan banyak laga yang dijalani, mereka terus membaik. Kalau ada waktu lebih lama lagi, mungkin mereka bisa memberikan hasil lebih baik dari saat ini,” ujarnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Adrian Fajriansyah
 | 

Editor:

Irma Tambunan