DIPLOMASI

Gurauan Ngawur Trump soal Serangan Pearl Harbour demi Benarkan Perang

Trump bergurau menyebut serangan AS ke Iran seperti serangan dadakan Jepang terhadap AS di Pearl Harbour pada 1941. PM Takaichi tetap tenang menghadapinya.

22 Mar 2026 13:00 WIB · Internasional

REPRO/KARTONO RYADI

Oleh Iwan Santosa

Pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menjadi kaku. Trump melontarkan seloroh bahwa serangan dadakan AS ke Iran di tengah perundingan nuklir yang berlangsung sama halnya dengan serangan Jepang ke Pearl Harbour, 7 Desember 1941.

Alis Takaichi sempat naik, senyumnya hilang. Namun, dia tetap berusaha tenang dan tidak bereaksi atas gurauan tidak lucu yang disampaikan Trump.

Situasi itu terjadi di Kantor Oval Gedung Putih, Kamis (19/3/2026) waktu setempat, saat Trump menerima kunjungan Takaichi. Awalnya, wartawan Jepang bertanya kepada Trump mengapa tidak mengadakan koordinasi dengan sekutu-sekutunya sebelum menyerang Iran.

Trump spontan menjawab sambil berusaha melawak. ”Kami tidak perlu memberi tahu siapa pun karena ini kejutan. Siapa yang lebih paham serangan kejutan kalau bukan Jepang? Kenapa? Coba beri tahu saya soal Pearl Harbour,” kata Trump.

Serangan dadakan Jepang terhadap Pangkalan Angkatan Laut AS di Pearl Harbour, Hawaii, terjadi saat perundingan AS-Jepang berlangsung. Ketika itu Menteri Luar Negeri AS Cordell Hull berunding dengan Duta Besar Jepang untuk AS Kichisaburo Nomura untuk mencegah perang di Pasifik.

Presiden AS Donald Trump bersama PM Jepang Sanae Takaichi dalam jamuan makan malam di Gedung Putih, Kamis (19/3/2026). Trump sempat melontarkan gurauan tidak lucu soal serbuan AS ke Iran sama dengan serangan dadakan Jepang ke Pearl Harbour tahun 1941 dalam jumpa pers di Oval Office bersama PM Takaichi. President Donald Trump attends a dinner with Japan's Prime Minister Sanae Takaichi in the State Dining Room of the White House, Thursday, March 19, 2026, in Washington. (AP Photo/Julia Demaree Nikhinson)

Kala itu, Jepang dijatuhi embargo ekonomi oleh AS karena agresi di China dan Indo-China. Salah satu material penting yang dibutuhkan Jepang adalah minyak dari Hindia Belanda (kini Indonesia).

Hull pada 26 November 1941 menutut Jepang keluar dari China dan Indo-China. Saat Nomura dan utusan khusus Jepang, Saburo Kurusu, masih berunding dengan AS, Angkatan Laut Jepang tiba-tiba menyerang Pearl Harbour pada 7 Desember 1941 pagi saat para pelaut dan prajurit AS masih tidur setelah bermalam minggu.

The South China Morning Post, Jumat (20/3/2026), melaporkan, rakyat Jepang memandang gurauan Trump itu sebagai penghinaan terhadap Jepang yang sekian puluh tahun menjadi sekutu setia AS.

”Sangat aneh melihat di televisi ketika (Trump) menjawab pertanyaan wartawan Jepang dengan tidak relevan. Saya tidak percaya dia bicara seperti itu di depan sekutunya yang sangat penting,” kata profesor Ilmu Politik Universitas Temple, Tokyo, Hiromi Murakami.

Monumen peringatan Perang Dunia II di Pearl Harbour Hawaii

Murakami tidak yakin bagaimana logika Trump menalar pertanyaan tentang serangan AS ke Iran tanpa koordinasi dengan sekutu, langsung disambungkan dengan ”serangan kejutan” dan Pearl Harbour. ”Tetapi, mungkin kita tidak perlu kaget karena itu berasal dari dia (Trump).”

”Itu candaan pengecut yang mengambil keuntungan dari situasi ketika dia sudah tidak mampu menyikapi pertanyaan kritis,” komentar seorang warganet Jepang dalam kolom komentar laman Fuji News Network.

Komentar lain menulis singkat. ”Tidak ada yang tertawa. Tak ada yang lucu”. Ada pula komentar yang berbunyi, ”Rakyat Amerika Serikat harus malu punya seorang pemimpin kualitasnya seperti itu.”

Warganet Jepang lainnya memuji sikap Takaichi yang tenang dan mampu mengendalikan diri. ”Sikapnya terhormat dan menahan diri meski ada ucapan kurang ajar terhadap Jepang,” kata warganet itu.

Formasi helikopter militer China terbang di atas Kuil Surga selama parade militer yang menandai peringatan 80 tahun kemenangan atas Jepang dan berakhirnya Perang Dunia II, di Lapangan Tiananmen, Beijing, Rabu (3/9/2025).

Salah satu Direktur Pusat Studi Asia Modern Universitas Temple Robert Dujarric mengakui, Takaichi bersikap bijak dan mengendalikan diri menyikapi ucapan Trump.

”Orang Jepang tidak suka dikait-kaitkan dengan agresi Amerika Serikat saat membahas hubungan bilateral AS-Jepang. Ini sesuatu yang PM Takaichi hindari, apalagi itu ditayangkan langsung oleh televisi. Candaan seperti itu tidak akan terjadi di masyarakat yang paham sopan-santun,” ujar Dujarric.

Kendalikan situasi

Takaichi mampu mengembalikan pembicaraan sesuai aturan dan tujuan, yakni soal bisnis dua negara. ”Dia mampu mengendalikan situasi dan mengalihkan arah pembicaraan ketika Trump meminta Jepang mengirim kapal perang,” ujar Murakami.

Pertemuan Takaichi-Trump dirancang jauh hari sebelum agresi AS-Israel ke Iran. Akhirnya pembicaraan Trump-Takaichi berlanjut membahas penguatan kerja sama AS-Jepang. Ada tiga kesepakatan bisnis besar dengan nilai 73 miliar dolar AS bagian dari kerja sama binsis 550 miliar dolar AS tahun lalu. Ketika itu, Jepang sepakat menanamkan modal di AS dengan mitra setempat.

RICHMOND, CALIFORNIA - MARCH 24: In an aerial view, brand new Subaru cars sit in a storage lot at Auto Warehouse Co. on March 24, 2025 in Richmond, California. Japanese automaker Subaru issued a dealer bulletin to all Subaru retailers saying it could no longer guarantee 2025 Subaru pricing as the Trump administration says it will place a 25 percent tariff on products from Canada and Mexico.   Justin Sullivan/Getty Images/AFP (Photo by JUSTIN SULLIVAN / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Beberapa proyek besar meliputi pembangunan dua reaktor nuklir modular, pembangunan pembangkit listrik tenaga gas di Ohio untuk fasilitas pusat data, mata rantai pasok logam tanah jarang, pembuatan kapal, akal imitasi (AI), dan kilang minyak di Alaska.

Setelah insiden candaan itu, Trump berusaha memperbaiki keadaan. Saat jamuan makan malam di Gedung Putih, Trump memuji-muji Takaichi. Sebaliknya Takaichi juga memuji Trump dan menyebut AS-Jepang sebagai sahabat baik.

Sebelum pertemuan itu, Jepang dan lima negara Eropa meminta Iran membuka Selat Hormuz. Berdasarkan keterangan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Teheran berkomunikasi dengan Tokyo terkait kemungkinan pembukaan Selat Hormuz bagi kapal-kapal yang memasok energi negara itu.

Warga Jepang lantas membahas kemungkinan insiden yang bakal terjadi jika nanti Trump bertemu Presiden China Xi Jinping. Sedianya Trump dijadwalkan berkunjung ke Beijing pada akhir Maret, tetapi ditunda karena agresi AS-Israel ternyata berkepanjangan dan Trump menyatakan menunda beberapa pekan.

Warganet Jepang berandai-andai, apa omongan sembarangan Trump yang bisa saja dikeluarkan saat bertemu Xi dan bagaimana sikap Xi terhadap tamunya itu. (AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Iwan Santosa
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra