Guru-guru di Meksiko berdemonstrasi dalam beberapa waktu terakhir. Mereka mengancam akan menggelar unjuk rasa lebih besar pada pembukaan Piala Dunia 2026.
04 Jun 2026 16:00 WIB · Internasional
AFP/Haaron ALVAREZ
MEXICO CITY, KAMIS — Meksiko bersiap menyambut euforia pembukaan Piala Dunia 2026 pada 11 Juni mendatang. Namun, pembukaan turnamen sepak bola terbesar sedunia itu terancam diwarnai unjuk rasa guru dan kelompok pekerja lainnya.
Demonstrasi guru, pensiunan hakim, dan pekerja konstruksi telah mengacaukan lalu lintas di Mexico City, Rabu (3/6/2026). Akibatnya, terjadi kemacetan parah yang memaksa warga setempat mengalihkan rute perjalanan. Pembukaan Piala Dunia 2026 akan digelar di kota itu pada pekan depan.
Pengunjuk rasa menggelar pawai dan memblokade jalan-jalan utama. Mereka menuntut Pemerintah Meksiko memenuhi janji kampanye untuk mencabut undang-undang tahun 2007 yang mereformasi sistem pensiun dan jaminan sosial bagi pekerja sektor publik. Mereka juga menuntut kenaikan gaji.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/04/5cd530f46ad43595c04e7e5e510bd209-wires_photo_41_.jpg)
Salah satu kelompok yang berdemonstrasi adalah Komite Koordinasi Nasional Pekerja Pendidikan (CNTE), organisasi sayap dari serikat guru Meksiko. Mereka mengancam akan menggelar unjuk rasa besar-besaran pada pembukaan Piala Dunia 2026 yang akan mempertemukan tuan rumah Meksiko dengan Afrika Selatan.
Rodrigo Arias, guru yang telah mengajar selama 40 tahun, mengatakan, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum dan mantan Presiden Andres Manuel Lopez Obrador telah membuat komitmen dengan guru untuk membatalkan reformasi sistem pensiun dan jaminan sosial tersebut. Namun, komitmen itu urung diwujudkan sehingga membuat guru dan kelompok pekerja lainnya kecewa.
”Ada pengabaian yang membuat komitmen tidak pernah benar-benar ditepati. Kami akan terus melakukan mobilisasi sampai suara kami didengar, bahkan dengan Piala Dunia di depan mata,” ujarnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/04/ec2abfe24731c007c2b34a248631114f-wires_photo_40_.jpg)
Unjuk rasa terkonsentrasi di Insurgentes dan Paseo de la Reforma, dua jalan raya tersibuk dan paling ikonik di ibu kota Meksiko. Di beberapa titik lainnya, para guru memblokade jalan sehingga menyebabkan kemacetan dan mengganggu perjalanan banyak orang.
Sehari sebelumnya, para pengunjuk rasa merobohkan patung-patung pemain sepak bola yang menjulang tinggi di sekitar Paseo de la Reforma. Kekacauan di Mexico City berisiko mengganggu penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang tinggal menghitung hari.
Arias mengatakan, CNTE tidak bertanggung jawab atas perusakan properti tersebut. Namun, unjuk rasa telah menimbulkan kekhawatiran di Mexico City dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah toko memasang penghalang logam dan kayu untuk mengantisipasi kerusuhan.
Ada pengabaian yang membuat komitmen tidak pernah benar-benar ditepati. Kami akan terus melakukan mobilisasi sampai suara kami didengar, bahkan dengan Piala Dunia di depan mata.
The Guardian melaporkan, para demonstran disemprot dengan gas air mata dan ditembak menggunakan peluru karet oleh polisi antihuru-hara saat berunjuk rasa, Selasa. Lima demonstran terluka dalam bentrokan tersebut, termasuk seorang guru. Otoritas Mexico City membantah menggunakan peluru karet untuk menghadapi pengunjuk rasa.
Para guru tetap melanjutkan aksi. Mereka kembali berunjuk rasa di kantor Kementerian Dalam Negeri Meksiko untuk mengecam kekerasan tersebut. Jika tuntutan tak dipenuhi, mereka mengancam akan terus berdemonstrasi, bahkan saat Piala Dunia digelar.
Sejumlah lokasi di Mexico City dipakai untuk berbagai kegiatan meramaikan Piala Dunia. Filiberto Frausto, salah satu pemimpin serikat pekerja yang berunjuk rasa, mengatakan, hal itu menunjukkan ruang publik dapat diprivatisasi sesuka hati oleh perusahaan-perusahaan besar di balik Piala Dunia. ”Jika tidak ada solusi, bola (pertandingan Piala Dunia) tidak akan bergulir,” ucapnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/04/66f303179f437ff4c5e573b6fcfdd1c8-wires_photo_42_.jpg)
Selain guru, pensiunan hakim dan pejabat pengadilan menggelar protes. Mereka menuntut pesangon dan pensiun setelah reformasi peradilan besar-besaran tahun 2024 yang merestrukturisasi sistem peradilan negara tersebut.
Presiden Sheinbaum mengatakan, dirinya tidak akan terpancing untuk memprovokasi atau memerintahkan penindakan terhadap demonstran. Ia sedang berkomunikasi dengan para guru untuk mencapai beberapa kesepakatan.
”Melalui dialog, kami akan mencoba untuk mengatasi masalah-masalah yang memungkinkan untuk diatasi. Ada beberapa tuntutan yang tidak dapat kami penuhi sepenuhnya dengan anggaran. Namun, ada beberapa yang dapat kami penuhi. Jadi, kami sedang menanganinya,” ujarnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/28/863122b9258080be2e465379e517c17b-wires_photo_2026_04_28T084153.128.jpg)
Meski dibayangi unjuk rasa, Pemerintah Mexico City akan tetap menggelar berbagai kegiatan untuk memeriahkan Piala Dunia. Salah satunya Parade Piala Dunia Akbar yang akan diadakan di jalan utama Paseo de la Reforma pada 13 Juni.
Dilansir dari Mexico News Daily, Wali Kota Mexico City Clara Brugada mengatakan, Piala Dunia tidak cuma dinikmati di stadion. ”Hanya sedikit yang dapat masuk ke stadion, tetapi kami, sebagai pemerintah kota, akan menyelenggarakan Piala Dunia untuk rakyat,” jelasnya.
Meksiko akan menggelar 13 pertandingan Piala Dunia 2026. Sebanyak lima pertandingan diadakan di Mexico City. Sementara masing-masing empat pertandingan digelar di Guadalajara dan Monterrey.
Selain Meksiko, Amerika Serikat dan Kanada menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026. Ini pertama kalinya Piala Dunia digelar di tiga negara. (REUTERS)
Penulis:
Tatang Mulyana SinagaEditor:
Fransisca Romana Ninik WPenyelaras Bahasa:
Nur Adji