PIALA DUNIA 2026

Haaland Menjawab ”Tantangan” Messi dan Mbappe

Striker Norwegia, Erling Haaland, mencetak dua gol ke gawang Senegal pada laga Grup I. Ia kini bersaing dengan Messi dan Mbappe dalam persaingan Sepatu Emas.

23 Jun 2026 10:21 WIB · Olahraga

AFP/Angela WEISS

Oleh Prasetyo Eko Prihananto, dari New Jersey, Amerika Serikat

NEW JERSEY, KOMPAS — Para bintang benar-benar menunjukkan sinarnya di Piala Dunia kali ini. Setelah Lionel Messi dan Kylian Mbappe mencetak dua gol pada laga sebelumnya, giliran Erling Haaland yang menggila ketika Norwegia menaklukkan Senegal, 3-2, pada laga penyisihan Grup I Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Selasa (23/6/2026) pagi WIB.

Haaland menunjukkan insting membunuhnya di kotak penalti dengan juga mencetak dua gol ke gawang Edouard Mendy. Dengan tambahan dua gol tersebut, catatan golnya di Piala Dunia 2026 kini sama dengan yang dimiliki striker Perancis, Mbappe, dan hanya terpaut satu gol dari legenda Argentina, Messi.

Mbappe mencetak dua gol saat Perancis mengalahkan Irak 3-0 di Philadelphia pada pertandingan yang tertunda sekitar dua jam akibat badai. Adapun Messi mencetak seluruh gol Argentina ketika mengalahkan Austria, 2-0.

Kawasan MetLife di New Jersey, tempat Kompas meliput langsung, juga diguyur hujan deras. Namun, hujan itu tidak sampai mengganggu jalannya pertandingan.

Jika persaingan para penyerang terbaik dunia itu berlanjut, Piala Dunia 2026 pun akan dikenang sebagai ajangnya para pencetak gol. Persaingan perebutan pencetak gol terbanyak atau Sepatu Emas bakal sangat panas.

Striker Norwegia, Erling Haaland (kiri), mencetak gol ke gawang Senegal pada laga penyisihan Grup I di Stadion MetLife, New Jersey, AS, Selasa (23/6/2026) WIB.

Dengan baru dua laga diselesaikan setiap tim, masih ada peluang striker lain untuk ikut dalam persaingan. Publik pun kini tengah menunggu ketajaman penyerang Portugal, Cristiano Ronaldo, dan tambahan gol dari striker Inggris, Harry Kane.

”Dia adalah striker terbaik, dia tidak bermain untuk Perancis atau Argentina. Dia mencetak gol untuk Norwegia,” kata pelatih Norwegia Stale Solbakken dalam jumpa pers seusai laga.

Kemenangan atas Senegal memastikan Norwegia melaju ke babak 32 besar bersama Perancis. Sebaliknya, bagi Senegal, mereka harus pasrah nasibnya ditentukan oleh tim lain untuk perebutan salah satu peringkat ketiga terbaik untuk lolos ke babak gugur. Senegal akan bertemu tim terlemah Grup I, Irak.

Quote

Pertandingan menjadi lebih baik karena lapangan basah karena hujan.

Dengan kondisi itu, pertarungan terakhir Grup C antara Norwegia dan Perancis tentu saja akan menjadi laga yang sangat ditunggu-tunggu. Meskipun kedua tim sudah lolos ke bagak 32 besar, laga ini penting karena selain menjadi ajang penentuan juara grup sekaligus persaingan perebutan Sepatu Emas antara Mbappe dan Haaland.

Berjalan sulit

Pertandingan Norwegia lawan Senegal berjalan sulit bagi Haaland pada babak pertama. Strategi Senegal untuk menempel ketat Haaland membuat sang striker menjadi figur yang kerap frustrasi di lapangan.

Meskipun Norwegia mampu unggul lewat gol Marcus Pedersen, Haaland jarang sekali mendapat bola. Dia selalu dikawal ketat oleh bek tengah Kalidou Koulibaly, sementara aliran bola ke arahnya juga kerap dicegat.

TOPSHOT - Norway's forward #09 Erling Braut Haaland and Senegal's defender #19 Moussa Niakhate fight for the ball during the 2026 World Cup Group I football match between Norway and Senegal at the New York/New Jersey Stadium in East Rutherford on June 22, 2026. (Photo by Charly TRIBALLEAU / AFP)

Haaland terlihat beberapa kali berkacak pinggang sambil menggeleng-gelengkan kepalanya karena kesulitan mendapatkan bola. Bahkan, laga itu sepertinya akan berakhir buruk bagi Haaland saat ia membuang-buang peluang emas pertamanya pada laga tersebut di menit terakhir babak pertama.

Saat ia mendapat peluang memanfaatkan kesalahan kiper Mendy, Haaland yang tinggal berhadapan dengan gawang kosong pun gagal mencetak gol. Bola tendangan Haaland justru membentur gawang. Sungguh bukan seperti karakter Haaland biasanya sangat tenang menyelesaikan peluang di depan gawang.

Nyaris mustahil

Namun, untuk meredam striker sekelas Haaland selama 90 menit pertandingan adalah pekerjaan yang nyaris mustahil. Hanya 45 menit pertama saja bek-bek Senegal mampu membuatnya frustrasi.

Mulai awal babak kedua, Haaland menggila. Pertandingan baru berjalan tiga menit, Haaland bisa membobol gawang Mendy. Gol ini diawali pergerakan pengatur serangan Martin Odegaard yang menguasai bola di lini tengah lapangan.

Setelah menggiring bola, Odegaard lantas mengirim umpan terobosan yang bisa diselesaikan dengan sempurna oleh Haaland untuk membawa Norwegia unggul dua gol.

Hanya berselang lima menit kemudian, Senegal membuat pendukung Norwegia yang memenuhi stadion tersentak. Ismaila Sarr berhasil menaklukkan kiper Orjan Nyland untuk memperkecil ketinggalan. Gol itu membangkitkan semangat ”Singa Teranga” untuk bangkit.

Suasana pertandingan antara Norwegia dan Senegal di Stadion MetLife, New Jersey, AS, Selasa (23/6/2026) WIB.

Namun, memiliki Haaland adalah jaminan gol bagi Norwegia. Hanya berselang lima menit kemudian, striker Manchester City itu menambah pundi-pundi golnya sekaligus menyulitkan kebangkitan Sadio Mane dan kawan-kawan. Dengan empat gol hanya dalam dua laga, Haaland mencetak gol dua kali lebih banyak dibandingkan pemain Norwegia lain dalam sejarah Piala Dunia.

Solbakken mengatakan, hujan yang mengguyur stadion justru membuat lapangan lebih baik. ”Pertandingan menjadi lebih baik karena lapangan basah karena hujan,” ujar Solbakken.

Dalam posisi tertinggal, Senegal berusaha tampil lebih menyerang. Beberapa peluang berhasil mereka dapatkan. Akhirnya, mereka berhasil memperkecil ketinggalan setelah Sarr lagi-lagi membobol gawang Nylan pada tambahan waktu babak kedua. Upaya kebangkitan Singa Teranga pun terhenti karena sudah tidak cukup waktu lagi.

Mengenai laga selanjutnya, yaitu melawan Perancis, Solbakken berkata, ia belum terlalu jauh memikirkannya. Fokus mereka kini adalah melakukan pemulihan pemain sehingga bisa siap menghadapi laga ketiga.


Kerabat Kerja

Penulis:

Prasetyo Eko Prihananto, dari New Jersey, Amerika Serikat
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan