Sejumlah bintang sepak bola menderita cedera pada jeda internasional September. Kejadian berulang ini membuat klub menuntut adanya koordinasi medis dari federasi.
11 Sep 2025 11:33 WIB · Olahraga
MANCHESTER, KAMIS — Setiap kali jeda internasional usai, hampir pasti ada pemain kunci dari sejumlah klub yang cedera. Manchester City merugi lantaran Omar Marmoush tidak bisa tampil pada derbi Manchester akhir pekan mendatang usai membela Mesir.
Nasib sama juga menimpa Paris Saint-Germain (PSG). Kejadian berulang ini membuat PSG menuntut adanya semacam koordinasi medis yang transparan antara klub dan federasi.
Marmoush terkonfirmasi mengalami cedera lutut saat bermain imbang 0-0 kontra Burkina Faso pada lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026. Dokter timnas Mesir menyebut Marmoush mengalami memar pada ligamen lutut akibat tekel keras. Akibatnya, Marmoush hanya sanggup bertahan selama beberapa menit di atas lapangan sebelum diganti.
”Hasil awal pemindaian yang dilakukan di Mesir menunjukkan ia tidak akan tersedia untuk derbi Manchester pada hari Minggu dan ia sekarang akan kembali ke Manchester untuk penilaian lebih lanjut serta memulai rehabilitasinya,” demikian keterangan resmi yang dirilis City, Kamis (11/9/2025) dini hari WIB.
Marmoush bergabung dengan City pada pertengahan musim dan mencetak delapan gol serta empat asis di seluruh kompetisi. Namun, ia belum menyumbangkan gol atau asis musim ini. Cedera Marmoush menjadi pukulan telak bagi City yang sudah lebih dulu kehilangan Rayan Cherki dan Mateo Kovacic. Adapun Phil Foden dan Savinho masih diragukan.
Apalagi performa City di awal musim ini belum begitu mengesankan. Mereka saat ini menempati peringkat ke-13 di klasemen sementara Liga Inggris. Dari tiga laga, City hanya mampu meraih satu kemenangan.
Selain City, AS Roma juga harus kehilangan bek kanan Wesley yang cedera saat membela Brasil. Menurut Sky Sport Italia, Wesley menderita cedera radang lutut kiri sehingga diragukan tampil menghadapi Torino dalam lanjutan Liga Italia akhir pekan mendatang.
Wesley menderita cedera saat Brasil menang 3-0 melawan Chile. Ia tampil penuh di laga tersebut dan mengkreasikan dua peluang. Agar cederanya tidak lebih parah, Pelatih Brasil Carlo Ancelotti tidak memainkannya di laga kedua melawan Bolivia.
Didatangkan Roma dari Flamengo musim ini, Wesley langsung memberi dampak isntan dengan mencetak gol pada laga debutnya melawan Bologna. Ia selalu mendapat kepercayaan bermain penuh dari Pelatih Gian Piero Gasperini dalam dua laga musim ini.
Setelah Wesley cedera, pemain yang kemungkinan besar akan menggantikannya saat melawan Torino adalah Zeki Celik atau Devyne Rensch dalam formasi 3-4-2-1. Selain Wesley, Roma sebelumnya sudah kehilangan pemain baru, Leon Bailey, yang mengalami cedera otot selama sesi latihan pertama.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/11/77dee211318c6748b15a48b18f8ee99e-wires_photo_2025_09_11T112650.773.jpg)
Pola serupa yang terus berulang saat jeda internasional membuat PSG meminta adanya koordinasi medis antara klub dan federasi. Sebagaimana City dan Roma, PSG juga kehilangan dua pemain kuncinya, Ousmane Dembele dan Desire Doue, yang cedera saat jeda internasional.
Dembele dan Doue ditarik keluar ketika Perancis menghadapi Ukraina dalam kualifikasi Piala Dunia 2026. Dembele menderita cedera hamstring dan diperkirakan harus menepi selama enam pekan. Adapun Doue mengalami cedera betis sehingga diperkirakan absen selama satu bulan.
Kubu PSG menilai, cedera kedua pemain bintang mereka seharusnya bisa dihindari jika timnas Perancis mengikuti informasi medis yang telah diberikan. Sebelum para pemain timnas Perancis berkumpul, staf medis PSG telah menyusun laporan mengenai beban kerja yang bisa diterima setiap pemain dan risiko cederanya.
Namun, laporan medis itu tidak sepenuhnya diikuti oleh timnas Perancis. PSG menyesalkan hal ini dan mengkritik kurangnya konsultasi medis antara staf timnas Perancis dan klub.
”(PSG) Berharap peristiwa ini akan membuka jalan bagi pembentukan kerangka kerja formal baru untuk koordinasi medis, yang memastikan pertukaran yang sistematis, terdokumentasi, dan timbal balik antara staf medis klub dan tim nasional,” demikian pernyataan PSG dalam laman resminya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/11/ee982b32aa762f847b61d2d4c8777c14-wires_photo_2025_09_11T112735.855.jpg)
Selain jadwal padat, masalah koordinasi antara klub dan federasi selama ini menghambat upaya pencegahan cedera pemain setiap kali jeda internasional. Cedera sering kali terjadi lantaran para pemain yang selama ini diawasi dengan ketat oleh staf medis dan pelatih klub tiba-tiba berpindah ke lingkungan berbeda.
Berpindah ke lingkungan berbeda berarti pula perbedaan rutinitas. Oleh sebab itu, tidak heran risiko cedera dari pemain saat membela timnas masing-masing pun meningkat.
(Reuters)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan