Habis ”X” Terbitlah ”Bluesky”

Media sosial mirip Twitter, Bluesky, terus menggaet banyak pengguna baru seiring ditinggalkannya X milik Elon Musk. Bluesky dianggap lebih sehat dan aman.

17 Nov 2024 08:18 WIB · Internasional

Oleh Irene Sarwindaningrum

Situs media sosial Bluesky telah menggaet 1 juta pengguna baru dalam sepekan sejak pemilihan umum Amerika Serikat. Hal ini seiring semakin banyaknya pengguna yang meninggalkan X, media sosial milik Elon Musk, yang dulu bernama Twitter.

Sejumlah pengguna X meninggalkan platform tersebut karena menilai media sosial itu terlalu banyak berisi ujaran kebencian, disinformasi, dan misinformasi. Pelantar X juga dikhawatirkan rentan bias politik sebab Musk sekarang berada di kabinet presiden terpilih AS, Donald Trump.

Sebagian pengguna X berpindah ke Bluesky yang pembuatannya diprakarsai oleh salah satu pendiri Twitter, Jack Dorsey. Pada Rabu (13/11/2023), Bluesky mengumumkan jumlah total penggunanya melonjak menjadi 15 juta akun, naik dari sekitar 13 juta pada akhir Oktober 2024.

Terbuka untuk umum sejak Februari 2024, Bluesky dirancang pada 2019. Saat itu, Dorsey menggagas Bluesky sebagai proyek penelitian untuk mendesentralisasi Twitter.

Maksudnya adalah memberi keleluasaan lebih banyak pada pengguna media sosial sehingga tak hanya dikendalikan perusahaan pemiliknya. Cara ini juga bisa menjadi peluang Bluesky memperoleh pendapatan dari langganan berbayar dari pengguna.

This illustration photograph taken on November 12, 2024, shows the logo of social media platform Bluesky displayed on a mobile telephone and tablet, in Paris. The bluesky social network has soared to one of the top positions in social network downloads in app stores in the past week since the US election. The company reported a recent gain of 700,000 new users joining the social media platform, an alternative to X (formerly known as Twitter). (Photo by Ian LANGSDON / AFP)

Awalnya, Bluesky didanai oleh Twitter sebelum Twitter diakuisisi Musk pada 2022. Media sosial itu akhirnya diluncurkan sebagai perusahaan sendiri tahun 2021 dan dibuka terbatas dalam tahap beta pada 2023.

Hingga Februari 2024, Bluesky hanya dapat digunakan oleh pengguna yang memang diundang khusus. Sejak Februari 2024, media sosial berbasis teks itu sudah bisa digunakan semua orang.

Berbeda dengan Instagram yang berbasis gambar atau Tiktok yang berbasis video, Bluesky merupakan media sosial berbasis teks dan dapat disertai video atau gambar yang sangat mirip dengan X.

Tampilan dan logo Bluesky yang berwarna biru sangat mirip dengan Twitter. Sementara banyak fungsi di Bluesky yang mirip dengan X, di antaranya kemampuan untuk membuat unggahan teks dengan batas 256 karakter, mengunggah ulang unggahan pengguna lain, dan menyukai unggahan pengguna lain.

Pengguna Bluesky juga dapat mengikuti orang lain untuk mengatur linimasa mereka sendiri dan mengirim pesan langsung kepada pengguna lain.

FILE - The Twitter application is seen on a digital device, April 25, 2022, in San Diego. Elon Musk, the world's richest man and the owner of SpaceX and Tesla, says he is a free speech absolutist who doesn't support the kind of content moderation that saw people like ex-President Donald Trump get banned for inciting violence. (AP Photo/Gregory Bull, File)

Namun, Bluesky mempunyai beberapa perbedaan mendasar dari X. Salah satunya, pengguna Bluesky dapat memblokir satu sama lain. Fitur ini sama dengan Twitter sebelum diubah menjadi X oleh Musk.

Setelah dimiliki Musk, fitur blokir pada X nyaris tak berfungsi sebab unggahan maupun kiriman pengguna X terlihat oleh semua orang, termasuk mereka yang telah diblokir.

Selain itu, Bluesky juga memiliki tim moderasi untuk mengatur unggahan sesuai pedoman komunitas. Moderasi ini melarang ujaran kebencian atau perilaku ekstremis. Sementara sejak dibeli Musk, X dikritik karena minim moderasi konten.

Perbedaan mendasar lain, Bluesky beroperasi sebagai media sosial terdesentralisasi. Artinya, pengguna dapat membuat server mereka sendiri, tempat mereka dapat menyimpan data dan menetapkan aturan mereka sendiri, alih-alih menggunakan server milik perusahaan.

Hal ini berarti pengguna tak lagi dibatasi untuk memiliki akun tertentu yang dinamai Bluesky. Namun, mereka dapat mendaftar menggunakan akun yang mereka miliki sendiri.

Namun, sejauh ini, para pengguna tak memilih opsi itu. Para anggota baru Bluesky masih menggunakan ”.bsky.social” di akhir nama pengguna mereka.

Tambahan dari Brasil

Sebelum pemilu AS, Bluesky juga memperoleh tambahan 2,6 juta pengguna baru dalam sepekan setelah X dilarang di Brasil pada Agustus 2024. Menurut Bluesky, sekitar 85 persen di antara pengguna baru pada Agustus itu berasal dari Brasil, termasuk Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva atau Lula.

Saat itu, Pemerintah Brasil memblokir akses ke jejaring sosial X di tengah buntunya pembicaaran antara Musk dan hakim Mahkamah Agung Brasil, Alexandre de Moraes, soal menindak disinformasi.

Hakim yang berkuasa dan kontroversial itu mengambil tindakan tersebut setelah Musk mengabaikan serangkaian keputusan pengadilan Brasil. Musk sendiri kerap sesumbar, dirinya adalah pemegang absolut kebebasan berbicara dan menolak sensor.

Meskipun, ia pernah memblokir akun X yang melacak jet pribadinya. Ia kemudian membuka blokir itu dengan membatasi tenggang unggahan terkait keberadaan jet pribadi.

(FILES) Tesla and SpaceX CEO Elon Musk (R) jumps on stage as he joins former US President and Republican presidential candidate Donald Trump during a campaign rally at site of his first assassination attempt in Butler, Pennsylvania on October 5, 2024. US President-elect Donald Trump on November 12, 2024, said Tesla and SpaceX CEO Elon Musk will lead a so-called Department of Government Efficiency alongside US entrepreneur Vivek Ramaswamy. (Photo by Jim WATSON / AFP)

Viktor Chagas, profesor studi budaya dan media di Universitas Federal Fluminense (UFF), mengatakan bahwa warga Brasil cepat beralih ke media sosial lain untuk tetap terhubung dengan obrolan yang tengah berlangsung di publik di negara mereka serta tren di tempat lain.

Popularitas Bluesky terus meroket. Bahkan, pada Oktober 2024, sekitar 500.000 pengguna baru mendaftar dalam satu hari saja. Hal ini terjadi bersamaan dengan pernyataan X yang memberi sinyal bahwa akun yang diblokir akan dapat melihat kiriman publik seluruh pengguna.

Pemilik Bluesky

Setelah meluncurkannya sebagai perusahaan terpisah, Dorsey tidak lagi menjadi bagian dari tim di balik Bluesky. Teknokrat itu mengundurkan diri dari dewan direksi pada Mei 2024. Ia menghapus akunnya sepenuhnya pada September 2024.

Saat ini, akun tersebut dikelola dan sebagian besar dimiliki oleh Kepala Eksekutif Lantian ”Jay” Graber, perempuan pengembang peranti lunak yang sebelum memimpin Bluesky merupakan pengembang blockchain.

Selama berlangsungnya pemilu AS,  Bluesky telah menyindir X dengan komentar-komentar yang bernada sarkastis, termasuk unggahan yang merujuk pada Musk yang menyaksikan hasil pemungutan suara bersama Trump.

”Saya dapat menjamin bahwa tidak ada anggota tim Bluesky yang akan duduk bersama kandidat presiden malam ini dan memberi mereka akses langsung untuk mengendalikan apa yang Anda lihat secara daring,” kata Bluesky terkait unggahan Musk dan Trump itu.

<p>(FILES) In this file photo taken on November 12, 2018 Twitter CEO and co-founder Jack Dorsey gestures while interacting with students at the Indian Institute of Technology (IIT) in New Delhi. &#8211; Twitter co-founder Jack Dorsey is expected to step down as the social media network&#8217;s CEO, CNBC reported on November 29, 2021. (Photo by Prakash SINGH / AFP)</p>

Aplikasi Bluesky terus meraih unduhan di seluruh dunia dan pada hari Kamis (14/11/2024) dan menjadi aplikasi gratis teratas di Apple App Store di Inggris.

Beberapa selebritas, dari penyanyi pop Lizzo hingga Greg Davies dari Taskmaster, telah mengumumkan bahwa mereka bergabung dengan pelantar tersebut dan membatasi penggunaan, bahkan sudah sepenuhnya meninggalkan X.

Para pengguna baru Bluesky, termasuk jurnalis, politisi sayap kiri, aktivis, hingga selebritas. Beberapa selebritas pengguna Bluesky lainnya adalah artis Ben Stiller, Jamie Lee Curtis, dan Patton Oswalt. Mereka telah saling berbagi meme dan unggahan di Bluesky. 

Tinggalkan X

Pekan ini, sejumlah media massa Eropa dan jenama hingga klub olahraga meninggalkan X. Surat kabar acuan Swedia, Dagens Nyheter (DN), mengumumkan berhenti mengunggah konten mereka di akun X pada Jumat (15/11/2024).

Mereka menyusul surat kabar acuan Inggris, The Guardian, dan media Spanyol, La Vanguardia, untuk melepas kehadiran di pelantar tersebut. Ketiga koran itu tidak akan mengunggah artikel ataupun produk jurnalistik mereka di X, terlepas banyaknya pengikut. Sebagai gambaran, Guardian memiliki 11 juta pengikut di X.

Quote

Alasan penarikan ini, pemilik Elon Musk telah mengubah ruang perdebatan menjadi penguat kebencian yang juga dapat memengaruhi kampanye pemilihan federal Jerman.

”X bermasalah sejak Elon Musk mengambil alih. X menjadi kanal penyebaran ambisi politik Donald Trump dan ini jaringan disinformasi yang toksik,” kata Pemimpin Redaksi DN Pete Wolodarski.

Sementara itu, melalui pernyataan tertulis, Guardian mengatakan, walaupun memiliki banyak manfaat, X sudah tercemar dengan maraknya ujaran kebencian dan disinformasi.

(FILES) This photo illustration shows the social media platform X (former Twitter) app on a smartphone in Rio de Janeiro, Brazil on September 18, 2024. Brazil's Supreme Court announced on October 8, 2024, that it was lifting a ban on X after the social media site had been blocked in its biggest Latin American market for over a month amid a row over disinformation. (Photo by Mauro PIMENTEL / AFP)

Dulu, unggahan seperti itu dimoderasi, tetapi tim yang bertugas untuk moderasi telah dipecat oleh Musk. Kini, unggahan berisi teori konspirasi dan fitnah beredar bebas di X dengan alasan Musk mendukung kebebasan berekspresi tanpa kecuali.

Di Jerman, klub sepak bola Jerman, St Pauli, juga menyatakan meninggalkan platform media sosial X pada Kamis (14/11/2024). Alasannya, pelantar itu telah menjadi mesin kebencian yang dapat memengaruhi pemilihan umum Jerman mendatang.

Klub Bundesliga yang bermarkas di Hamburg yang condong ke kiri itu mengatakan bahwa mereka mengakhiri aktivitasnya di X meskipun punya 250.000 pengikut di pelantar tersebut. Pengelola klub itu mendorong para pengikutnya untuk juga beralih ke Bluesky.

”Alasan penarikan ini, pemilik Elon Musk telah mengubah ruang perdebatan menjadi penguat kebencian yang juga dapat memengaruhi kampanye pemilihan federal Jerman,” kata St Pauli dalam sebuah pernyataan di laman resminya.

Germany Soccer St. Pauli X Bluesky

Menurut pernyataan itu, sejak Musk mengambil alih Twitter, ia telah mengubah X menjadi mesin kebencian. ”Teori rasisme dan konspirasi menyebar tanpa hambatan atau bahkan dikurasi. Penghinaan dan ancaman hampir tidak dikenai sanksi dan dijual sebagai kebebasan berekspresi,” demikian pernyataan tersebut.

Pernyataan St Pauli diilustrasikan oleh foto stiker yang memperlihatkan kepalan tangan yang menghantam swastika, di samping lambang klub dan slogan yang mengatakan bahwa para penggemarnya menentang politik sayap kanan.

St Pauli mencatat bahwa Musk mendukung Donald Trump selama pemilihan presiden AS dengan bantuan X. Mereka mengatakan, hal ini dapat diasumsikan bahwa X juga akan mempromosikan konten otoriter, kebencian pada aspek kemanusiaan (misanthrophic), dan ekstremis sayap kanan dalam kampanye pemilu federal Jerman dan dengan demikian memanipulasi wacana publik.

Belum habis

Kendati telah banyak ditinggalkan penggunanya, X belum benar-benar habis. Pekan lalu, X menyatakan media sosial itu masih mendominasi percakapan global tentang pemilihan AS, bahkan mencetak rekor baru.

Pelantar itu mengklaim mengalami lonjakan pendaftaran pengguna baru sebesar 15,5 persen pada Hari Pemilihan Umum AS, 5 November 2024, dengan rekor 942 juta unggahan di seluruh dunia.

Sementara itu, meskipun berkembang pesat, Bluesky belum bisa menyaingi X. Pertengahan tahun ini, Musk mengatakan bahwa X memiliki 250 juta pengguna yang aktif setiap hari. 

Namun, media bisnis berbasis di AS, Fortune, edisi 15 November 2024 mencatat, pengguna harian X telah menurun secara konsisten sejak Musk mengakuisisinya. Dari pengguna aktif harian sekitar 250 juta di awal 2024, pada Hari Pemilihan Umum AS, pengguna aktif X terpantau telah susut menjadi hanya 162 juta pengguna harian, jauh lebih sedikit dari klaim Musk. 

Menurut media riset pemasaran Sensor Tower, jumlah ini pun merupakan jumlah tertinggi tahunan. Sehari kemudian, jumlah itu telah turun sebanyak 5 juta, menjadi 157 juta pengguna harian.

Di bawah kepemilikan Musk, X telah kehilangan rata-rata 14 persen penggunanya setiap bulan. Perwakilan Bluesky dan X tidak menanggapi permintaan komentar soal dinamika jumlah pengguna ini.

”Meskipun ada sedikit peningkatan pengguna harian pada Hari Pemilihan Umum AS, tren penurunan pengguna X diperkirakan akan terus berlanjut,” kata pemimpin penelitian Sensor Tower Seema Shah, seperti dikutip Fortune.

Aplikasi Bluesky ditampilkan di App Store pada ponsel, Kamis (14/11/2024), di Pasadena, California, AS.

Sementara itu, pengguna Bluesky diprediksi masih akan terus meningkat pesat. Namun, masa depannya masih dipertanyakan sebab hingga kini Bluesky belum memberi keuntungan ekonomi dan masih bergantung kepada investor.

Bluesky memulai dengan pendanaan dari investor dan firma modal ventura dan telah mengumpulkan puluhan juta dollar AS. Namun, dengan begitu banyak pengguna baru, perusahaan itu harus menemukan cara untuk mulai mencari untung.

Kembali pada masa kejayaan Twitter, situs tersebut menghasilkan sebagian besar uangnya melalui iklan. Bluesky mengatakan ingin menghindari cara iklan itu.

Sebaliknya, perusahaan mengatakan akan terus mencari layanan berbayar, seperti meminta orang membayar domain khusus pada nama pengguna mereka.

Jika pemilik Bluesky terus menghindari iklan, mereka mungkin harus mencari opsi lain yang lebih luas, seperti fitur berlangganan, sebagai cara untuk tetap bertahan.

Jika tidak menghasilkan keuntungan, nasibnya bisa jadi akan mirip dengan Twitter. Saat dibeli oleh miliarder Musk, kala itu Twitter hanya menghasilkan laba dua kali dalam delapan tahun diperdagangkan secara publik. Lalu kehilangan integritasnya yang sebenarnya membuatnya sangat digemari pengguna. (AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Irene Sarwindaningrum
 | 

Editor:

Muhammad Samsul Hadi
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan