Semesta mengabulkan separuh skenario idaman timnas Indonesia pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia. Laga kontra Arab Saudi dan Irak terasa layaknya final.
17 Jul 2025 15:42 WIB · Olahraga
KUALA LUMPUR, KAMIS — Hasil undian putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 menempatkan Indonesia di Grup B bersama Arab Saudi dan Irak. Format kualifikasi yang menggunakan sistem tuan rumah terpusat menyebabkan laga kontra Saudi dan Irak akan terasa layaknya final kembar bagi Indonesia.
Irak sudah pasti menjadi lawan yang sulit ditaklukkan, sementara itu tim ”Garuda” juga pantang meremehkan wajah baru Saudi.
Harapan Manajer Timnas Indonesia Sumardji terkait calon lawan di putaran keempat hanya terkabul sebagian. Ia awalnya mengharapkan Indonesia bisa berhadapan dengan Saudi dan Uni Emirat Arab dibandingkan dengan Irak dan Qatar.
Alasannya, Indonesia punya rekor pertemuan yang bagus dengan Saudi pada putaran ketiga. Dari dua pertemuan kandang dan tandang, Indonesia menahan Saudi 1-1 di markasnya. Sementara saat ganti menjamu Saudi, tim Garuda sukses meraih poin penuh dengan kemenangan 2-0 di Jakarta.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/20/189af5b5-849a-4d95-a855-7153f20d6fc8_jpg.jpg)
Adapun UEA lebih dipilih karena Indonesia selalu gagal mengalahkan Irak saat bertemu pada putaran kedua. Pada laga pertama di markas Irak, Indonesia kalah 1-5. Indonesia kembali kalah 0-2 saat menjamu Irak pada laga kedua.
Dengan demikian, hasil undian ini ibarat hanya mengabulkan separuh harapan Indonesia. Akan tetapi, meski punya rekor pertemuan yang lebih baik, Indonesia patut waspada mengingat transformasi Saudi di bawah arahan Herve Renard. Setelah kalah dari Indonesia, grafik performa Saudi cukup meningkat dengan menahan imbang Jepang dan mengalahkan China.
Para pemain Saudi memiliki ikatan emosional yang cukup unik dengan Renard. Saat kalah dari Indonesia, ia belum punya cukup waktu membangun tim setelah ditunjuk kembali untuk menggantikan Roberto Mancini. Kini setelah delapan bulan berlalu, Renard mulai menemukan strategi yang cocok untuk timnya.
Sementara itu, Irak masih menjadi teka-teki yang sulit dipecahkan Indonesia. Akan tetapi, perlu diingat kekalahan Indonesia dari Irak terjadi saat masih ditangani Shin Tae-yong.
Selain itu, kekuatan tim ”Garuda” kala itu belum seperti sekarang yang sudah lebih banyak diperkuat pemain naturalisasi, seperti Ole Romeny, Kevin Diks, Mees Hilgers, dan Maarten Paes.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/06/06/e8176101-c704-4e77-b90b-b5451cd88fc4_jpg.jpg)
Posisi nakhoda tim juga telah berganti dari Shin ke Patrick Kluivert. Publik sepak bola Indonesia berharap Kluivert punya strategi jitu untuk menjungkalkan Irak.
”Rencana saya adalah mempersiapkan tim dengan sangat baik. Lalu akan menganalisis Arab Saudi dan Irak secara spesifik, melihat sistem permainan mereka, serta menyiapkan sistem permainan kami sendiri untuk menghadapi mereka. Kami ingin tampil sekompetitif mungkin demi meraih hasil terbaik,” ujar Kluivert yang menghadiri pengundian di markas AFC, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (17/7/2025).
Menurut Kluivert, seperti dikutip laman Kitagaruda.id, hasil undian mana pun tetap saja akan mempertemukan Indonesia dengan lawan-lawan kuat. Maka, baginya tidak ada lawan mudah di putaran keempat. Kluivert segera mempelajari permainan Saudi dan Irak. Ia dibekali waktu 2,5 bulan dalam mempersiapkan tim.
Putaran keempat kualifikasi Piala Dunia berlangsung pada 8 hingga 14 Oktober 2025. Berbeda dengan putaran ketiga yang menggunakan sistem kandang-tandang, kali ini pertandingan dihelat pada tempat terpusat dengan sistem round robin.
Setiap tim hanya akan bertemu satu kali. Artinya, Indonesia akan menjalani laga kontra Irak dan Saudi layaknya final.
Hasil imbang belum tentu membawa Indonesia ke Piala Dunia, apalagi kalah. Maka dari itu, poin penuh menjadi satu-satunya pilihan tim Garuda.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/06/d6b757185a2f6fc0d943e7b7a3ee9614-antarafoto_timnas_indonesia_kalahkan_china_1749198959.jpg)
Qatar dan Saudi mendapat keuntungan dengan ditunjuk sebagai tuan rumah. Qatar menjadi tuan rumah Grup A yang dihuni UEA dan Oman. Adapun Saudi tuan rumah Grup B.
Ini berarti Indonesia mengemban tugas berat harus mengalahkan Saudi di hadapan pendukungnya. Sejak pertemuan pertama kedua tim pada 1981, Indonesia belum sekali pun pernah mengalahkan Saudi di markasnya.
Hanya juara tiap grup yang berhak lolos langsung ke babak utama Piala Dunia. Sementara tim runner-up lolos ke putaran kelima dan saling bertemu dalam format kandang-tandang pada November 2025. Pemenang putaran kelima ini akan mewakili Asia dalam playoff antarkonfederasi.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Prasetyo Eko Prihananto