Kompas.id Brief

Bagaimana Tantangan Indonesia di Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia?

Indonesia adalah tim dengan peringkat FIFA terendah di putaran keempat kualifikasi Piala Dunia. Mereka berpeluang besar bertemu dua tim besar, Qatar dan Irak.

12 Jun 2025 15:47 WIB · Olahraga

Oleh Yulvianus Harjono

Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?

  1. Bagaimana konstelasi persaingan di putaran keempat kualifikasi?
  2. Seperti apa besarnya dukungan suporter dalam perjalanan timnas Indonesia sejauh ini?
  3. Seperti apa rapor perbandingan tim ”Garuda” di era Patrick Kluivert dengan Shin Tae-yong?
  4. Patrick Kluivert menjanjikan pembenahan timnya menjelang putaran keempat. Seperti apa?
  5. Mengapa kekalahan telak dari Jepang menjadi tamparan Indonesia terkait pembinaan pemain?

Indonesia dihantam realitas kejam ketika menghadapi Jepang pada laga pekan terakhir putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026, Selasa (10/6/2025). Bukan hanya kalah telak 0-6, tim ”Garuda Muda” bahkan tidak mampu membuat satu pun tembakan ke gawang Jepang.

Namun, kekalahan itu tak perlu lama diratapi. Kualitas skuad Indonesia perlu diakui masih sangat timpang dibandingkan dengan Jepang, tim terbaik di Asia yang merupakan langganan babak 16 besar dalam dua edisi terakhir Piala Dunia.

Setidaknya, Indonesia telah memenuhi target lolos ke putaran keempat kualifikasi dan menyisihkan dua negara maju, China dan Bahrain. Tidak ada satu pun tim dari Asia Tenggara lainnya yang bisa melangkah sejauh ini. Artinya, masih ada harapan untuk merebut salah satu dari dua tiket langsung yang tersisa ke Piala Dunia 2026.

Untuk mewujudkan ambisi yang menjadi mimpi hampir 680 juta warga Asia Tenggara, tidak hanya Indonesia, tantangan skuad Garuda sangat berat di putaran keempat. Mereka wajib menjadi salah satu dari dua tim terbaik dalam turnamen mini kualifikasi yang diikuti enam tim. Hanyalah juara dari masing-masing dua grup yang berhak menyabet tiket langsung ke babak utama Piala Dunia 2016 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Skuad Indonesia hanya punya waktu empat bulan untuk berbenah diri dan menghadapi laga-laga putaran keempat. Lanjutan kualifikasi zona Asia yang akan digelar terpusat itu akan dilaksanakan pada 8-14 Oktober 2025. Meskipun belum ada pengumuman lokasi pertandingan dari FIFA, Arab Saudi dan Qatar dikabarkan akan menjadi tuan rumah tiap-tiap grup karena memiliki rekam jejak kedekatan dengan otoritas tertinggi sepak bola dunia itu.

Jika itu terjadi, Indonesia bakal mendapatkan tantangan ekstra. Arab Saudi dan Qatar adalah dua dari enam peserta yang akan tampil di kualifikasi. Mereka memiliki kedekatan dengan FIFA dan infrastruktur yang mumpuni. Qatar adalah tuan rumah Piala Dunia 2022, sedangkan Arab Saudi penyelenggara edisi 2034. Arab Saudi adalah langganan peserta babak utama Piala Dunia, sedangkan Qatar tampil pada edisi tiga tahun lalu.

Adapun tiga tim pesaing Indonesia lainnya dalam putaran keempat adalah Irak, Uni Emirat Arab (UEA), dan Oman. Dari ketiga tim itu, hanya Oman yang belum pernah lolos sebelumnya ke babak utama. Adapun Irak dan UEA masing-masing berupaya mengejar tiket keduanya di Piala Dunia. Mereka ingin memanfaatkan momentum tambahan empat slot tiket ke babak utama pada edisi 2026.

Piala Dunia 2026 adalah edisi perdana ekspansi kejuaraan sepak bola empat tahunan itu, yaitu dari sebelumnya 32 tim menjadi 48 tim. Dengan perluasan itu, jatah tiket untuk wakil Asia bertambah dua kali lipat, yaitu dari empat (di luar tuan rumah dan playoff) menjadi delapan tim. Jumlah putaran kualifikasi pun bertambah, yaitu dari tiga menjadi empat putaran (di luar playoff).

Bermain di luar kandang bakal menjadi tantangan tidak mudah bagi Indonesia. Dukungan masif suporter di Indonesia selama ini menjadi suntikan moral besar bagi skuad Garuda. Seluruh dari total tiga kemenangan Indonesia di putaran ketiga diraih di Senayan dengan dukungan rerata 79.000 suporter.

Sebaliknya, dari lima laga tandang, empat kali Indonesia kalah. Tak pelak, Ketua Umum PSSI Erick Thohir berupaya melobi FIFA agar Indonesia bisa ikut dipertimbangkan sebagai tuan rumah putaran keempat kualifikasi.

Adapun tim-tim mana saja yang menjadi lawan Indonesia di putaran keempat baru dapat diketahui saat undian pada 17 Juli mendatang di Osaka, Jepang. Namun, Indonesia sangat berpeluang bertemu Qatar, Irak, atau UEA. Indonesia tidak akan bertemu Oman karena kedua tim itu ditempatkan dalam satu pot yang sama, yaitu ketiga alias yang terendah.

Selain itu, merujuk aturan AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia), tim dari grup yang sama di fase sebelumnya tak akan lagi bertemu. Jadi, Indonesia bisa menghindari Saudi. Dari enam peserta, Indonesia adalah tim dengan peringkat terendah dari enam peserta, yaitu ke-123. Adapun Oman, yang juga di pot ketiga, berada di peringkat ke-77 dunia. Lalu, Qatar ke-55, Arab Saudi ke-58, Irak ke-59, sedangkan UEA ke-65.

Bagaimana konstelasi persaingan di putaran keempat kualifikasi?

copy title

Tim nasional Indonesia dikepung lima negara asal Jazirah Arab dalam persaingan di putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 demi memperebutkan dua tiket terakhir dari Asia. Dari enam tim itu, hanya Oman yang belum pernah lolos ke babak utama Piala Dunia sebelumnya. Adapun Indonesia pernah tampil pada edisi 1938 dengan nama Hindia Belanda.

Putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 akan digelar dengan format miniturnamen dengan negara penyelenggaraan terpusat. Enam tim akan dibagi ke dalam dua grup. Setiap tim akan bermain dua kali. Setiap juara grup lolos ke Piala Dunia 2026, sedangkan dua peringkat kedua akan memperebutkan satu tiket ke playoff antarkonfederasi pada Maret 2026.

Infografik-Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia (AFC) *** Local Caption *** Infografik-Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia (AFC)

Demi lolos ke babak utama Piala Dunia, tidak ada jalan lain bagi Indonesia selain memenangi dua laga pada Oktober mendatang. ”Semua negara yang lolos (ke putaran keempat) memiliki ambisi kuat untuk melaju ke Piala Dunia. Mereka adalah tim-tim yang memiliki kemampuan untuk bersaing satu sama lain. Kami akan memperbaiki diri untuk bersiap menghadapi lawan-lawan yang menarik Oktober nanti,” ujar Pelatih Indonesia Patrick Kluivert setelah laga melawan Jepang.

Ambisi lolos juga dicanangkan Pelatih Qatar Julen Lopetegui. Mantan pelatih Real Madrid dan timnas Spanyol itu ingin menjadi juru taktik pertama yang membawa Qatar ke babak utama Piala Dunia melalui jalur kualifikasi. Qatar adalah tim terkuat di putaran keempat.

”Qatar belum pernah lolos lewat jalur kualifikasi dan kami akan berjuang untuk lolos pada bulan Oktober. Tim ini memiliki potensi bersaing dengan kehadiran generasi baru skuad,” tutur Lopetegui kepada laman FIFA.

Seperti apa besarnya dukungan suporter dalam perjalanan timnas Indonesia sejauh ini?

copy title

Dukungan suporter di tribune stadion menjadi simbol gelora nasionalisme yang membuncah seiring capaian timnas sepak bola Indonesia di kualifikasi Piala Dunia. Kemenangan timnas Garuda 1-0 atas China (5/6/2025), misalnya, disaksikan puluhan ribu penonton. Tidak kurang dari 80.000 tiket terjual habis hanya dalam dua hari.

Bahkan, ketika tim Garuda harus bertandang ke Jepang di laga pamungkas putaran ketiga, sekitar 5.000 WNI di Jepang hadir di stadion. Jumlah yang dikonfirmasi oleh KJRI Osaka dan KBRI Jepang tersebut menunjukkan antusiasme penonton yang terus terjaga tinggi.

Suporter timnas Indonesia membawa poster saat menyaksikan pertandingan melawan China dalam laga Grup C kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6/2025). Indonesia mengalahkan China dengan skor 1-0.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
05-06-2025

Dukungan terhadap timnas Indonesia kini meluas ke ranah digital, tidak hanya di stadion. Tribune digital telah menjadi perpanjangan dari tribune fisik, tempat para penggemar mengekspresikan dukungan, kritik, bahkan tekanan moral kepada federasi.

Sepanjang 3 Juni hingga 10 Juni 2025, sejumlah tagar terkait timnas muncul dalam daftar tren nasional di platform X dan Tiktok. Tagar #DukungTimnas muncul lebih dari 120.000 kali disusul #GarudaFight (87.000)). Tagar-tagar ini mungkin saja sekadar ungkapan emosi sesaat, tetapi tetap menjadi indikator opini publik terhadap kinerja tim dan kebijakan federasi sepak bola Indonesia.

Salah satu video koreografi dukungan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, yang diunggah di Tiktok pun ditonton lebih dari 620.000 kali dan mendapat 50.000 interaksi dalam kurun dua hari. Video lainnya, yang memperlihatkan diaspora bernyanyi bersama di Osaka, telah ditonton 210.000 kali dalam waktu 24 jam.

Seperti apa rapor perbandingan tim ”Garuda” di era Patrick Kluivert dengan Shin Tae-yong?

copy title

Jika membandingkan pengaruh Patrick Kluivert dengan Shin Tae-yong, yang memimpin dalam enam pertandingan Indonesia di kualifikasi, kedua pelatih itu mempersembahkan masing-masing enam poin. Dua menang dan dua kekalahan diraih Kluivert, sedangkan Shin memberikan satu kemenangan, tiga seri dan dua kali kalah di putaran ketiga.

Dalam empat pertandingan bersama Kluivert, Indonesia hanya mampu mencetak tiga gol. Semua gol tercipta pada laga menghadapi Australia, Bahrain, dan China. Ole Romeny adalah satu-satunya pemain yang mampu mencetak gol di era Kluivert.

Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert menyapa suporter Indonesia usai pertnadingan melawan Timnas China pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga Grup C di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6/2025). Timnas Indonesia mengalahkan China dengan skor 1-0. ANTARA FOTO/Fauzan/mrh/tom.

Adapun di hadapan Jepang, lini serang Indonesia tidak berdaya. Tidak ada tembakan yang bisa dikreasikan skuad Garuda. Indonesia bahkan juga gagal melakukan sentuhan bola di kotak penalti Jepang.

Tiga gol dalam empat laga terakhir adalah penurunan apabila merujuk performa serangan. Sebagai perbandingan, tim Garuda menghasilkan enam gol dalam enam laga bersama Shin. Sumber gol pun lebih beragam karena dihasilkan lima pemain berbeda. Mereka adalah Marselino Ferdinan (2 gol) dan satu gol masing-masing dari Sandy Walsh, Ragnar Oratmangoen, Rafael Struick, dan Thom Haye.

Dalam empat laga bersama Kluivert, Indonesia hanya menghasilkan 2,5 tembakan tepat sasaran per laga. Angka itu menurun dibandingkan dengan empat tembakan mengarah ke gawang per laga di enam laga sebelumnya bersama Shin.

Pertahanan juga tidak kalah buruk di era Kluivert. Indonesia mampu mencatatkan dua laga nirbobol kontra Bahrain dan China di Jakarta. Namun, mereka kemasukan 11 gol pada dua laga tandang di Australia dan Jepang. Menariknya, pada dua laga yang berakhir dengan kekalahan telak itu, Rizky Ridho tidak bermain sebagai pemain inti.

”Pertahanan kami lemah hari ini. Kami akan berusaha berbenah untuk bermain jauh lebih baik di babak selanjutnya,” ujar Kluivert seusai melawan Jepang.

Patrick Kluivert menjanjikan pembenahan timnya jelang putaran keempat. Seperti apa?

copy title

Tim nasional sepak bola Indonesia memetik pelajaran penting pada laga menghadapi Jepang, Selasa (10/6/2025), di Stadion Sepak Bola Kota Suita, Prefektur Osaka, Jepang. Kekalahan 0-6 merupakan refleksi tim Garuda untuk memperbaiki diri jelang tampil di putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026, Oktober mendatang.

Tampil dengan skuad yang dibangun dengan program naturalisasi dalam dua tahun terakhir, skuad Garuda juga gagal mencetak gol di Jepang. Alhasil, belum ada pemain Indonesia yang mampu menaklukkan pertahanan tim ”Samurai Biru” di Jepang selama ini.

Pemain timnas Indonesia, Beckham Putra Nugraha (bawah), terjatuh saat berebut bola dengan pemain China, Wang Shangyuan, dalam laga Grup C kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6/2025). Indonesia mengalahkan China dengan skor 1-0.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
05-06-2025

”Jepang adalah tim yang memiliki banyak kualitas dan menyajikan permainan level Piala Dunia. Ini adalah pelajaran sangat penting bagi saya secara pribadi sebagai pelatih, juga untuk tim kami guna menghadapi putaran keempat,” ujar Pelatih Indonesia Patrick Kluivert dalam konferensi pers seusai laga itu.

Dari laga menghadapi Jepang, yang berstatus tim terbaik Asia merujuk pada peringkat FIFA terkini (posisi ke-15), tim Indonesia mempertegas kelemahan di era Kluivert yang sudah tampak pada duel kontra Bahrain dan China, yakni buruknya kreasi serangan. Indonesia hanya mencetak masing-masing satu gol melawan Bahrain dan China walaupun bisa menghasilkan rerata 10 tembakan pada kedua laga itu.

Dalam rangka membenahi diri seusai dilibas Jepang, Thom Haye dan kawan-kawan masih memiliki kesempatan mematangkan persiapan dan membenahi kekurangan pada laga internasional, awal September mendatang. Ketua Umum PSSI Erick Thohir telah mengagendakan pertandingan uji coba menghadapi dua tim dari Jazirah Arab, yaitu Kuwait dan Lebanon.

”Semua partisipan di putaran keempat adalah tim-tim yang sangat kuat dan negara-negara besar yang memiliki ambisi ke Piala Dunia seperti kami. Kekalahan (lawan Jepang) harus menjadi patokan kami untuk membuat rencana dan membenahi diri jelang menyambut Oktober nanti,” tutur Kluivert kemudian.

Mengapa kekalahan telak dari Jepang menjadi tamparan Indonesia terkait pembinaan pemain?

copy title

Saat menghadapi pemain Indonesia yang sebagian besar adalah pemain naturalisasi dan bermain di liga-liga Eropa, Jepang tetap percaya kepada para pemain lokalnya. Para pemain dari ras kuning itu juga banyak yang bermain di liga-liga utama Eropa, seperti Liga Inggris, Liga Jerman, Liga Italia, dan Liga Perancis.

Majunya kualitas pemain lokal Jepang itu dimulai dari perubahan besar pada 1992. Saat itu, Federasi Sepak Bola Jepang (JFA) meluncurkan visi 100 tahun yang isinya adalah Jepang harus menjadi juara Piala Dunia dalam 100 tahun ke depan.

Penyerang Jepang, Takefusa Kubo, merayakan golnya ke gawang Indonesia pada laga putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Kota Suita, Prefektur Osaka, Jepang, Selasa (10/6/2025). Indonesia kalah telak pada laga tersebut.

Untuk mewujudkan visinya, JFA melakukan dua hal sekaligus. Pertama, meluncurkan J-League sebagai liga profesional dan melakukan pembinaan dan kompetisi sepak bola berjenjang di tingkat akar rumput. Sebelum meluncurkan J-League, JFA mempelajari berbagai liga profesional dari sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Di J-League, klub harus berdiri sendiri dan para pemainnya adalah pemain profesional. Klub biasanya memiliki ”bapak angkat” perusahaan besar di kota tempat klub itu didirikan, sebagai sponsor utama, tetapi tidak dimiliki perusahaan tertentu sehingga memiliki independensi.

Kedua, melakukan pembinaan dan kompetisi sepak bola berjenjang di tingkat akar rumput. Berbeda dengan Indonesia yang hanya fokus pada timnas dan liga profesional, federasi sepak bola Jepang sangat peduli pada pembinaan usia dini di tingkat sekolah, dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi.

Kurikulum pelatihan sepak bola sebagai ekstrakurikuler disusun dengan sangat baik secara berjenjang. Kemudian, kompetisi berjenjang dari tingkat kota sampai tingkat nasional juga digelar secara rutin. Para guru olahraga dilatih untuk menjadi pelatih sepak bola sesuai tingkat sekolah yang diajar.

Tingginya kualitas pemain Jepang membuat banyak dari mereka yang direkrut klub-klub Eropa setelah dua atau tiga musim berlaga di J-League. Dari daftar pemain yang sedang dan pernah memperkuat Jepang untuk kualifikasi Piala Dunia 2026, terdapat 35 pemain yang membela klub-klub Eropa.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulvianus Harjono
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan