Hadapi Jepang, Imbang Bermakna Menang untuk Indonesia

Indonesia memburu poin bersejarah di kandang Jepang. Ole Romeny berpeluang mencetak rekor di pra-Piala Dunia. Adapun Jepang menyiapkan pemain debutan.

08 Jun 2025 18:58 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

JAKARTA, KOMPAS — Ketika tiga poin terasa mustahil bagi tim nasional sepak bola Indonesia pada laga pamungkas Grup C putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026, maka raihan satu poin bakal bermakna sejarah saat menghadapi Jepang, Selasa (10/6/2025), di Stadion Sepak Bola Kota Suita, Prefektur Osaka, Jepang. Duel kontra ”Samurai Biru” sekaligus menjadi ujian penting bagi persiapan tim ”Garuda” menuju ronde keempat kualifikasi.

Jepang, negara ”Matahari Terbit”, ibarat neraka bagi Indonesia. Sejak menyambangi Jepang untuk laga internasional pada Piala Kirin 1979 hingga lawatan terakhir di kualifikasi Piala Dunia 1990, Indonesia selalu pulang dengan kekalahan mutlak.

Tidak sekadar tumbang, Indonesia juga gagal mencetak gol pada laga tandang di Jepang. Pada tiga pertandingan di Jepang, Indonesia kemasukan 12 gol. Catatan itu terdiri dari kekalahan 0-4 pada Piala Kirin 1979, takluk 0-3 pada kualifikasi Olimpiade 1988, dan kalah telak 0-5 pada kualifikasi Piala Dunia 1990.

Laga melawan Jepang pada pertarungan terakhir putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 tidak bermakna apa pun bagi langkah kedua tim itu. Jepang sudah memastikan lolos ke babak utama Piala Dunia 2026. Sementara Indonesia telah memastikan satu tempat dari jatah enam tim yang akan melanjutkan persaingan ke putaran keempat pra-Piala Dunia 2026.

”Kami datang ke Jepang dengan suasana tim yang sangat baik. Tekad kami adalah melanjutkan performa positif setelah mengalahkan China,” ucap Pelatih Indonesia Patrick Kluivert.

Pemain timnas Indonesia, Thom Haye (kanan), menendang bola ke arah gawang China dalam laga Grup C kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6/2025). Indonesia mengalahkan China dengan skor 1-0.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
05-06-2025

Dengan kondisi itu, raihan satu poin yang dibawa pulang dari Suita akan memasukkan Kluivert dalam catatan sejarah sepak bola Indonesia. Juru taktik asal Belanda itu berambisi menjadi pelatih pertama yang menghindarkan timnas Indonesia dari kekalahan serta mencetak gol di kandang Jepang.

Satu poin dari Jepang akan meningkatkan kondisi moral skuad Garuda. Alasannya, Jepang adalah tim terbaik di Asia saat ini. Maka, laga nanti amat penting sebagai persiapan Indonesia jelang bertarung menghadapi tim-tim Jazirah Arab pada putaran keempat, Oktober mendatang.

Adapun Suita akan menjadi kota ketiga yang disambangi Indonesia untuk menghadapi Samurai Biru. Pada tiga laga tandang sebelumnya, Indonesia bermain dua kali di Tokyo pada Piala Kirin 1979 dan kualifikasi Olimpiade 1988. Laga terakhir ke Jepang sebelum milenium baru tercipta di Hiroshima.

Quote

Saya sudah tidak sabar menghadapi laga selanjutnya (Jepang). Mari taklukkan Jepang. - Ole Romeny -

Indonesia tiba di Jepang pada Sabtu (7/6/2025) malam. Puluhan diaspora Indonesia menyambut skuad Garuda di Bandara Internasional Kansai, Osaka. Hari Minggu, Jay Idzes dan kawan-kawan memulai persiapan dengan menjalani latihan perdana.

Harapan gol

Asa Indonesia untuk mengejutkan Jepang hadir pada ketajaman penyerang Ole Romeny. Tiga gol dalam tiga laga awal berseragam Garuda memupuk kepercayaan diri Ole, ujung tombak klub Inggris, Oxford United.

Infografik-Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia (AFC) *** Local Caption *** Infografik-Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia (AFC)

Jika bisa menaklukkan pertahanan Jepang, Ole bakal menjadi pemain timnas Indonesia pertama yang mencatatkan nama di papan skor pada laga tandang menghadapi Jepang. Selain itu, Ole juga akan menuliskan sejarah sebagai penyerang Indonesia pertama yang mencetak gol di empat laga kualifikasi Piala Dunia secara beruntun.

”Saya sudah tidak sabar menghadapi laga selanjutnya (Jepang). Mari taklukkan Jepang,” kata Ole.

Berbeda dengan duel kontra China, Ole akan kembali ditemani rekan setimnya di Oxford, yakni Marselino Ferdinan, pada laga nanti. Pemahaman Ole dan Marselino telah berbuah kemenangan menghadapi Bahrain, Maret lalu.

Terlepas koneksi padu yang sudah terjalin dengan Marselino, Ole juga sudah menunjukkan kolaborasi apik dengan Egy Maulana Vikri. Kedua penyerang itu sudah bisa melakukan kerja sama satu dua yang cepat demi membongkar pertahanan China. Dengan begitu, Egy berpeluang membentuk trisula lini depan Indonesia bersama Ole dan Marselino.

Selain Egy, opsi lain untuk melengkapi susunan pemain depan ada pada Ricky Kambuaya. Rekan setim Egy di Dewa United itu menjadi salah satu pemain yang tampil memukau kontra China, Kamis lalu. Ricky adalah pemain yang dilanggar pemain belakang China sehingga Indonesia mendapatkan hadiah penalti yang dieksekusi sempurna oleh Ole.

Pemain timnas Indonesia, Ricky Kambuaya (kanan), terjatuh saat berebut bola dengan pemain China dalam laga Grup C kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6/2025). Indonesia mengalahkan China dengan skor 1-0.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
05-06-2025

Tekad revans

Adapun tuan rumah Jepang memburu penutup persaingan putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan hasil gemilang. Pada dua laga terkini, Samurai Biru ditahan Saudi di Saitama, Maret lalu, kemudian menderita kekalahan pertama di kualifikasi Piala Dunia 2026 ketika tumbang 0-1 dari Australia di Perth, Australia, Kamis lalu.

Pelatih Jepang Hajime Moriyasu berambisi membantu timnya revans untuk bangkit dari kekalahan. Tujuan utama Jepang, ungkap Moriyasu, adalah mengalahkan Indonesia di Suita, yang akan dipadati sekitar 40.000 suporter.

”Kami ingin melanjutkan perjalanan kami tanpa kalah di babak kualifikasi, tetapi laga melawan Australia sudah terjadi. Kami sepenuhnya fokus mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk mengunci kemenangan pada laga selanjutnya di kandang,” tutur Moriyasu, dilansir laman FIFA.

Tiga poin akan membantu Jepang mencatatkan capaian poin tertinggi mereka dalam kiprah di putaran ketiga Piala Dunia. Sejak putaran ketiga diperkenalkan pada kualifikasi Piala Dunia 2018, koleksi poin tertinggi ialah 22 poin, yang terukir pada kualifikasi Piala Dunia 2022.

Hingga laga kesembilan, skuad Samurai Biru telah mengoleksi 20 poin. Selain itu, Jepang juga berpeluang menjadi tim terbaik pada babak ketiga pra-Piala Dunia 2026. Dari tiga grup yang bersaing, hanya Iran, pemuncak klasemen sementara Grup A, yang bisa mencapai poin maksimal 23 poin.

Pemain Jepang Takefusa Kubo (kiri) dan pemain Bahrain Mohamed Marhoon berebut bola pada laga Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga di Stadion Saitama, Saitama, Jepang, Kamis (20/3/2025). Kubo mencetak satu gol dan Jepang menang 2-0 pada laga itu.

Di sisi lain, ambisi untuk meraih poin penuh atas Indonesia tidak mengurangi ambisi Moriyasu untuk memberikan kesempatan kepada pemain-pemain baru Jepang. Pada laga kontra Australia, misalnya, Moriyasu menurunkan tiga pemain debutan sejak sepak mula. Mereka adalah Hiroki Sekine (bek, klub Reims FC), Yu Hirakawa (gelandang sayap, Bristol City), serta Kota Tawaratsumida (gelandang sayap, FC Tokyo).

Dari 27 nama yang dipanggil Moriyasu untuk dua laga pada Juni ini, masih ada lima pemain yang menanti penampilan bersama Samurai Biru. Kelima pemain itu ialah Junnosuke Suzuki (bek, Shonan Bellmare), Shunsuke Mito (gelandang, Sparta Rotterdam), Kodai Sano (gelandang, NEC Nijmegen), Koki Kumasaka (gelandang bertahan, Kashiwa Reysol), dan Ryunosuke Sato (gelandang serang, Fagiano Okayama).


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti