Fase kedua gencatan senjata di Jalur Gaza semestinya dimulai Sabtu pekan ini, tetapi belum ada keterangan pelaksanaannya.
27 Feb 2025 08:38 WIB · Internasional
RAMALLAH, KAMIS — Pertukaran para tahanan Palestina yang dipenjara Israel dengan jenazah para sandera Israel yang ditahan Hamas kembali terjadi. Kali ini, Hamas mengembalikan jenazah empat sandera yang mereka culik pada 7 Oktober 2023. Sebagai balasan, Israel membebaskan 620 tahanan Palestina.
Hamas menyerahkan empat peti jenazah sandera kepada Komite Internasional Palang Merah (ICRC) pada Kamis (27/2/2025) dini hari waktu setempat. Hal itu dikonfirmasi oleh kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. "Kami memulai proses identifikasi para jenazah yang dipulangkan," demikian keterangan resmi kantor Netanyahu.
Keempat jenazah yang dikembalikan itu oleh Hamas dikatakan adalah Tsachi Idan, Itzhak Elgarat, Ohad Yahalomi, dan Shlomo Mantzur. Penyerahan peti jenazah mereka kepada petugas ICRC kali ini tanpa ada upacara atau kehadiran media, seperti pada pertukaran sebelumnya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/27/7003d05d-92c3-4172-8e60-74c88ef4348a_jpg.jpg)
Pekan lalu, Hamas juga mengembalikan jenazah empat sandera. Akan tetapi, sebelum diserahkan, peti-peti mereka dipamerkan di Gaza dengan latar slogan-slogan propaganda. Hal ini menuai kritik dari berbagai lembaga hak asasi manusia karena tidak pantas.
Dalam pengembalian jenazah pekan lalu juga ada masalah. Salah satu jenazah sandera yang oleh Hamas dikatakan adalah Shiri Bibas (32) ternyata bukan. Sempat terjadi ketegangan yang hampir menggagalkan gencatan senjata yang disepakati pada 19 Januari 2025 itu. Hamas akhirnya mengembalikan jasad Bibas yang asli.
"Kami mengembalikan jenazah sesuai kesepakatan gencatan senjata," kata Juru Bicara Brigade Al Qassam atau unit militer Hamas, Abu Obaida, kepada media NBC.
Pada hari yang sama, bus-bus Palang Merah tampak meninggalkan berbagai penjara di Gaza dan Israel. Sesuai perjanjian, Israel membebaskan 620 tahanan Palestina. Mereka awalnya dipenjara di Israel maupun di Gaza setelah konflik pecah. Bus-bus itu tiba di Ramallah, Tepi Barat, Palestina.
Para tahanan masih mengenakan seragam penjara mereka. Sebagian ada yang menutupinya dengan syal kopiah khas Palestina. Mereka mengacungkan kepalan tangan sambil menyerukan "Allahu Akbar" ketika kembali ke Palestina.
Gubernur Ramallah Leila Ghannam memantau pemulangan para tahanan. Sebelum kembali ke keluarga masing-masing, mereka menjalani pemeriksaan kesehatan ringkas.
Menurut catatan, tahanan yang dibebaskan itu terdiri dari 445 laki-laki dan 24 perempuan serta anak. Mereka ditahan oleh militer Israel saat perang pecah.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/27/a3b04ead-3eb2-4308-9759-1897dd3decc4_jpg.jpg)
Perang terjadi pasca-operasi Badai Aqsa oleh Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023. Selain itu, juga ada 151 tahanan seumur hidup karena melakukan serangan yang mematikan warga Israel.
Serangan Badai Aqsa itu menewaskan 1.112 warga Israel. Hamas dan faksi-faksi perjuangan Palestina lainnya turut menculik 250 sandera. Mereka sudah dibebaskan secara bertahap, ada yang hidup dan ada yang telah meninggal.
Sebagai balasan atas Badai Aqsa, Israel menggempur Jalur Gaza dan membuat 2 juta penduduk wilayah tersebut menjadi pengungsi. Kementerian Kesehatan Hamas mendata, korban tewas akibat serangan Israel berjumlah 48.300 jiwa. Mayoritas adalah perempuan dan anak.
Pada 19 Januari 2025, dengan mediasi Mesir, Hamas dan Israel mencapai perjanjian gencatan senjata fase pertama. Isinya ialah Hamas mengembalikan 33 orang sandera, termasuk 8 orang yang sudah meninggal. Sejauh ini, sudah 29 sandera yang dipulangkan.
Sebagai balasan, Israel membebaskan 1.900 tahanan. Tentara Israel juga mundur dari Gaza dan berbagai bantuan sosial harus diizinkan masuk ke wilayah itu.
Fase pertama gencatan senjata berakhir per Jumat (28/2/2025). Per Sabtu (1/3/2025), semestinya masuk fase kedua. Sejauh ini, belum ada pengumuman Hamas-Israel mengenai jalannya gencatan senjata fase kedua. Masih ada 59 sandera lagi yang belum dilepas oleh Hamas.
"Belum ada proposal mengenai fase kedua, meskipun kami sudah siap untuk melangkah lebih jauh," demikian keterangan Hamas, seperti dikutip oleh media ABC.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/15/3c2a8dbf84c10b65ef5ba820fdf11862-wires_photo_14_.jpg)
Apabila merujuk kepada perjanjian gencatan senjata 19 Januari lalu, fase kedua juga selama 42 hari seperti fase pertama. Perjanjiannya adalah pemulangan sisa sandera Hamas.
Di pihak lain, Israel menarik seluruh pasukan dari Gaza dan menghentikan serangan apapun secara permanen. Israel juga membebaskan tahanan Palestina sesuai jumlah yang disepakati.
Setelah fase kedua selesai, ada fase ketiga selama 42 hari pula. Ini adalah pemulangan sisa jenazah para sandera maupun tahanan oleh kedua belah pihak. Di fase ini, pembangunan Gaza akan dimulai.
Ganti rugi kepada orang-orang yang dirugikan di bawah pengawasan beberapa negara dan lembaga. Beberapa di antaranya ialah Perserikatan Bangsa-Bangsa, Mesir, dan Qatar.
Negara-negara Liga Arab tengah merumuskan proposal untuk melawan rencana yang diajukan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pengusaha properti itu mengatakan ingin membeli Gaza dan menyulapnya menjadi kota wisata mewah di pesisir Laut Tengah.
Menurut Trump, warga Palestina di Gaza akan disuruh pindah ke negara-negara lain. Salah satu alasannya ialah sebagai jaminan keamanan bagi pemerintahan Netanyahu. Selama di Gaza ada warga Palestina, dikhawatirkan konflik bisa meletup lagi.
Gaza yang kosong, di dalam pikiran Trump, diubah menjadi kota wisata menyerupai Riviera di Eropa. Gagasan ini ditolak oleh PBB dan negara-negara di dunia karena tidak etis. Ini sama saja dengan genosida karena secara sistematis mencabut bangsa dari tanah airnya.
Pada saat yang sama, Israel tetap meningkatkan ketegangan. Mereka mengarahkan tank-tank untuk menduduki kota Jenin di Tepi Barat. Ini pertama kali dalam 20 tahun tank-tank Israel masuk ke Tepi Barat. (AFP/Reuters)
Penulis:
Laraswati Ariadne AnwarEditor:
Muhammad Samsul HadiPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .