Inter Milan di luar dugaan membekap tuan rumah Lazio enam gol tanpa balas. Pelatih Simone Inzaghi amat emosional lantaran banyak tim ingin menjegal Inter.
17 Des 2024 11:44 WIB · Olahraga
ROMA, SELASA — Inter Milan kembali ke jalur kemenangan seusai membekap tuan rumah Lazio, 6-0, dalam lanjutan Liga Italia di Stadion Olimpico, Roma, Italia, Selasa (17/12/2024) dini hari WIB. Kemenangan telak Inter tergolong mengejutkan karena Lazio sedang berada dalam tren positif. Lewat kemenangan itu, Inter memberikan pesan tersirat kepada para pesaingnya di puncak klasemen liga.
Tidak banyak pihak menyangka Inter bisa menang besar dengan sedemikian mudah. Apalagi, kepercayaan diri para pemain Inter tengah jatuh seusai kalah dari Bayern Leverkusen pada laga Liga Champions Eropa, beberapa hari lalu.
Di saat Inter menelan kekalahan pertama dari lima laga terakhir, Lazio justru sedang ganas-ganasnya setelah memetik tiga kemenangan beruntun. ”I Biancocelesti” baru saja mengalahkan tim peringkat dua Liga Italia, Napoli, dan menjungkalkan raksasa Belanda, Ajax Amsterdam, pada lanjutan Liga Europa.
Pelatih Inter Simone Inzaghi terbawa suasana setelah timnya mampu menang telak atas Lazio. Ia merasa tertantang membawa Inter kembali juara Liga Italia karena merasakan banyak pihak menginginkan timnya tersandung.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/17/e147ed03-49ab-4c88-b28e-2ab8d6ac65f9_jpg.jpg)
Inzaghi menerima tantangan itu. Maka, kemenangan besar ini merupakan sebuah pesan tersirat bagi para penantang ”scudetto” atau gelar juara Liga Italia, seperti Juventus, AC Milan, Napoli, dan Atalanta. Lewat hasil ini, Inzaghi seolah hendak menyampaikan bahwa Inter belum habis untuk mempertahankan gelar liga.
”Kami bermain melawan tim yang memenangkan 16 dari 22 pertandingan. Setelah kalah di derbi Milan, banyak orang tidak sabar menunggu kami tersandung. Namun, kami akan bekerja keras dan berharap dapat terus menampilkan performa seperti ini,” kata Inzaghi dikutip dari Sky Sport Italia.
Enam gol Inter dicetak para pemain yang berbeda. Hal ini sekaligus menegaskan betapa solidnya permainan Inter sebagai tim. Sejak laga dimulai, para pemain Inter sempat belum bisa bangkit setelah kalah dari Leverkusen. Lazio mengambil inisiatif sejak awal laga dengan terus menekan pertahanan Inter.
Namun, upaya serangan Lazio bisa diredam dengan baik oleh Inter yang tampil dengan formasi andalan, 3-5-2. Trio bek Inter, Yan Bisseck, Stefan de Vrij, dan Alessandro Bastoni, bermain sangat disiplin dan tanpa kompromi.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/17/05bb48b6-1935-44cf-9ad0-b54a4d624f03_jpg.jpg)
Tugas mereka dalam menghalau serangan Lazio turut dipermudah karena dua bek sayap, Denzel Dumfries dan Federico Dimarco, rajin turun untuk membantu pertahanan. Sementara di lini tengah, pertahanan Inter bertambah solid setelah empat pemain, yaitu Nicolo Barela, Marcus Thuram, Hakan Calhanoglu, dan Henrikh Mkhitaryan, membentuk box midfield (lini tengah yang terdiri dari empat pemain).
Dengan box midfield itu, Inter jadi punya kekuatan untuk memenangi perebutan bola di lini tengah.
”Nerrazzuri” telah mengukir rekor baru untuk gol yang dicetak di laga tandang dalam satu tahun kalender pada divisi teratas.
Di tengah kebuntuan, Inter justru mampu mencetak gol lewat eksekusi penalti Hakan Calhanoglu pada menit ke-41. Wasit memberikan hadiah penalti setelah tangan bek Lazio, Samuel Gigot, menyentuh bola hasil sundulan Denzel Dumfries. Gol Calhanoglu membuat mental para pemain Lazio runtuh. Empat menit berselang, giliran Federico Dimarco yang membobol gawang Lazio.
Gol Dimarco tercipta berkat kerja sama bagus dengan Dumfries sesama bek sayap. Dimarco mencetak gol tendangan voli seusai menerima umpan terukur dari pemain timnas Belanda tersebut.
Berkat manuver dari bek sayap itu pula, secara tidak langsung, Inter bisa mencetak gol ketiga lewat Barella pada menit ke-51. Saat fokus para pemain Lazio tersita karena menjaga pergerakan Dumfries dan Dimarco, Barella bisa leluasa mendapatkan ruang tembak.
”Saat bermain dengan penyerang di antara lini, mereka (Inter) menciptakan situasi penting, juga berkat pergerakan pemain sayap. Jadwal padat juga membuat pemain lelah, tetapi Anda tidak boleh kalah seperti ini. Ini pertama kalinya terjadi, tetapi tidak boleh terjadi melawan tim yang menghukum Anda saat mereka merebut bola,” ujar Pelatih Lazio Marco Baroni.
Tidak hanya piawai memberikan umpan dan menciptakan ruang, Dumfries juga bersinar di laga ini berkat sumbangan golnya pada menit ke-53. Belum puas dengan empat gol, Inter menambah penderitaan Lazio lewat gol Carlos Augusto pada menit ke-77 dan Thuram pada menit ke-90.
Gelontoran enam gol ke gawang Lazio membuat Inter kini telah mencetak 47 gol tandang di Liga Italia pada 2024. Berkat itu, ”Nerrazzuri” telah mengukir rekor baru untuk gol yang dicetak di laga tandang dalam satu tahun kalender pada divisi teratas.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/17/72c468b8-def6-4196-b8ff-80ccdc4b0798_jpg.jpg)
Kemenangan atas Lazio sekaligus membuat Inter kian dekat dengan puncak klasemen. Mereka kini berada pada peringkat ketiga dengan mengoleksi 34 poin. Perolehan poin Inter hanya berselisih tiga poin dengan Atalanta di puncak klasemen.
Kesempatan melampaui Atalanta pun masih sangat terbuka mengingat Inter masih memiliki satu pertandingan yang belum dimainkan.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari