Meski sudah mempelajari saksama gaya permainan Flick, upaya Corberan untuk menang selalu gagal. Akankah ia mengalahkan ketakutan terbesarnya pada kesempatan ketiga?
13 Sep 2025 17:11 WIB · Olahraga
BARCELONA, SABTU — Hansi Flick adalah sedikit contoh ketika upaya bisa saja mengkhianati hasil. Carlos Corberan mengusahakan banyak cara demi mengalahkan Flick, tetapi selalu berakhir kegagalan.
Dalam dua laga sebelumnya, Barcelona arahan Flick senantiasa menjadi pihak yang tersenyum di akhir. Kesempatan ketiga bagi Corberan untuk mengalahkan ketakutan terbesarnya tersaji saat Valencia menantang Barcelona di Stadion Johan Cruyff, Barcelona, Spanyol, Senin (15/9/2025) pukul 02.00 WIB.
Dua kekalahan Corberan bahkan terjadi dengan skor yang mencolok. Valencia total kebobolan 12 gol dalam dua laga dengan hanya berhasil mencetak satu gol. Kekalahan memalukan itu terasa tidak sepadan dengan upaya keras Corberan menandingi Flick. Jauh-jauh hari sebelum laga, Corberan menyaksikan banyak laga Barca dan menganalisis kelemahan sistem garis pertahanan tinggi Flick.
Pada pertemuan pertama, Corberan menggunakan sistem empat bek untuk mengimbangi kualitas lini depan Barca. Upaya itu gagal dan ia mencoba mempertebal pertahanan dengan menerapkan sistem lima bek pada pertemuan kedua. Malang bagi Corberan, upayanya itu lagi-lagi mampu dipatahkan Flick.
Mendapati usahanya belum membuahkan hasil, Corberan menyebutnya sebagai hal yang cukup menyakitkan. Apalagi, kegagalan datang dengan skor telak. Corberan bertekad meraih hasil positif pada pertemuan ketiganya dengan Flick.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/01/19b1357d2280014c5d5de290ee88b197-cropped_image.jpg)
”Tahun lalu kami menjalani dua pertandingan yang menyakitkan melawan mereka. Tidak seorang pun suka kalah, apalagi dengan cara seperti itu. Saat itu, kekalahan itu menyakitkan dan kami mencoba mengubahnya menjadi kemarahan serta motivasi untuk menunjukkan bahwa kekalahan ini tidak mewakili (komposisi) tim saat ini,” tutur Corberan dalam sesi konferensi pers jelang laga, dikutip dari Diario AS, Sabtu (13/9/2025).
Valencia melepas 13 pemain dan mendatangkan 10 pemain pada bursa transfer musim panas. Salah satu rekrutan anyar Valencia yang sukses mencuri perhatian adalah penyerang sayap kiri Arnaut Danjuma yang didatangkan secara gratis dari Villarreal.
Sejauh ini Danjuma sudah menyumbangkan satu gol dalam tiga laga. Perannya cukup sentral setelah dua kali bermain sebagai pemain mula dan satu kali sebagai pemain pengganti. Corberan optimistis komposisi timnya musim ini bisa menghadirkan hasil yang berbeda.
Persiapan matang pun sudah dilakukan Corberan demi menodai hegemoni Flick terhadap dirinya. Seperti biasanya, Corberan menganalisis cara bermain Barca musim ini yang tidak jauh berbeda dibandingkan dengan musim sebelumnya.
Flick mengubah Barca menjadi tim yang bermain lebih vertikal sehingga mengurangi ruang dalam menyerang. Dengan kata lain, serangan menjadi lebih banyak dimulai secara langsung dari lini belakang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/08/a0f400b31f7cb747ad4e48ab8949e167-FBL_ESP_LIGA_RAYO_VALLECANO_BARCELONA_132217632.jpg)
Dua kekalahan memberi cukup banyak pelajaran berharga bagi Corberan. Ia mengaku mendapatkan beberapa ilham untuk digunakan sebagai taktik mengantisipasi permainan vertikal Barca ala Flick.
”Kami (sempat) bermain dengan empat atau lima pemain belakang. Bagi saya sekarang, yang penting bukanlah formasi, melainkan konsentrasi dan respons terhadap apa pun yang terjadi dalam pertandingan,” ucapnya.
Tidak hanya Corberan yang punya rekor buruk menghadapi Flick. Dalam beberapa musim belakangan, Valencia pun lebih inferior di hadapan Barca terutama dalam laga tandang. Satu-satunya kemenangan terakhir Valencia di markas Barca terjadi pada April 2016. Saat itu, ”Blaugrana” masih diperkuat trio Lionel Messi, Neymar, dan Luis Suarez.
Satu-satunya pemain Valencia saat ini yang tersisa dari laga tersebut hanyalah Jose Gaya. Bek kiri berusia 30 tahun itu kini menjadi salah satu pemain paling senior Valencia sekaligus mengemban jabatan kapten tim.
Jika Gaya beroperasi di sisi kiri, sisi kanan pertahanan Valencia hampir pasti akan jadi milik Thierry Correia. Pemain 26 tahun asal Portugal itu telah pulih dari cedera panjang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/16/55c20c6ab0fa97a5d988eef6754b934e-Spain_Soccer_La_Liga_2_.jpeg)
Kehadiran Correia kembali ke tim mendongkrak motivasi para pemain Valencia lainnya. Correia punya kelebihan dari segi fisik dan daya tahan. Ia sanggup naik turun membantu serangan dan pertahanan.
”Dia bek kanan dengan kemampuan fisik di atas rata-rata, dengan daya ledak dan kecepatan yang sangat tinggi. Dia akan menjadi pemain yang sangat penting, tanpa diragukan lagi,” kata Corberan.
Selain kehadiran kembali Correia, motivasi para pemain Valencia juga tengah berlipat ganda seusai memetik kemenangan pada laga sebelumnya menghadapi Getafe. Kondisi ini bertolak belakang dengan Barca yang gagal melanjutkan tren positif setelah ditahan imbang Rayo Vallecano.
Setelah meraih dua kemenangan beruntun di awal musim, hasil imbang tersebut menahan laju Barca. Momentum ini tidak akan disia-siakan Corberan untuk mengalahkan Flick yang menjadi ketakutan terbesarnya.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra