Hansi Flick Menentang Hukum Repetisi

Flick melawan hukum repetisi. Dia tetap memakai cara yang sama, tetapi mendapatkan hasil berbeda saat melawan Atletico Madrid.

17 Mar 2025 11:00 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

Adalah sebuah kegilaan untuk berharap hasil yang berbeda, tetapi terus melakukan hal yang sama berulang kali. Kalimat terkenal aktivis hak-hak sipil Rita Mae Brown dalam bukunya, Sudden Death, itu bergema sepanjang sejarah dan bahkan menjadi semacam hukum repetisi. Petuah di baliknya adalah ada baiknya seseorang melakukan pendekatan berbeda untuk meraih hasil yang diinginkan. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Hansi Flick.

Kemenangan 4-2 Barcelona atas Atletico Madrid di Stadion Metropolitano, Senin (17/3/2025) dini hari WIB, menjadikan Flick sebagai pengecualian dari hukum repetisi tersebut. Pelatih Barcelona itu tahu Atletico punya antiformula terhadap idealisme menyerangnya. Meski tahu, Flick tidak melakukan perubahan pendekatan untuk melawan Atletico dan tetap bermain dengan garis pertahanan tinggi.

Pendekatan itu tidak pernah membawa Flick menang atas Atletico dalam dua laga semenjak menangani Barca musim ini. Pada pertemuan pertama, Barca kalah 1-2 di markas sendiri, Stadion Olimpiade Lluis Companys. Dengan cara yang sama pada pertemuan kedua di semifinal Piala Raja Spanyol, Barca kembali gagal menang setelah ditahan imbang 4-4.

Laga antara Barca dan Atletico menyajikan pertentangan idealisme antara Flick dan Diego Simeone. Kedua pelatih itu punya pemikiran yang bertolak belakang. Flick sangat menggilai sepak bola menyerang dengan bermain direct.

Pelatih Barcelona Hansi Flick (kanan) memeluk pelatih Atletico Madrid Diego Simeone usai laga Liga Spanyol di Stadion Metropolitano, Madrid, Minggu (16/3/2024). Barcelona menang 4-2 pada laga itu.

Sebaliknya, Simeone lebih kompromistis. Dia bersedia mengubah pendekatan tim sesuai dengan lawan yang dihadapi. Akan tetapi, Atletico cenderung bermain bertahan dengan sangat solid musim ini. Ini tecermin dari keberhasilan Atletico menjadi tim dengan jumlah nirbobol (clean sheet) terbanyak di liga (13 kali).

Dua pelatih dengan pendekatan bertolak belakang itu kembali bertemu. Atletico sulit mengembangkan permainan akibat agresivitas Barca sejak awal laga. Namun, Simeone selalu tahu cara memanfaatkan kelemahan garis pertahanan tinggi Barca.

Sisi sayap kanan pertahanan Barca yang ditempati Jules Kounde menjadi kunci bagi Atletico dalam membangun serangan. Kecenderungan Kounde untuk membantu serangan dan terlambat bertransisi dimaksimalkan Atletico. Lewat skema serangan balik, Julian Alvarez sukses mengonversi umpan pendek Giuliano Simeone pada pengujung babak pertama.

Kelihaian para pemain Atletico dalam mengeksploitasi garis pertahanan tinggi Barca pula yang membuat Alexander Sorloth menggandakan keunggulan mereka. Sorloth tergolong penyerang yang rajin membobol gawang Barca. Dia sudah masuk tiga kali sebagai pemain pengganti saat melawan Barca, dan tiga kali pula mencetak gol.

Pemain Barcelona Jules Kounde (kiri) berebut bola dengan pemain Atletico Madrid Julian Alvarez pada laga Liga Spanyol di Stadion Metropolitano, Madrid, Senin (16/3/2024) dini hari WIB. Alvarez mencetak satu gol, tetapi Barcelona menang 4-2 pada laga itu.

Pada saat pendekatan Flick serasa kembali tidak akan bekerja menghadapi Simeone, Robert Lewandowski muncul menyalakan harapan Barca berkat golnya.

Ferran Torres kemudian benar-benar menghindarkan Barca dari kekalahan. Mantan penyerang Manchester City itu berhasil mendapatkan ruang kosong di kotak penalti Atletico berkat pergerakan Lewandowski yang menarik bek lawan. Umpan terukur Raphinha diselesaikan dengan jitu oleh Torres.

”Saya senang dengan kepercayaan yang diberikan Flick. Ketika saya berada di atas lapangan, saya akan memberikan yang terbaik,” ucap Torres.

Masuknya Eric Garcia untuk bermain di lini tengah dan pergerakan Torres sebagai penyerang bayangan menjadi kunci kebangkitan Barca hingga mampu menyamakan kedudukan. Namun, hasil imbang saja tidak cukup memuaskan bagi Flick yang mengincar kemenangan perdana atas Atletico sejak menangani Barca.

Pemain Barcelona Ferran Torres mencetak gol ke gawang Atletico Madrid pada laga Liga Spanyol di Stadion Metropolitano, Madrid, Senin (16/3/2024) dini hari WIB. Alvarez mencetak satu gol, tetapi Barcelona menang 4-2 pada laga itu.

Dengan sedikit waktu yang tersisa, Barca membuat keajaiban lewat gol Lamine Yamal pada saat pertandingan tersisa beberapa menit lagi. Atletico yang sudah kehilangan kepercayaan diri akibat gol Yamal semakin terpuruk setelah Torres mencetak gol keempat yang menutup kemenangan Barca.

Berkat kemenangan ini, Barca mengoleksi 60 poin dan kembali merebut puncak klasemen dari Real Madrid, yang juga mengemas 60 poin, tetapi kalah selisih gol. Keunggulan Barca atas Real masih bisa melebar karena mereka masih memiliki satu laga melawan Osasuna yang belum dimainkan.

Flick harus menunggu hingga laga ketiga kontra Atletico untuk membuktikan bahwa idealisme sepak bola menyerangnya tidak keliru. Dengan itu pula Flick menjadi pengecualian bagi hukum repetisi. Di tangan Flick, cara yang sama ternyata bisa membuahkan hasil berbeda.

”Saat ini, saya rasa kami sangat percaya diri dengan cara bermain yang kami inginkan. Dan tentu saja, saat Anda menghadapi tim seperti ini, jika Anda membuat kesalahan, mereka akan memanfaatkannya. Mereka akan memanfaatkannya dan dapat menyakiti Anda,” ujar Flick. (REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji