Tanpa cukup istirahat, Real Madrid masih mampu meraih poin penuh atas Villarreal. Ancelotti mengancam menolak bertanding jika jadwal masih merugikan timnya.
16 Mar 2025 05:52 WIB · Olahraga
VILLARREAL, MINGGU — Real Madrid sukses mengudeta Barcelona dari puncak klasemen berkat kemenangan tipis 2-1 atas tuan rumah Villarreal di Stadion De La Ceramica, Minggu (16/3/2025) dini hari WIB. Kemenangan itu direbut dengan ”berdarah-darah” melawan kelelahan. Para pemain Real hanya mendapat jeda istirahat selama 66 jam dari laga sebelumnya. Padahal, waktu istirahat yang direkomendasikan minimal selama 72 jam.
Untuk menyiasati jadwal padat, Pelatih Real Carlo Ancelotti merotasi sejumlah pemain. Antonio Ruediger, yang menjadi penentu kemenangan Real pada drama adu penalti menghadapi Atletico Madrid di babak 16 besar Liga Champions Eropa, diistirahatkan. Demikian pula dengan Vinicius Junior yang pada laga ini baru bermain sebagai pemain pengganti pada menit ke-61. Laga panjang nan berat menghadapi Atletico pertengahan pekan lalu yang berlanjut hingga adu penalti membuat stamina para pemain Real terkuras.
Akibatnya, Real memulai laga dengan amat lamban. Situasi ini dimanfaatkan Villarreal dengan meningkatkan tempo serangan. Villarreal melepaskan enam tembakan tepat sasaran. Gol Villarreal dilesakkan Juan Foyth yang memanfaatkan kemelut di area kotak penalti Real saat momentum tendangan sudut Alex Baena. Organisasi pertahanan Real dalam mengantisipasi tendangan sudut Baena teramat kacau. Para pemain Real hanya terpaku pada arah datangnya bola tanpa mengawasi pergerakan lawan.
”Awalnya memang tidak bagus. Namun, itu wajar karena kami kurang istirahat dan kaki terasa sedikit lebih berat dari biasanya,” kata kiper Real Thibaut Courtois, dinukil dari laman klub.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/16/171964c5c8aae18a754a36598226e4e3-wires_photo_10_.jpg)
Gol dari Foyth menambah berat beban Real yang wajib menang untuk merebut posisi puncak klasemen dari Barcelona. Selain itu, Real berambisi mencetak kemenangan pertama di De La Ceramica. Sejak musim 2016-2017, belum sekali pun Real meraih kemenangan di markas ”Kapal Selam Kuning”. Pada pertemuan di De La Ceramica musim lalu, Real ditahan imbang 4-4. Stadion De La Ceramica seperti memiliki aura magis untuk menangkal Real.
Akan tetapi, tidak butuh waktu lama bagi Real untuk mencetak gol penyeimbang. Kylian Mbappe jadi penyelamat sepuluh menit berselang dari gol Foyth. Penyerang asal Perancis itu menempatkan posisi secara jeli untuk menyambar bola liar hasil tendangan Brahim Diaz yang diblok kiper Villarreal, Diego Conde.
Pada menit ke-23, Mbappe menggandakan keunggulan Real seusai memaksimalkan umpan silang mendatar dari Lucas Vazquez. Dua gol Mbappe turut membawanya bersaing dengan penyerang Barca, Robert Lewandowski, dalam perebutan ”El Pichichi” atau pencetak gol terbanyak liga. Lewandowski sejauh ini mengoleksi 21 gol, sedangkan Mbappe 20 gol. Hingga laga usai, skor akhir 2-1 untuk kemenangan Real tetap bertahan.
Sepanjang laga, para pemain Real terengah-engah ketika berlari mengejar dan merebut bola. Jeda istirahat yang singkat tidak dimungkiri sangat berpengaruh terhadap kebugaran mereka. Para pemain Real hanya mendapatkan waktu istirahat selama 66 jam seusai mengalahkan Atletico dalam laga panjang selama lebih dari 120 menit.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/16/c5e503309f5bac87b458cf5034356b2b-Spain_Soccer_La_Liga.jpeg)
Pihak Real sempat meminta kepada otoritas Liga Spanyol untuk mengubah jadwal pertandingan, tetapi tidak dikabulkan. Meski asosiasi Federasi Pesepak Bola Profesional Internasional (FIFPro) merekomendasikan jeda minimal selama 72 jam antarpertandingan, Liga Spanyol punya ketentuan tersendiri yang mengatur jeda antarpertandingan minimal selama 48 jam.
”Anda sedikit terbiasa dengan jadwalnya, tetapi tubuh Anda perlu istirahat, dan dalam pertandingan yang menuntut ini, Anda harus mempersiapkan diri secara mental untuk upaya tersebut. Jeda ini akan sangat baik bagi kami, tetapi kami harus tetap bekerja keras,” ujarnya.
Merasa jadwal padat akan merugikan timnya, Ancelotti mengatakan bakal enggan bertanding jika tidak ada solusi konkret terkait dengan masalah ini. Real masih bermain di tiga kompetisi besar musim ini, yaitu Liga Spanyol, Liga Champions Eropa, dan Piala Raja Spanyol. Dengan begitu, selalu ada kemungkinan bagi Real ke depannya mendapat jeda antarlaga kurang dari 72 jam.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/16/a1f9e32478572cfdce61cdd458231cdc-wires_photo_12_.jpg)
”Ini adalah terakhir kalinya kami akan bermain dengan istirahat kurang dari 72 jam. Kami tidak akan pernah melakukannya lagi. Kami telah meminta Liga Spanyol sebanyak dua kali untuk mengubah jadwal dan tidak ada yang terjadi. Maka, ini adalah yang terakhir kalinya,” kata Ancelotti.
Berkat kemenangan atas Villarreal, Real untuk sementara menguasai puncak klasemen dengan koleksi 60 poin. ”Los Blancos” berharap Barca yang turun ke peringkat kedua tertahan oleh Atletico Madrid pada laga lainnya.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .