Gregoria Mariska Tunjung melaju ke perempat final turnamen Kumamoto Masters. Dia menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang bertahan.
13 Nov 2025 17:11 WIB · Olahraga
Humas PP PBSI
KUMAMOTO, KAMIS — Indonesia hanya mengirimkan lima wakil pada turnamen bulu tangkis Kumamoto Masters BWF World Tour Super 500. Dari sedikitnya jumlah tersebut, hanya Gregoria Mariska Tunjung yang lolos ke perempat final.
Gregoria melangkah ke perempat final setelah mengatasi tekanan lawan pada babak kedua yang berlangsung di Kumamoto Prefectural Gymnasium, Kumamoto, Jepang, Kamis (13/11/2025). Dia tertinggal 1-13 pada gim pertama dari pemain tuan rumah ranking ke-43 dunia, Hina Akechi, kemudian berbalik menang dengan skor 23-21, 21-18.
Gregoria sebenarnya tak asing dengan babak perempat final turnamen BWF World Tour, termasuk pada level yang lebih tinggi, seperti Super 750 dan 1000. Dia bahkan meraih medali perunggu di Olimpiade Paris 2024.
Namun, perempat final Kumamoto Masters diraihnya pada fase sulit, bukan hanya dalam perjalanan di dunia bulu tangkis, melainkan juga dalam hidup sehari-hari. Dia terganggu vertigo, kondisi yang membuatnya pusing hingga mual dengan tiba-tiba sehingga kesulitan beraktivitas.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/13/93d2733a81c2ea08ac503cf818f17b48-WhatsApp_Image_2025_11_13_at_09.39.13.jpeg)
Gregoria mengalami kondisi itu sejak pertengahan April yang membuatnya absen dari turnamen hingga Juli. Atlet berusia 26 tahun itu kembali ke turnamen pada pertengahan Juli di Jepang Terbuka dan tampil dalam enam kejuaraan sejak saat itu. Hanya di China Terbuka, 22-27 Juli, dan Kumamoto Masters dia bisa melewati babak kedua. Gregoria menilai langkahnya di Kumamoto sangat berarti dengan momen yang dialami pada 2025.
”Kembali ke delapan besar harus disyukuri setelah banyak turnamen sebelum ini selalu kalah pada babak-babak awal. Langkah kecil ini sangat berarti untuk fase kembali dari sakit, juga jadi motivasi untuk selalu memberikan yang terbaik,” tutur Gregoria.
Salah satu perempat final tunggal putri sebenarnya bisa mempertemukan Gregoria dengan sesama pemain Indonesia, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi. Akan tetapi, atlet berusia 19 tahun tersebut kalah dari Asuka Takahashi, 21-10, 16-21, 12-21, yang akhirnya akan menjadi lawan Gregoria pada perempat final.
Dengan lawan yang memiliki pukulan dengan kekuatan besar, Dhinda bisa meredam pada gim pertama dengan cara bermain sabar. Namun, cara serupa tidak bisa diterapkan pada dua gim berikutnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/13/11228e366ec3d1cfa3597840d238dd41-WhatsApp_Image_2025_11_13_at_13.26.39.jpeg)
”Selain itu, pada telapak kaki sebelah kanan ada luka robekan yang cukup perih. Sudah ditahan, tetapi tetap merasakan tidak nyaman,” kata juara Indonesia Masters II Super 100 pada 2024 tersebut.
Pertandingan melawan Takahashi menjadi yang keenam beruntun bagi Dhinda yang berlangsung tiga gim. Selain babak pertama Kumamoto Masters, dia menjalani pertandingan tiga gim pada empat babak di Korea Masters Super 300, 4-9 November, dengan total waktu 5 jam 21 menit.
Korea dan Kumamoto Masters menjadi dua turnamen awal Dhinda pada struktur kejuaraan BWF World Tour. Dari pengalaman tersebut, dia memiliki berbagai faktor yang akan menjadi bahan perbaikan.
”Setelah dari sini, saya harus menambah power karena untuk bermain di level atas tidak cukup dengan keuletan. Saya juga harus memperbaiki stamina dengan gaya permainan reli yang saya punya ini,” katanya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/13/72a8166878a420b89d3ef6a8b6d3ed44-WhatsApp_Image_2025_11_13_at_13.33.33.jpeg)
Selain Dhinda, pemain Indonesia lainnya yang tersingkir pada babak kedua adalah Alwi Farhan dan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Alwi kalah dari pemain senior asal Taiwan, Wang Tzu Wei, 19-21, 12-21. Apriyani/Fadia juga kesulitan saat berhadapan dengan pasangan tuan rumah, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto, hingga kalah dengan skor 10-21, 16-21.
”Cukup disayangkan, saya tidak bisa memanfaatkan momentum keunggulan pada gim pertama. Lawan berubah secara drastis dengan menaikkan kecepatan yang membuat saya panik. Pada gim kedua, saya juga kurang bisa melawan diri sendiri,” kata Alwi yang akan melanjutkan penampilan ke Australia Terbuka, 18-23 November.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra