Warga menilai harga sembako yang melambung di hulu Sungai Mahakam saat kemarau karena mitigasi pemerintah tidak berjalan. Kondisi ini terjadi hampir setiap tahun.
30 Jul 2025 19:06 WIB · Ekonomi & Bisnis
BALIKPAPAN, KOMPAS — Melonjaknya harga bahan pangan saat Sungai Mahakam surut dinilai warga salah satunya karena mitigasi pemerintah tidak berjalan. Kejadian tahunan di Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, ini perlu langkah konkret karena turut membahayakan nyawa warga.
”Setiap tahun kami selalu menghadapi harga bahan pangan melonjak dan nyawa terancam saat bepergian melalui sungai,” ujar Lawing (60), warga Desa Long Tuyoq, Kecamatan Long Pahangai, Rabu (30/7/2025).
Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari merupakan kecamatan paling luar di Kalimantan Timur yang berada di hulu Sungai Mahakam. Memasuki musim kemarau pada pertengahan Juli 2025, jalur sungai surut.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2023/01/19/501d4bda-cccd-4a01-bd4a-8b1cc717cc3b.jpg)
Hal itu menyebabkan ongkos angkut muatan meningkat untuk menuju dua kecamatan tersebut. Sebab, sungai sebagai jalur satu-satunya menjadi sulit dilewati perahu. Harga beras 25 kg pun mencapai Rp 1,2 juta.
Selain itu, mobilitas orang turut terkendala. Sungai yang surut membuat banyak batuan menyembul menciptakan riam ganas. Pada Senin (28/7/2025), misalnya, sebuah perahu cepat terbalik saat melewati riam di sekitar Long Pahangai. Beruntung, tak ada korban jiwa.
”Ini peristiwa tahunan, semestinya sudah ada antisipasi sebelum kemarau. Kaltim ini tempat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), tapi masih ada warga yang menderita seperti kami,” ucap Lawing mengeluh.
Wakil Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia Djoko Setijowarno mencatat, Mahakam Ulu pada 2019 memiliki 18 kilometer jalan beraspal dari 737,587 kilometer jalan yang ada.
Menurut dia, kabupaten yang berbatasan dengan Malaysia ini bahkan sebagian warganya ada yang menyeberang ke negara tetangga untuk mencari penghidupan lebih baik.
Djoko menyebut, permasalahan di Mahakam Ulu adalah keterbatasan akses layanan transportasi. Mengingat moda transportasi darat dan udara tidak bisa berjalan maksimal, transportasi sungai diandalkan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2019/12/19/f2089afe-ab6e-4cea-9b35-38a1f61a8b10_jpeg.jpg)
Namun, transportasi sungai butuh biaya besar. Harga semen bisa mencapai Rp 500.000 per zak di Mahakam Ulu.
”Tidak bisa tidak, akses jalan menuju Kabupaten Mahakam Ulu harus segera dibangun untuk membuka keterisolasian,” katanya.
Mengingat kemarau adalah siklus tahunan, ia meminta pemerintah kabupaten dan provinsi mengembangkan kapal hovercraft. Itu adalah kendaraan amfibi yang beroperasi di atas bantalan udara, memungkinkannya bergerak di atas daratan, air, lumpur, dan permukaan lainnya.
”Mestinya Pemprov Kaltim bisa tiru Provinsi Aceh yang beli tiga kapal penyeberangan untuk pulau-pulau di Aceh. APBD Kaltim mampu untuk membeli kapal hovercraft,” kata Djoko, menyinggung APBD 2025 Kaltim Rp 20,9 triliun, mencakup belanja daerah.
Wakil Bupati Mahakam Ulu Yohanes Avun mengatakan, Bupati Mahakam Ulu telah menerbitkan surat keputusan mengenai siaga darurat bencana kemarau. Hal itu menjadi dasar untuk menggunakan dana belanja tidak terduga.
Selain mengirimkan beras Bulog ke kecamatan paling terdampak, pihaknya juga berkoordinasi dengan Pemprov Kaltim dan pemerintah pusat. Salah satu pembahasannya mengenai percepatan pembangunan jalan menuju daerah paling hulu Sungai Mahakam.
”Antisipasi ke depan, Dinas PUPR Mahakam Ulu ditugaskan memperbaiki jalan Ujoh Bilang ke Long Pakaq, membuka jalan dari Long Pakaq ke Tiong Ohang dan Tiong Ohang ke Long Apari,” kata Avun.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2019/12/19/7725d1b7-af4a-4813-8749-965c29648ec2_jpeg.jpg)
Selain itu, Avun menyebut pemerintah akan membangun gudang depo logistik pangan di Bandara Datah Dawai, bandara pesawat perintis di Kecamatan Long Pahangai. Titik tersebut akan dijadikan tempat penyimpanan stok pangan untuk kampung paling hulu Sungai Mahakam.
Adapun untuk mengurangi risiko kapal karam, Dinas Perhubungan Mahakam Ulu akan bekerja sama dengan perusahaan kayu yang beroperasi di sekitar hulu Mahakam.
”Berkoordinasi untuk penggunaan jalan logging perusahaan sehingga penumpang dan barang dapat diangkut dengan truk/mobil. Tidak perlu melewati riam panjang,” kata Avun.
Penulis:
Sucipto .Editor:
Harry SusiloPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar