Kane meraih trofi pertama setelah pencapaian 447 gol dan 694 laga dalam karier profesionalnya. Dahaga trofi Kane berakhir di Bayern, tim dengan tradisi juara.
05 Mei 2025 07:48 WIB · Olahraga
MUENCHEN, SENIN — Setelah menanti selama 14 tahun lebih sejak debut profesional, Harry Kane akhirnya meraih trofi mayor pertama. Sang penyerang menuntaskan dahaga gelar di usia 31 tahun bersama tim raksasa Jerman Bayern Muenchen. Kane sangat layak mendapatkan itu.
Kepastian Bayern menjuarai Liga Jerman didapatkan seusai tim pesaing Bayer Leverkusen bermain imbang dengan Freiburg 2-2 di Stadion Europa-Park, Minggu (4/5/2025) malam WIB. Bayern dengan 76 poin, dibuntuti Leverkusen (68 poin), tidak bisa dikejar lagi di dua pekan tersisa.
Kekecewaan Kane pun hanya bertahan semalam. Dia sempat berharap bisa merayakan gelar saat Bayern berhadapan dengan RB Leipzig pada Sabtu kemarin. Kane sampai bersiaga di pinggir lapangan walaupun sedang absen akibat akumulasi kartu. Namun, laga berakhir imbang 3-3.
Kane akhirnya meraih trofi untuk pertama kali sepanjang karier di klub dan negara. Dia membutuhkan 447 gol dan 694 pertandingan untuk mencapai prestasi tersebut. Kapten tim nasional Inggris itu sekaligus membuktikan, kutukan paceklik gelar yang melekat kepadanya hanya mitos belaka.
Menurut Kane, motivasi terbesar untuk juara adalah pembuktian diri. ”Banyak orang, sepanjang karier saya, yang hanya berbicara fakta bahwa saya belum pernah memenangi titel juara. Akan sangat bagus jika bisa membungkam beberapa di antara mereka,” ujarnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/05/601ff5e5891cdf5749c0912c90ef8306-Germany_Soccer_Bundesliga.jpeg)
Trofi itu tidak diraih dengan gratis. Bayern memang berstatus tim tersukses di Jerman. Namun, Kane pindah dari Tottenham Hotspur ke Bayern pada waktu yang kurang tepat. Pada musim pertamanya, 2023-2024, Bayern sedang berada di titik terendah bersama pelatih kepala Thomas Tuchel.
Perjalanan sebenarnya Kane baru dimulai musim ini bersamaan dengan masa transisi pelatih baru Vincent Kompany. Sang penyerang memegang peranan besar dalam kesuksesan Bayern di liga. Dia sudah mencetak 24 gol sejauh ini dan tercatat sebagai pemain tersubur di liga.
Jurgen Klinsmann, mantan penyerang Bayern dan Tottenham, berkata tidak ada yang lebih layak mendapatkan gelar itu dibandingkan Kane. ”Saya gembira karena dia sangat pantas (juara). Statistiknya benar-benar gila dan itu masih akan berlanjut sampai beberapa tahun lagi,” ujarnya kepada BBC Sport.
Wajar jika banyak yang beranggapan Kane seperti dikutuk tidak bisa juara. Dia sudah melewati banyak momen besar di klub dan negara, tetapi tidak pernah berujung kejayaan. Padahal, kontribusinya dari sisi individu tidak perlu diragukan lagi. Kane sangat konsisten selama satu dekade terakhir.
Kane, tiga kali peraih penghargaan pencetak gol terbanyak Liga Inggris, pernah membawa Tottenham ke final Liga Champions. Dia juga mengantar timnas Inggris ke partai puncak Piala Eropa 2020 dan 2024. Hasilnya, dia hanya menyaksikan tim lawan berpesta juara di tiga laga tersebut.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/07/15/8f460cbc-0c65-47b3-a382-b623b14933db_jpg.jpg)
Alih-alih dikutuk, kata Klinsmann, Kane hanya berada di tim yang kurang tepat. Kane mengabdi di Tottenham terlalu lama, dari akademi klub sampai usia 30 tahun. Seperti diketahui, Tottenham tidak punya tradisi juara yang kuat. Gelar juara terakhir ”Si Lili Putih” diraih pada 2008 di Piala Liga Inggris.
Begitu juga dengan di timnas. Terakhir kali ”Tiga Singa” bisa berjaya di turnamen besar adalah saat Piala Dunia 1966. Bersama Kane, prestasi Inggris justru meningkat drastis. Mereka bisa mencapai final lagi untuk pertama kali di 2020 dan mengulang prestasi serupa di 2024.
Situasi itu berbeda dengan di Bayern yang punya tradisi juara. Kane dikelilingi rekan-rekan yang bermentalitas pemenang. Dia tidak perlu menanggung beban sendirian, seperti di Tottenham. ”Saya selalu berkata, jika Harry meninggalkan Spurs, dia berpeluang juara,” ujar Klinsmann.
Klinsmann pernah membuktikan ucapan tersebut dalam kariernya. Dia pindah dari Spurs ke Bayern pada 1995. Di musim pertama bersama Bayern, penyerang legendaris itu langsung memenangi gelar liga domestik. Itu merupakan trofi liga satu-satunya dalam karier Klinsmann.
Usia hanyalah angka, begitu kata orang bijak. Banyak pemain hebat yang baru memenangi trofi saat sudah dekat dengan usia pensiun. Mantan penyerang timnas Inggris, Teddy Sheringham, sudah membuktikan itu lebih dulu. Dia merasakan kejayaan pertama saat usia 33 tahun.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/05/23c21d23aa7e7992d03e8031d1414d16-cropped_image.jpg)
Sheringham, tidak tanggung-tanggung, meraih tiga trofi sekaligus bersama Manchester United pada musim 1998-1999. Dia menjuarai Liga Inggris lebih dulu, lalu disusul Piala FA dan Liga Champions. Menariknya, seperti Kane, Sheringham juga pindah dari Tottenham sebelum meraih trofi pertama.
Kane baru akan berusia 32 tahun pada 28 Juli nanti. Usianya masih berada dalam fase emas jika dilihat dari produktivitas selama beberapa musim terakhir. Hal itu menandakan trofi liga di Bayern tidak akan menjadi yang pertama dan terakhir. Trofi-trofi lain menantinya di sisa karier. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari