Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi kembali menjadi anggota Kabinet Merah Putih meski sudah mengundurkan diri pada 21 April 2025.
06 Mei 2025 14:08 WIB · Politik & Hukum
JAKARTA, KOMPAS — Lebih dari dua pekan lalu menyatakan pengunduran dirinya dari Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan RI atau Presidential Communication Office of the Republic of Indonesia, Hasan Nasbi kembali memimpin institusi tersebut. Hasan pun mulai bekerja di Kantor PCO Gedung Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Jakarta, Selasa (6/5/2025).
”Saya diperintahkan untuk meneruskan memimpin PCO (Presidential Communication Office of the Republic of Indonesia),” kata Hasan saat dihubungi, Selasa. Akan tetapi, ia tidak menjelaskan sejak kapan perintah itu disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto kepada dirinya.
Hasan juga mengonfirmasi bahwa dirinya akan mulai kembali bekerja di Kantor PCO yang berada di Gedung Kwartir Nasional, Jakarta. Gedung tersebut berjarak sekitar 3 kilometer dari Istana Kepresidenan, Jakarta, tempat Presiden berkantor.
Kembalinya Hasan sebagai anggota Kabinet Merah Putih sudah terlihat sejak Senin (5/5/2025) sore. Kemarin, ia menghadiri Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Kepresidenan Jakarta. Dalam sidang kabinet yang dipimpin oleh Presiden dan dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu, Hasan hadir untuk mengikuti pengarahan Presiden di kursi yang bertuliskan Kepala PCO.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/06/2a1d9aa9-e34e-45d0-ab79-7e1828fc1aa9_jpg.jpg)
Akan tetapi, berbeda dengan para menteri dan kepala badan atau lembaga lainnya, Hasan tidak melewati jalan yang bisa diakses oleh awak media. Oleh karena itu, Hasan hanya terlihat berada di dalam ruang sidang kabinet.
Pada Senin malam, Tenaga Ahli Utama PCO yang juga Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi juga mengunggah foto Hasan yang tengah bersalaman dengan Presiden Prabowo di ruang Sidang Kabinet Paripurna. Dalam unggahan itu, Dedek menuliskan lirik lagu Eminem yang berjudul ”Without Me”. ”Guess who’s back, back again? Shady’s back, tell a friend. Guess who’s back. Guess who’s back,” tulis Dedek.
Dedek Prayudi juga mengunggah foto Hasan yang tengah bersalaman dengan Presiden Prabowo di ruang Sidang Kabinet Paripurna.
Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara yang juga ditunjuk sebagai Juru Bicara Presiden, beberapa hari sebelum Hasan mengundurkan diri, tidak menjawab saat dikonfirmasi apakah pengunduran diri Hasan ditolak oleh Presiden, Selasa pagi. Akan tetapi, pekan lalu, ia sempat menyebutkan bahwa bisa saja Presiden tidak menerima pengunduran diri Hasan. Sebab, setelah mendapatkan surat pengunduran diri dari Hasan, Presiden masih mempelajarinya.
”Clue-nya begini, Bapak Presiden sudah kami laporkan mengenai adanya rencana pengunduran diri dari Kepala PCO, Bapak Hasan Nasbi. Namun, beliau (Presiden Prabowo) menyampaikan bahwa, ’Saya akan mempelajari terlebih dahulu’,” ujar Prasetyo sambil menirukan ucapan Presiden kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (29/4/2025).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/29/2f43a132784e14ecc143229f28b53ee2-WhatsApp_Image_2025_04_29_at_23.13.42_2.jpeg)
Polemik pengunduran diri Hasan Nasbi mulai mencuat sejak 16 April lalu seiring dengan berembusnya kabar perombakan kabinet menjelang enam bulan pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran berjalan. Saat itu, beredar kabar bahwa pengunduran diri Hasan dipicu persoalan seretnya anggaran untuk institusi PCO. Selain itu, sosok Hasan juga menjadi kontroversi setelah menyampaikan komentar yang tidak empatik terhadap teror yang terjadi pada sebuah media massa.
Namun, pada hari yang sama, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menepis kabar itu. Teddy mengungkapkan bahwa dirinya baru saja mengikuti rapat bersama dengan Hasan.
Kendati kabar itu sudah ditepis oleh pihak Istana, beberapa hari setelahnya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan kabar bahwa dirinya ditunjuk oleh Presiden sebagai juru bicara. Ia pun mengusulkan agar peran tersebut dibantu oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo serta Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro. Ketiga tokoh yang menjadi juru bicara Presiden ini pun sempat mengadakan pertemuan dengan para wartawan yang bertugas di Istana Kepresidenan pada 21 April 2025.
Di tengah dinamika itu, Pada 29 April 2025, Hasan mengungkapkan pengunduran dirinya melalui video yang diunggah akun media sosial Total Politik. Video tersebut menampilkan rekaman hari terakhir Hasan menjadi Kepala PCO. Dalam unggahan itu juga Hasan menyebutkan, telah mengembalikan semua fasilitas negara yang ia dapatkan sesuai dengan jabatan yang diduduki.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/08/19/73ec3f4f-3bd8-4751-af27-b81e8389e5e8_jpg.jpg)
”Sudah pernah saya sampaikan kepada khalayak dalam beberapa tayangan podcast bahwa kalau ada sesuatu yang sudah tidak bisa lagi saya atasi atau kalau ada persoalan yang sudah di luar kemampuan saya, tidak perlu ribut-ribut, tidak perlu heboh-heboh, kita pun harus tahu diri dan kemudian mengambil keputusan untuk menepi. Maka, pada hari ini, 21 April 2025, sepertinya saat itu sudah tiba,” kata Hasan.
Pada hari yang sama dengan beredarnya pengakuan pengunduran diri Hasan, Prasetyo Hadi pun membenarkan bahwa Presiden Prabowo telah menerima surat pengunduran diri tersebut. Akan tetapi, Presiden belum menandatangani karena masih mempelajarinya. Selain itu, Prasetyo pun menekankan bahwa Istana belum sampai pada tahap mencari pengganti Hasan.
Penulis:
Kurnia Yunita RahayuEditor:
Madina Nusrat