Dejan/Fadia dan Adnan/Indah melawan unggulan pada babak pertama Indonesia Terbuka. Dejan/Fadia kalah, Adnan/Indah menang.
04 Jun 2025 13:20 WIB · Olahraga
JAKARTA, KOMPAS — Hari kedua turnamen bulu tangkis Kapal Api Indonesia Terbuka 2025 diwarnai penampilan dua ganda campuran Indonesia dalam waktu yang sama. Kedua pasangan itu menghadapi unggulan dalam pertandingan menghibur, tetapi dengan hasil berbeda.
Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil tampil pada pertandingan pertama di lapangan yang bersebelahan di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (4/6/2025), mulai pukul 09.00 WIB. Dejan/Fadia, yang bermain di lapangan 1, berhadapan dengan pasangan Thailand unggulan keenam, Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran. Adapun di lapangan 2, Adnan/Indah melawan Tang Chun Man/Tse Ying Suet (Hong Kong/1).
Disuguhi pertandingan wakil tuan rumah pada waktu bersamaan, perhatian penonton di Istora pun terbagi dua. Sorak-sorai tak berhenti terdengar ketika Dejan/Fadia mendapat poin, dilanjutkan poin dari Adnan/Indah.
Sebelum interval gim pertama, Dejan/Fadia unggul atas pasangan Thailand yang selalu mengalahkan mereka dalam tiga pertemuan sebelumnya. Sebaliknya, Adnan/Indah tertinggal.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/04/dda8e028-a267-42ac-a062-33af2626bfa1_jpg.jpg)
Namun, momentum berubah setelah interval. Dengan ritme permainan lebih cepat dibandingkan pertandingan Dejan/Fadia melawan Tang/Tse, Adnan/Indah berbalik unggul atas lawan. Mereka bahkan merebut gim kedua dengan lebih cepat dan menang dengan skor 24-22, 21-12. Sebaliknya, Dejan/Fadia kalah, 18-21, 13-21.
Adnan/Indah mengatakan, kunci kemenangan mereka adalah bermain tanpa beban ketika berhadapan dengan pemain unggulan.
”Orang lain pasti melihat mereka (Tang/Tse) di atas kami, tetapi kami nothing to lose saja. Mainnya juga lebih enak,” kata Indah.
Rasa bermain tanpa beban itu membuat Adnan/Indah merebut gim pertama setelah tertinggal 11-16 pada gim pertama. Adnan mengatakan, mereka berusaha mengurangi kesalahan dan yakin dengan permainan yang diterapkan.
Selain itu, berdasarkan pengalaman bertanding dengan pemain top dunia lain, ada celah yang akhirnya bisa dimanfaatkan dari Tang/Tse. ”Tidak seperti pemain lain, penampilan mereka sering tidak konsisten. Tadi juga seperti itu. Itu yang kami manfaatkan,” kata Adnan.
Meski demikian, mereka tetap menjadi pemain yang sulit dikalahkan. Setelah Tse pulih dari cedera pergelangan tangan, yang membuatnya absen pada tiga bulan pertama 2025, Tang/Tse langsung menjadi juara Asia. Setelah itu, mereka mencapai semifinal Thailand Terbuka dan final Singapura Terbuka. Namun, Tang/Tse tak dapat mempertahankan performa di Istora.
Sementara Dejan/Fadia masih kesulitan untuk mengalahkan ganda campuran nomor satu Thailand, Puavaranukroh/Paewsampran. Untuk keempat kalinya mereka disingkirkan ganda campuran peringkat keenam dunia itu setelah kalah di babak pertama Thailand Terbuka, final Thailand Masters, dan babak pertama Swiss Terbuka.
Dejan menyebutkan beberapa faktor tentang kesulitannya untuk mengalahkan Puavaranukroh/Paewsampran, salah satunya konsisten bermain baik sejak awal hingga akhir pertandingan. ”Pola permainan mereka sulit ditebak dan bisa tiba-tiba berubah. Dechapol juga mempunyai kemampuan menutup lapangan dengan baik. Kami kesulitan untuk memecah posisi mereka,” tutur Dejan.
Puavaranukroh, yang juga bermain di ganda putra bersama Kittinupong Kedren, berkali-kali mengecoh Dejan/Fadia dengan ritme permainan yang berubah. Setelah berkali-kali melancarkan smes yang membuat Dejan/Fadia bertahan di bagian belakang lapangan, Puavaranukroh melihat celah. Dia dengan cepat memukul bola dengan drop shot yang membuat kok jatuh di lapangan lawan dengan pukulan pelan. Dejan/Fadia pun tak dapat menjangkau pukulan tersebut.
”Kami sudah beradaptasi dengan perubahan pola main mereka, tetapi berkali-kali pula kami membuat kesalahan saat finishing. Itu yang harus diperbaiki,” ujar Fadia.
Setelah tersingkir pada ganda campuran, Fadia masih memiliki kesempatan bermain pada ganda putri. Berpasangan dengan Lanny Tria Mayasari, Fadia menjalani babak pertama pada Rabu sore melawan Go Pei Kee/Teoh Mei Xing (Malaysia).
Dua ganda putri lain akan mengawali penampilan pada Rabu adalah Ariya Nabila Thesa Munggaran/Az Zahra Ditya Ramadhani dan Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinara Nastine. Kedua pasangan itu menjadi bagian dari lima wakil Indonesia yang menjalani debut di Indonesia Terbuka.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/04/cab8a0c6-b8dc-46c9-9096-7e0840a89fda_jpg.jpg)
Debutan lain, yaitu Alwi Farhan dan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, memenangi babak pertama, Selasa.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti