MU akhirnya merasakan pengalaman Liverpool di final Piala Liga. Newcastle terlalu cepat, kuat, dan spartan dalam berduel. Apalagi Newcastle datang demi sang pelatih.
14 Apr 2025 07:34 WIB · Olahraga
NEWCASTLE, MINGGU — Bagi Manchester United, sangat sulit mencari alasan kekalahan telak 1-4 dari Newcastle United. Kiper Andre Onana yang sering menjadi ”kambing hitam” sudah ditepikan, tetapi hasil justru semakin buruk. Semua itu akibat gaya ”heavy metal” Newcastle yang sangat dominan dan MU tidak punya jawaban.
Onana tidak dibawa ke markas Newcastle, Stadion St James Park, pada Minggu (13/4/2025) malam WIB. Setelah dua blunder dalam laga versus Lyon di tengah pekan, Pelatih Kepala Ruben Amorim meninggalkan sang kiper demi alasan psikologis. Kiper pelapis Altay Bayindir mengisi kekosongan peran tersebut.
Bayindir yang menjalani debut di Liga Inggris sempat memberi harapan pada paruh pertama. Dia menggagalkan peluang emas penyerang lawan Alexander Isak. Namun, perubahan di bawah mistar tidak banyak berpengaruh. Selain kemasukan empat gol, Bayindir juga membuat blunder yang berujung gol pamungkas tuan rumah.
Setelah Onana, apakah Bayindir akan menjadi ”kambing hitam” selanjutnya? Sepertinya tidak. Bayindir hanya masalah kecil di antara kekalahan sistem MU dari Newcastle. Amorim mengakui itu. ”Terlalu banyak kesalahan karena Newcastle lebih kuat dalam perebutan bola kedua,” kata sang pelatih.
Kejatuhan MU terjadi pada paruh kedua. Setelah imbang 1-1 saat turun minum, Newcastle memainkan gaya ”heavy metal”. Isak dan rekan-rekan menekan konstan dengan garis pertahanan ekstra tinggi. Semua pemain berlari menutup ruang dan berduel keras dengan lawan untuk menciptakan kekacauan di separuh lapangan MU.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/14/25ecd7a5e289c43b2a938c776494bf1f-wires_photo_87_.jpg)
Ketika penguasaan berbalik, tim asuhan Pelatih Eddie Howe itu langsung menyerang secepat kilat. Mereka dengan tempo sangat tinggi mengusahakan momen kacau tersebut bisa berubah jadi peluang. Hasilnya tiga gol dari Harvey Barnes (dua gol) dan Bruno Guimaraes tercipta hanya dalam rentang kurang dari setengah jam.
Roy Keane, mantan kapten MU, berkata, ”Setan Merah” kalah dari segala aspek di lapangan. ”Newcastle luar biasa. MU saat ini lemah dari sisi fisik ataupun mentalitas. Newcastle terlalu cepat, terlalu kuat, dan lebih punya determinasi. Mereka pantas mendapatkan hasil itu,” ujarnya kepada Sky Sports.
Semua dari tiga kemasukan MU setelah paruh babak diawali dari kesalahan pemain di separuh lapangan sendiri. Dua bek Victor Lindelof (gol kedua) dan Noussair Mazraoui (gol ketiga), serta Bayindir memberikan cuma-cuma penguasaan ke Newcastle. Gol tercipta hanya beberapa detik setelah kesalahan tersebut.
Kesulitan MU mirip seperti yang dialami Liverpool ketika kalah dari Newcastle di final Piala Liga Inggris, akhir Februari lalu. Permainan tim asuhan Amorim tidak berkembang karena kalah dalam duel di tanah ataupun udara. Mereka pun serba salah dalam membangun serangan dari bawah ataupun dengan umpan-umpan panjang.
Kesulitan itu tecermin dari data Markstats. MU kehilangan bola sebanyak 50 kali di area sendiri akibat salah umpan atau dribel. Seluruh kesalahan itu dikonversi jadi lima tembakan oleh Newcastle. Dominasi Newcastle dalam perebutan bola bisa diwakili oleh bek Dan Burn yang mencatat 100 persen kemenangan duel (9 menang-9 duel).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/14/1199ccb1c4e7991bd500956b0f4f28ef-wires_photo_89_.jpg)
Alasan MU kalah telak, tidak seperti Liverpool, adalah kualitas pemain. Skuad ”Setan Merah” terlalu panik dan membuat kesalahan sendiri ketika berada dalam situasi tertekan. ”Sangat sulit untuk menang atas tim hebat seperti Newcastle, apalagi ketika kami membuat kesalahan untuk membantu mereka,” ucap Amorim.
Gaya bermain agresif ala Howe sudah berkali-kali menelan korban tim besar dengan pendekatan serupa sebelumnya, antara lain Arsenal, Liverpool, dan Chelsea. Wajar jika Manajer Manchester City Josep Guardiola menyebut gaya Newcastle yang mengandalkan fisik dan kecepatan adalah masa depan sepak bola modern.
Menariknya, level agresivitas Newcastle naik satu tingkat saat menjamu MU. Mereka ingin mempersembahkan kemenangan untuk sang pelatih yang sedang dirawat di rumah sakit. Adapun Howe tidak bisa mendampingi tim di pinggir lapangan. Asisten pelatih Jason Tindall menggantikan posisinya.
”Ketika kami ingin menuju ke lapangan, kami sudah sepakat akan bermain untuk dia (Howe). Dia adalah bagian dari kesuksesan kami sejauh ini. Dia sosok yang luar biasa bagi kami. Kami merindukannya di latihan. Semoga hasil ini memberikannya kebahagiaan dan dia bisa segera sembuh,” kata Guimaraes.
Newcastle telah menjadi salah satu tim terpanas di liga saat ini. Mereka mencatat lima kemenangan beruntun di seluruh kompetisi. Berkat tren positif, Newcastle sudah berhasil menembus peringkat ke-4 dengan 56 poin dari 31 laga. Mereka difavoritkan untuk meraih tiket Liga Champions musim depan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/14/2f5528613e0b65fdd2ef15ae35d60d8b-wires_photo_90_.jpg)
Newcastle sekaligus mempertegas dominasi atas MU pada musim ini. Menurut Opta, Isak dan rekan-rekan berhasil menyapu bersih dua pertandingan liga untuk pertama kali sejak musim 1930-1931. Adapun ”Si Burung Murai” juga meraih kemenangan di kandang MU, 2-0, pada Desember lalu.
Di sisi lain, MU semakin terpuruk di papan tengah klasemen. Mereka menempati peringkat ke-14 dengan 38 poin dari 32 laga, hanya terpaut tiga poin dari tim peringkat ke-17 West Ham United. Beruntung, tiga tim di zona degradasi sudah terlalu jauh untuk bisa bangkit pada enam laga tersisa. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .