KEKERASAN TERHADAP ATLET

Hendra Basir Dipecat, Panjat Tebing Rombak Tim Kepelatihan

Usai kasus dugaan kekerasan di panjat tebing, perombakan dilakukan lewat penunjukan pelatih baru dari Jatim dan peniadaan posisi pelatih kepala. Ada pula tim monev.

05 Mar 2026 07:05 WIB · Olahraga

KOMPAS/REBIYYAH SALASAH

Oleh Rebiyyah Salasah

BEKASI, KOMPAS — Federasi Panjat Tebing Indonesia memecat Hendra Basir sebagai pelatih kepala tim nasional sebagai imbas dugaan kekerasan seksual dan kekerasan fisik terhadap atlet. Untuk persiapan sejumlah agenda kompetisi tahun ini, termasuk Asian Games, federasi merombak tim kepelatihan, meniadakan posisi pelatih kepala, serta membentuk tim monitoring dan evaluasi atau monev.

Kendati proses investigasi internal masih berjalan dan proses hukum baru dimulai terkait dugaan kekerasan terhadap atlet, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) memutuskan memecat Hendra Basir. Pemecatan dilakukan setelah Hendra dinonaktifkan sebagai buntut adanya aduan delapan atlet terkait kekerasan fisik dan kekerasan seksual di lingkungan pemusatan latihan nasional.

FPTI kemudian menunjuk Galar Pandu Asmoro asal Jawa Timur sebagai pelatih panjat tebing nasional disiplin speed. Galar dibantu dua asisten pelatih, yaitu Gunawan Santoso dan Fitriyani. Untuk disiplin lead dan boulder, FPTI menunjuk pelatih dari provinsi yang sama, Rindi Sufriyanto, beserta dua asistennya, yaitu Amri dan Solikhin.

Ketua Umum Pengurus Pusat FPTI Yenny Wahid mengungkapkan, dengan berlakunya surat keputusan tentang tim kepelatihan baru yang terdiri dari Galar dan kawan-kawan, per Rabu (4/3/2026), Hendra Basir dipecat tidak dengan hormat dari jabatannya sebagai pelatih kepala. Yenny berkata, pemecatan Hendra yang tanpa menunggu hasil investigasi ataupun proses hukum dilakukan guna memenuhi komitmen perlindungan atlet.

”Dari (pengaduan), kami sudah berani menyimpulkan bahwa ini pelanggaran kejahatan yang sangat serius. Itulah kenapa kami kemudian membuat keputusan segera memberhentikan tidak hormat,” ujar Yenny dalam konferensi pers di pemusatan latihan nasional panjat tebing di Hotel Santika Premiere Kota Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (4/3/2026).

Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Infonesia, Yenny Wahid, menyampaikan keterangan pers di Hotel Santika Premier Kota Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (4/3/2026).

Adapun tim kepelatihan baru terbentuk lewat tim transisi agar atlet-atlet tetap terfasilitasi dalam latihan dan program pembinaan prestasi olahraga tetap berjalan di tengah proses investigasi dan proses hukum. Tim transisi dibentuk bersamaan dengan tim investigasi atau tim pencari fakta guna menindaklanjuti laporan dugaan kekerasan fisik dan seksual.

Tim kepelatihan baru juga segera dibentuk karena sejumlah agenda kompetisi telah menanti para atlet. Terdekat, para atlet akan mengikuti kualifikasi Asian Games di China, April. Setelah itu, mereka akan mengikuti seri Piala Dunia dan Asian Games.

Dengan penunjukan Galar dan kawan-kawan, FPTI juga otomatis mengubah struktur dalam tim kepelatihannya. Sebelumnya, Hendra Basir merupakan pelatih kepala yang membawahkan tiga disiplin sekaligus. Namun, posisi pelatih kepala kemudian ditiadakan karena dinilai rawan disalahgunakan mengingat kewenangan dan dominasi yang terlalu besar.

Salah satu penyeleksi pelatih yang berada dalam tim transisi, Bayu Tresna, mengatakan, penunjukan pelatih dilakukan melalui rekrutmen tertutup. Pemilihan diawali penyaringan portofolio berdasarkan data yang dimiliki FPTI, terutama untuk melihat sertifikasi kepelatihan kandidat.

Setelah itu, para kandidat diminta mengirimkan rencana kepelatihan selama satu periode. Rencana ini dikirimkan bersama dengan profil dan portofolio yang mereka susun. Hasil analisis tim berdasarkan rencana dan profil tersebut kemudian direkomendasikan kepada pengurus FPTI.

Pelatih panjat tebing Indonesia disiplin speed, Galar Pandu Asmoro (paling kiri); asisten pelatih speed, Fitriyan (dua dari kiri); pelatih lead dan boulder, Rindi Sufriyanto (tiga dari kiri), saat diperkenalkan sebagai tim kepelatihan baru di pemusatan latihan nasional panjat tebing di Hotel Santika Premier Kota Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (4/3/2026). Tim kepelatihan baru dibentuk setelah pemecatan Hendra Basir imbas kasus dugaan kekerasan seksual dan fisik di lingkungan pelatnas.

”Idealnya perekrutan terbuka, tetapi waktu tidak memungkinkan, salah satunya karena kita harus sudah mempersiapkan Asian Games. Jadi, tidak diumumkan rekrutmen terbuka, melainkan pemilihan tertutup,” ujar Bayu.

”Namun, kami jamin dengan data yang kami miliki, juga data yang didapatkan dari mereka, kredibilitasnya dapat dipertanggungjawabkan,” ucap Bayu, yang kini mengemban tugas dalam tim monitoring, evaluasi, dan performa analisis.

Galar, peraih dua emas panjat tebing di SEA Games Jakarta-Palembang 2011, dihubungi manajer tim Wahyu Pristiawan Buntoro pada 24 Februari untuk diminta mengirimkan rencana pelatihan dan portofolio. Selang tiga hari, dia diminta ke pelatnas panjat tebing dan ternyata ditunjuk menjadi pelatih nasional.

Galar mengatakan, fokus utama tim kepelatihannya adalah membangkitkan semangat para atlet setelah adanya kasus dugaan kekerasan di lingkungan mereka. ”Setelah kejadian ini, saya rasa semua terdampak, semua benar-benar dalam posisi down,” kata Galar.

”Jadi, fokus kami membangkitkan semangat atlet dan keyakinan mereka bahwa mereka bisa bangkit lagi dan menyumbangkan prestasi untuk negara,” tutur atlet panjat tebing yang pensiun pada 2016 ini.

Pelatih panjat tebing Indonesia disiplin speed, Galar Pandu Asmoro menjawab pertanyaan wartawan saat diperkenalkan sebagai tim kepelatihan baru di pemusatan latihan nasional panjat tebing di Hotel Santika Premier Kota Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (4/3/2026). Tim kepelatihan baru dibentuk setelah pemecatan Hendra Basir imbas kasus dugaan kekerasan seksual dan fisik di lingkungan pelatnas.

Sementara Galar merupakan wajah baru di tim kepelatihan panjat tebing, Rindi sebelumnya sudah menghuni pelatnas sebagai route setter atau pembuat jalur. Praktis, hanya Rindi yang tersisa setelah perombakan tim kepelatihan lama.

Seperti halnya Galar, Rindi juga mantan atlet panjat tebing. Bersama Muhammad Hinayah dan Abudzar Yulianto, Rindi mempersembahkan medali emas panjat tebing nomor speed relay Asian Games Jakarta-Palembang 2018.

Manajer tim pelatnas panjat tebing Indonesia, Wahyu Pristiawan Buntoro, mengatakan, selain merombak tim kepelatihan, FPTI juga memperkuat manajemen dan fungsi kontrol dengan melibatkan perwakilan pengurus provinsi sebagai tim pengarah.

Tim pengarah membawahkan tim monitoring, evaluasi, dan performa analisis yang baru pertama kali dibentuk dan berisikan tim yang sebelumnya ditunjuk untuk rekrutmen pelatih. Di dalamnya ada mantan ”ratu” panjat tebing Indonesia, Aries Susanti Rahayu.

Atlet panjat tebing  Indonesia, Aries Susanti Rahayu, berhasil menyumbangkan medali emas setelah di final  mengalahkan rekannya, Puji Lestari, dalam final speed putri cabang panjat tebing Asian Games 2018 di Arena Panjat Tebing, Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (23/8/2018).

Sementara perubahan juga terjadi pada susunan atlet pelatnas meskipun bersifat minor. Terdapat penambahan beberapa atlet untuk masuk tim nasional.

Di speed, misalnya, ada nama Rian Gordon Sitorus (Sumatera Utara) dan Aditya Tri Syahria (Jawa Tengah) yang sebelumnya tidak dipanggil ke pelatnas. Ada pula Berthdigna Devi Surya Kusuma (Jawa Tengah) yang sebelumnya menjalani pelatnas desentralisasi.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti