Hendra Setiawan akan menyelesaikan perannya sebagai pebulu tangkis. Sebelum memutuskan kembali ke dunia bulu tangkis atau tidak, Hendra terjun ke dunia bisnis.
06 Des 2024 10:20 WIB · Olahraga
Sosok Hendra menjadi perbincangan di dunia bulu tangkis sesaat setelah mengumumkan akan segera pensiun. Melalui akun Instagram, pada Selasa (3/12/2024) malam, salah satu pemain ganda putra terbaik di dunia itu mengatakan akan menyelesaikan 35 tahun perjalanannya di dunia bulu tangkis dengan tampil di Indonesia Masters 2025.
Penggemarnya, komentator bulu tangkis internasional, dan bintang-bintang bulu tangkis dunia sontak memberikan komentar. Banyak yang menyatakan kesedihan karena idola mereka akan berpamitan, tetapi lebih banyak yang memberikan apresiasi.
Tak hanya sederet prestasi besar yang diraih bersama Markis Kido dan Mohammad Ahsan, seperti meraih emas Olimpiade Beijing 2008, empat kali juara dunia, juara Asia, juara Asian Games, dan juara Piala Thomas, yang membuat sosok berusia 40 tahun itu mendapat pujian. Hendra dihargai dan disegani karena sikapnya yang rendah hati, bahkan, setelah dia meraih rangkaian gelar itu.
Sesama pebulu tangkis Indonesia tahu bahwa Hendra adalah sosok rendah hati, disiplin, berdedikasi tinggi, dan profesional di dalam dan luar lapangan. Meski menjadi pemain paling senior yang berlatih di pelatnas, walaupun hanya berstatus atlet sparring, dia menjalani latihan sama seperti adik-adiknya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2021/11/23/9771f68a-3a09-4560-91a2-753f9a2e4e0f_jpg.jpg)
Karakter yang dilihat oleh atlet Indonesia itu dirasakan oleh pebulu tangkis negara lain. Hendra/Ahsan, bahkan, sering kali diajak foto bareng oleh pemain yang menjadi lawan mereka.
”Legenda yang paling saya hormati di hati saya. Hendra adalah inspirasi saya dan yang menjadi alasan saya bermain ganda putra,” kata pemain ganda putra Malaysia, Soh Wooi Yik.
”Selamat menjalani masa pensiun Hendra! Salah satu pemain terbesar ganda putra. Kamu menjadi inspirasi banyak generasi dengan caramu bermain dan kerendahan hati. Mendukung ’Daddies’ dalam beberapa tahun terakhir sangat menyenangkan. Semoga babak berikutnya penuh kegembiraan dan pencapaian,” tutur Pusarla V Sindhu, tunggal putri India.
Ganda putra Jepang, Hugo Kobayashi, yang langsung menghubungi Hendra untuk datang ke Jepang mengungkapkan kesedihannya. ”Tentu saja saya sangat senang dengan permainanmu, tetapi saya sangat suka dengan sikap rendah hatimu,” katanya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/12/26/8c9f44f0-039f-4003-9204-a6d1ae0df3d9.jpg)
Dalam setahun ini, kami hanya sekali masuk final, lebih sering kalah pada babak-babak awal. Saya tidak enak pada sponsor.
Mantan atlet yang menjadi komentator turnamen untuk Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Gillian Clark, merangkum sosok Hendra di dalam dan luar lapangan dengan menyebutnya GOAT: greatest of all time (terhebat sepanjang masa). Di arena tenis, sebagai sesama cabang olahraga individu, julukan itu diberikan pada atlet tertentu, seperti Roger Federer, Rafael Nadal, Novak Djokovic, dan Serena Williams.
Saat ditemui di arena Kejuaraan Nasional Bulu Tangkis di GOR UNJ, Jakarta, Kamis (5/12/2024), Hendra bercerita, semula, dia akan mengunggah pengumuman pensiunnya pada 1 Januari 2025. ”Tapi kemudian saya pikir, sekarang aja deh,” katanya.
Tak seperti beberapa kali rencana pensiun yang pernah diucapkannya, seperti setelah Olimpiade Tokyo 2020, yang kemudian dinilai prank oleh badminton lover (BL), kali ini rencana pensiunnya serius.
”Dalam setahun ini, kami hanya sekali masuk final, lebih sering kalah pada babak-babak awal. Saya tidak enak kepada sponsor. Meskipun mereka bilang tidak apa-apa, kami punya tanggung jawab kepada sponsor untuk memberikan prestasi,” kata Hendra.
Dengan usia Hendra 40 tahun dan Ahsan (37), tak terelakkan bahwa kecepatan mereka menurun, meski kemampuan teknis dalam membaca permainan dan mengecoh lawan dengan pukulan effortless tak hilang. Duet ayah dengan masing-masing tiga anak berjulukan ”The Daddies” ini mengikuti 13 turnamen sepanjang 2024. Mereka menembus final hanya di Australia Terbuka, selebihnya tersingkir pada dua babak awal.
Setelah kalah pada babak pertama China Masters, 19-24 November, turnamen terakhir pada 2024, Hendra memantapkan untuk pensiun. Last dance bersama Ahsan akan terjadi pada turnamen Indonesia Masters di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, 21-26 Januari 2025.
Rencana pensiun itu diceritakan kepada keluarganya. Silvia Anggraeni, mantan pebulu tangkis yang merupakan kakak Hendra, bahkan, meminta adiknya itu pensiun sejak 2023.
”Waktu itu, dia masih mau ngejar Olimpiade Paris 2024. Saat tahun ini bilang akan pensiun, saya dukung. Sudah cukuplah kariernya. Mereka pun sudah kalah bersaing dengan pemain-pemain muda,” kata Silvia.
Silvia, istri dari mantan pebulu tangkis Hendrawan, bercerita, keluarga tak ada yang menduga bahwa si bungsu dari tiga bersaudara itu akan mempunyai nama besar dan dihormati banyak orang. ”Apalagi, Hendra orangnya pendiam. Bahkan, tidak semua anggota keluarga bisa ngobrol nyaman dengan dia. Saya pernah bilang bahwa dia harus belajar untuk bisa ngomong lebih banyak,” tutur Silvia.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/19/cec3579c-2bb8-4618-b845-af1a4b62bd99_jpg.jpg)
Setelah memastikan akan pensiun, Hendra menyampaikan rencana tersebut kepada PP PBSI, sponsor, dan PB Jaya Raya Jakarta, klub yang membesarkannya. Di GOR UNJ pada Kamis siang, dia mendengarkan masukan dari Ketua Harian PB Jaya Raya Imelda Wigoeno.
Meski tak ingin meninggalkan dunia bulu tangkis sepenuhnya, Hendra belum berpikir untuk langsung melanjutkan karier di dunia yang sama, seperti menjadi pelatih. Dia dalam proses terjun ke dunia bisnis berkat pemilik Waroeng Steak and Shake, Jody Brotosuseno. Perusahaan kuliner itu menjadi sponsor Hendra/Ahsan selama empat tahun.
”Kami sering ngobrol masalah bisnis. Dia sangat terbuka kalau saya mau belajar bisnis. Barusan diajak rapat, pusing juga, ya, lihat banyak angka,” kata Hendra.
Ilmu bisnis yang dipelajarinya itu diwujudkan dengan membuka restoran masakan Padang di Yogyakarta, bekerja sama dengan beberapa pihak, yang menurut rencana diresmikan Januari 2025.
”Untuk menjadi pelatih, nanti dipikirkan lagi. Sementara ini, saya akan mengurus bisnis dulu. Ada tempat biliar juga di Bali. Saya juga mau berlibur dulu bersama keluarga,” katanya.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Wisnu Aji Dewabrata