PIALA DUNIA 2026

Hey Jude, Harapan Inggris Ada di Pundakmu

Jude Bellingham menjadi harapan Inggris menghadapi fase gugur Piala Dunia 2026 yang diawali laga melawan RD Kongo pada babak 32 besar.

29 Jun 2026 07:57 WIB · Olahraga

AP

Oleh Prasetyo Eko Prihananto dari New Jersey, Amerika Serikat

Ketika Inggris hampir frustrasi dengan kokohnya tembok pertahanan Panama, Jude Bellingham hadir sebagai pemecah kebuntuan. Melalui sontekan kaki kirinya memanfaatkan umpan sepak pojok Bukayo Saka, gelandang berusia 22 tahun itu menaklukkan kiper Orlando Mosquera.

Hanya lima menit setelah mencetak gol pada menit ke-62, Bellingham berperan besar atas gol kedua Inggris. Umpan silang cantiknya dimanfaatkan dengan sempurna oleh Harry Kane untuk mencetak gol ketiganya di Piala Dunia 2026.

Selepas laga, ribuan suporter Inggris bertahan di stadion untuk merayakan kemenangan dengan menyanyikan sejumlah lagu legendaris. Lagu ”Hey Jude” milik The Beatles pun berkumandang sebagai bentuk serenada atau pujian kepada Jude Bellingham yang telah mencetak dua gol di turnamen.

”And don’t you know that it’s just you, hey Jude, you’ll do. The movement you need is on your shoulder….”

Penampilan Bellingham yang brilian tersebut memberi harapan baru bagi Inggris yang ingin mengakhiri paceklik gelar 60 tahun. Dalam performa puncak, sulit untuk menghentikan gelandang Real Madrid itu.

Bellingham akan kembali menjadi harapan Inggris saat menghadapi RD Kongo pada laga babak 32 besar di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Georgia, Rabu (1/7/2026) pukul 23.00 WIB. Gelandang klub Real Madrid ini adalah definisi sempurna seorang pemain tengah modern. Ia memiliki energi, fisik, teknik, visi, dan insting gol yang tajam.

Jude Bellingham merayakan golnya ketiga selama pertandingan sepak bola Grup L Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Kroasia di Stadion Dallas di Arlington, Rabu (17/6/2026). 

(Foto oleh Paul ELLIS / AFP)

England's midfielder #10 Jude Bellingham celebrates after scoring his team's third goal during the 2026 World Cup Group L football match between England and Croatia at the Dallas Stadium in Arlington on June 17, 2026.  (Photo by Paul ELLIS / AFP)

Semua itu dia tampilkan ketika menghadapi Panama. Absennya Declan Rice yang kurang bugar memaksa Pelatih Thomas Tuchel memasang Bellingham sebagai satu dari dua gelandang jangkar bersama Elliot Anderson dalam formasi 4-2-3-1. Posisinya lebih di belakang dari Morgan Rogers yang berposisi sebagai gelandang serang.

Posisi itu sangat berbeda dengan perannya di Real Madrid yang lebih sebagai gelandang serang. Kendati demikian, Tuchel memang memberi Bellingham keleluasaan untuk bergerak di lini tengah.

Quote

Dia adalah pemain kunci. Tugas kami adalah mendukung dan membantunya untuk menjadikannya versi terbaik dirinya.

Ia bisa bertahan, memotong serangan lawan, lalu memulai transisi serangan. Salah satu kelebihan terbesarnya adalah kemampuan membaca ruang (space awareness). Ia tahu persis kapan harus menunggu maupun menusuk kotak penalti lawan. Insting golnya terbukti dengan sontekannya yang membuka kemenangan Inggris.

Tenang bak veteran

Meskipun usianya masih sangat muda, Bellingham bermain dengan ketenangan seorang veteran. Ia adalah salah satu pemain Inggris yang press-resistant, tak mudah panik saat ditekan dan pandai menjaga bola. Visi dan kejeliannya menciptakan peluang berbuah satu asis kepada Kane.

Perpaduan semua kemampuan itu membuatnya menjadi salah satu gelandang terbaik di dunia saat ini. Selain mewaspadai Kane, RD Kongo yang akan menjadi lawan pada babak 32 besar harus bisa meredam aksi Bellingham, seperti ketika mereka meredam aksi Cristiano Ronaldo saat bertemu Portugal pada babak penyisihan grup.

Menarik ditunggu apakah Tuchel akan tetap mempertahankan posisi Bellingham saat Declan Rice juga tampil menghadapi RD Kongo. Saat menghadapi Ghana, Rice berduet dengan Anderson di belakang, sementara Bellingham menempati posisi gelandang serang.

Akan tetapi, pada laga itu Bellingham tak bermain efektif sehingga Inggris tak mencetak gol. Itu karena Bellingham dan Kane terisolasi di lini depan, membuat serangan Inggris minim imajinasi.

Alternatifnya adalah Tuchel sedikit memodifikasi formasi menjadi 4-3-3, menempatkan Bellingham sebagai bagian dari tiga gelandang bersama Anderson dan Rice. Saat menguasai bola, formasi berubah menjadi 4-1-4-1 yang sangat dinamis dengan membentuk pola berlian di lini tengah.

Anderson bermain sebagai gelandang jangkar tunggal (peran nomor 6), sementara Rice didorong sedikit lebih ke depan menjadi gelandang box-to-box (nomor 8) bersama Bellingham.

Di depan, Harry Kane sering turun ke bawah menjadi penyerang semu (false nine) untuk menarik bek lawan, sementara penyerang sayap seperti Noni Madueke menusuk ke dalam kotak penalti. Taktik ini sukses membawa Inggris meraih kemenangan 4-2 atas Kroasia, tim yang di atas kertas merupakan lawan terberat di grup.

Peran nomor 8 yang bebas ini membuat Bellingham jauh lebih berbahaya karena ia bisa menampilkan visinya dengan lebih banyak menguasai bola. Ia bisa mundur menjemput bola, lalu tiba-tiba menusuk kotak penalti dari lini kedua untuk menyelesaikan peluang ataupun memberikan peluang kepada pemain lain.

Infografik Prediksi Final dan Juara Piala Dunia 2026

Bellingham mengatakan, kendati sudah mencapai tujuan untuk menjadi pemuncak grup, Inggris masih harus memperbaiki permainan saat menghadapi babak gugur.

”Kami memiliki tujuan sebelum turnamen dimulai. Kami mencapai tujuan pertama, yaitu menjuarai grup. Kami tahu level kami di mana dan apa yang ingin kami capai. Setiap hari, kami mencoba untuk terus berkembang dan itu semua bergantung pada kami untuk melakukannya,” kata Bellingham selepas laga itu.

Tuchel pun memuji penampilan Bellingham yang mulai menemukan bentuk permainan terbaiknya. ”Dia sedang berada di performa terbaiknya setelah cedera, dia sangat gembira bisa bermain, dan dia merasa bebas kini. Mudah-mudahan, dia bisa bermain dengan intensitas seperti itu juga dalam waktu yang singkat,” kata Tuchel.

Posisi Bellingham sempat diragukan di skuad Inggris akibat cedera yang dialaminya, hal yang membuatnya hanya tampil dalam dua laga dari delapan laga ”Tiga Singa” selama periode September hingga Maret.

Cedera bahu dan hamstring juga mengakibatkan penampilannya bersama Real Madrid memburuk, tetapi kini ia telah kembali ke performa puncak dalam waktu yang tepat bersama Tiga Singa di Piala Dunia 2026.

”Itulah mengapa kami menjaganya saat ini setelah 60 hingga 70 menit. Kami melihat dalam beberapa bulan terakhir dia tidak bermain dalam intensitas tinggi di klub dan timnas,” ucap Tuchel.

Menurut Tuchel, Bellingham menjadi harapan Inggris untuk bisa melaju sejauh mungkin di Piala Dunia 2026. ”Dia adalah pemain kunci, dia perlu bermain dengan intensitas yang tinggi. Tugas kami adalah mendukung dan membantunya untuk menjadikannya versi terbaik dirinya,” ujar Tuchel.

England's head coach Thomas Tuchel walks on the practice pitch ahead of a training session for the national soccer team in Palm Beach Gardens, Fla., Tuesday, June 2, 2026, ahead of the World Cup soccer tournament. (AP Photo/Rebecca Blackwell)

Mengenai kemungkinan komposisi pemain pada laga 32 besar, Tuchel mengatakan, persaingan antarpemain dalam skuad akan berbuah positif karena semuanya ingin memberikan yang terbaik agar dipilih oleh pelatih. Tuchel belum memastikan apakah akan kembali memasang Morgan Rogers saat menghadapi RD Kongo atau mengembalikan Bellingham ke posisi lebih ke depan di belakang Kane.

”Kami juga mendorong Morgan untuk bertarung memperebutkan tempatnya. Namun, ini bagus karena kami memilikinya dengan semangat seperti itu,” kata Tuchel.

Mengenai performa Kane, Tuchel sangat gembira karena selain Bellingham, Kane juga menjadi harapan Inggris untuk membongkar pertahanan lawan. ”Saya sangat gembira untuk Harry karena dia adalah pemain yang hebat. Dia adalah rekan setim yang sangat baik,” kata Tuchel.

Gol Kane ke gawang Panama menjadi gol ke-11 striker Bayern Muenchen ini untuk Inggris di Piala Dunia. Jumlah gol itu merupakan rekor bagi pemain Inggris, memecahkan catatan Gary Lineker dengan 10 gol.

”Sangat fantastis bahwa dia memiliki kesempatan untuk memecahkan rekor di Piala Dunia. Harry berada dalam kondisi mental dan fisik luar biasa. Dia tidak cepat puas, yang menunjukkan karakter serta tekadnya, dan itulah mengapa kami bahagia memilikinya sebagai kapten,” ujar Tuchel.

Akan tetapi, persiapan Tuchel menghadapi babak 32 besar juga terganggu karena ia kembali harus kehilangan seorang pemain akibat cedera. Terakhir, Jarell Quansah yang berperan menggantikan Reece James sebagai bek kanan mengalami cedera pergelangan kaki yang membuatnya harus ditarik pada babak kedua saat melawan Panama.

Infografik Calon Peraih Sepatu Emas

Situasi itu membuat krisis bek kanan Inggris semakin parah. Sebelumnya, Tuchel telah kehilangan Tino Livramento yang harus dipulangkan karena cedera. ”Pergelangan kakinya terkilir. Dia pernah mengalaminya, dalam beberapa hari, sangat sakit,” katanya.

Berat di fase gugur

Tuchel mengatakan, persaingan lebih berat akan tercipta pada fase gugur. ”Turnamen akan kembali dimulai pada babak gugur. Kami akan mengerahkan seluruh kekuatan dan energi untuk melanjutkan apa yang kami capai. Kami memiliki semangat bertarung dan kepercayaan. Semakin besar laga, kami juga akan semakin bagus,” kata Tuchel.

Jika melewati RD Kongo, Inggris akan bertemu pemenang antara Meksiko dan Ekuador di stadion legendaris Stadion Azteca di Mexico City, tempat terjadinya gol ”Tangan Tuhan” Diego Maradona pada perempat final melawan Argentina pada Piala Dunia 1986.

Meskipun demikian, Tuchel tak mau berpikir terlampau jauh. Ia hanya fokus pada pertandingan melawan RD Kongo.

”Jika kami terlalu terbawa suasana dan mulai membicarakan tentang kemungkinan babak 16 besar, kita hanya akan menerima hukumannya,” ucap Tuchel.


Kerabat Kerja

Penulis:

Prasetyo Eko Prihananto dari New Jersey, Amerika Serikat
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar