Inggris berhasil mengunci posisi puncak Grup L setelah mengalahkan Panama dengan skor 2-0. Gol Inggris dicetak Jude Bellingham dan Harry Kane.
28 Jun 2026 08:07 WIB · Olahraga
AFP
NEW JERSEY, KOMPAS — Nyanyian ”It’s coming, football’s coming home” membahana di Stadion MetLife, New Jersey, setelah Inggris memastikan kemenangan 2-0 atas Panama pada laga pamungkas Grup L Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026). Hasil itu menempatkan Inggris sebagai juara grup sehingga terhindar dari lawan berat pada babak 32 besar.
Pada laga lainnya, Kroasia berhasil menempati peringkat kedua sehingga lolos langsung ke fase gugur setelah mengalahkan Ghana, 2-1. Meskipun kalah, perjalanan Ghana di Piala Dunia juga tetap berlanjut sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Laga melawan Panama menandai kembalinya striker Harry Kane ke papan skor setelah sempat mandul pada laga sebelumnya saat ditahan imbang 0-0 oleh Ghana. Ia mencetak gol kedua Inggris melalui sundulan akurat. Adapun gol pertama dicetak Jude Bellingham melalui skema sepak pojok.
Gol itu sangat bersejarah karena menjadikan Kane sebagai pencetak gol terbanyak timnas Inggris di Piala Dunia. Ia telah mengemas 11 gol di ajang sepak bola akbar ini, melewati catatan Gary Lineker yang mencetak 10 gol.
”Sungguh bangga mencapai nomor 11. Jude dengan permainan yang hebat, umpan silang yang luar biasa. Saya menunggu itu sepanjang laga, untuk mendapat umpan silang. Harapannya bukan yang terakhir di turnamen,” kata Kane kepada wartawan selepas laga.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/28/cf498c292ca0fa64eaea379c83c3bdcf-2283634347.jpg)
Dengan torehan tiga gol, Kane pun kini ikut terlibat dalam persaingan perebutan pencetak gol terbanyak atau Sepatu Emas melawan penyerang-penyerang top seperti Lionel Messi (5), Kylian Mbappe (4), Erling Haaland (4), dan Vinicius Junior (4).
”Saya sangat gembira untuk Harry, karena dia adalah pemain yang hebat, dia adalah rekan setim yang sangat baik,” kata Pelatih Inggris Thomas Tuchel dalam jumpa pers selepas laga.
Inggris sempat kesulitan membongkar pertahanan deep block (blok pertahanan rendah) yang diterapkan oleh Panama. Seperti telah diprediksi, Panama memakai skema bertahan dengan menggunakan formasi 5-4-1. Bahkan, dalam daftar susunan pemain, terdapat enam bek yang masuk sebagai pemain mula.
Sejumlah perubahan juga dilakukan oleh Tuchel pada susunan pemain mula ”Tiga Singa”. Ia memasang penyerang sayap Marcus Rashford dan Bukayo Saka sebagai starter, mendukung Kane sebagai penyerang tengah. Rashford menggantikan posisi Anthony Gordon di sayap kiri, sementara Saka menggantikan Noni Madueke di sayap kanan.
Dengan formasi 4-2-3-1, dua gelandang tengah ditempati oleh Bellingham dan Elliot Anderson, sementara gelandang serang ditempati Morgan Rogers. Untuk menggantikan posisi Reece James yang cedera, Tuchel memercayakannya kepada Jarell Quansah yang aslinya bek tengah sebagai bek kanan. Declan Rice, yang selalu menjadi pemain mula pada dua laga pertama, kali ini harus rela duduk di bangku cadangan.
Menghadapi ketatnya pertahanan Panama, Inggris kesulitan menciptakan peluang. Bahkan, beberapa kali gawang Jordan Pickford terancam oleh serangan balik Panama. Selama satu jam pertama pertandingan, pemain Inggris kesulitan mengembangkan permainan dan minim imajinasi.
Tak ada sumber kreativitas di lini tengah sehingga serangan mereka mudah terbaca oleh pertahanan Panama. Saka yang baru saja kembali fit masih belum mampu menemukan performa terbaiknya sehingga kesulitan menembus penjagaan bek Panama. Demikian juga Rashford yang berada di sayap kiri sering kehilangan bola saat berusaha melewati hadangan lawan. Beberapa kali umpan silangnya ke Kane berhasil diblok oleh bek Panama.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/28/fb689b3005657bf53e59ccde9995ba30-AFP_B8JP72T.jpg)
Tidak buruk… tidak buruk. Itu adalah laga yang sulit. Mereka lawan yang jarang memberikan peluang.
Keputusan Tuchel untuk tidak memanggil pemain yang kaya kreasi seperti Cole Palmer atau Phil Foden sepertinya bakal menjadi bumerang, hingga akhirnya Inggris mencetak gol melalui skema bola mati. Umpan sepak pojok Saka langsung disambut dengan tendangan kaki kiri oleh Bellingham yang tidak bisa diantisipasi oleh kiper Panama, Orlando Mosquera.
Gol itu membuat para pemain Inggris bermain lebih lepas sehingga mampu beberapa kali mencetak peluang berbahaya. Akhirnya, gol kedua lahir melalui sundulan Kane. Bellingham berandil besar atas terciptanya gol tersebut dengan umpan matang yang disambut oleh Kane dengan sundulan ke pojok kanan gawang Mosquera.
”Tidak buruk… tidak buruk. Itu adalah laga yang sulit. Mereka lawan yang jarang memberikan peluang. Ini adalah laga yang ketat, tetapi akan membantu kami untuk menghadapi laga selanjutnya,” kata Tuchel soal permainan timnya.
Suasana stadion yang dipenuhi lebih dari 80.000 penonton pun gemuruh dengan suporter Inggris yang merayakan kemenangan. Selepas laga, mereka kembali percaya diri menyanyikan ”Three Lions”, lagu milik David Baddiel, Frank Skinner, dan The Lightning Seeds, yang salah satu liriknya berbunyi: ”It’s coming home, it’s coming home.... It’s coming, football’s coming home”.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/28/25ec5ff7d3b7798d574d1966ada616f2-261c78a28f2d4f9b8c18108e1a24330f_0_d8e4d3e0379d47e38004d5d22d94b98c.jpg)
Lagu ini menjadi semacam mantra bagi Tiga Singa untuk membawa pulang trofi Piala Dunia yang tak pernah lagi mereka raih setelah 1966, terakhir kali Inggris juara. Pada fase 32 besar, Inggris terhindar dari peringkat kedua Grup K yang akan ditempati Kolombia atau Portugal. Alih-alih lawan berat tersebut, Inggris akan bertemu salah satu tim peringkat ketiga yang akan berlangsung di Atlanta, Georgia, 1 Juli 2026.
”Dalam empat hari, kami akan melawan satu tim. Kami bersiap untuk menghadapinya,” ujar Tuchel.
Penulis:
Prasetyo Eko Prihananto dari New Jersey, ASEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar