Putri Kusuma Wardani memberikan perlawanan baik pada Akane Yamaguchi. Tapi, itu belum cukup baik untuk mengalahkannya pada perempat final turnamen Indonesia Terbuka.
06 Jun 2025 16:09 WIB · Olahraga
JAKARTA, KOMPAS — Putri Kusuma Wardani tampil lebih baik saat untuk ketiga kalinya berhadapan dengan Akane Yamaguchi. Namun, melawan pemain sekelas Yamaguchi, Putri masih harus belajar fokus meski tinggal membutuhkan beberapa poin untuk memenangi satu gim.
Momen Putri kehilangan fokus itu terjadi dalam gim kedua perempat final tunggal putri Kapal Api Indonesia Terbuka 2025 pada pertandingan di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (6/6/2025). Dia tinggal membutuhkan tiga poin untuk membuat pertandingan berjalan tiga gim setelah kehilangan gim pembuka. Akan tetapi, Putri akhirnya kalah dengan skor 19-21, 20-22.
Tunggal putri peringkat ke-12 dunia itu menjadi satu-satunya pemain tunggal Indonesia yang tampil pada perempat final. Rekannya, Komang Ayu Cahya Dewi, tersingkir pada babak pertama, sama seperti tunggal putra Chico Aura Dwi Wardoyo. Adapun Jonatan Christie dan Alwi Farhan kalah pada babak kedua.
Titik balik dari unggul 18-13 menjadi tertinggal 18-20, yaitu pada gim kedua, membuka mata Putri bahwa untuk mendapat poin per poin melawan pemain top dunia bukan hal yang mudah.
Putri langsung unggul 6-0 dengan membuat empat winner. Keunggulannya bertambah, menjadi selisih tujuh poin saat interval.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/06/b7070c2a-1f06-4215-8643-92cd0308197f_jpg.jpg)
Taktik Putri dalam menahan reli yang kemudian membuat Yamaguchi tak nyaman dan membuat kesalahan membuat dia unggul 18-13. Dia hanya butuh tiga poin agar pertandingan melawan juara dunia 2021 dan 2022 itu berjalan tiga gim untuk pertama kalinya setelah selalu kalah dua gim pada pertemuan dua tahun lalu.
Namun, Putri berbalik tertinggal 18-20 ketika Yamaguchi merebut tujuh poin beruntun. Artinya, tak sekali pun atlet Jepang yang terkenal dengan permainan ulet dan gerakan lincahnya itu membuat kesalahan.
Padahal, seperti dikatakan Yamaguchi setelah pertandingan, dia sudah ”pasrah” dan mulai berpikir tentang jalannya gim ketika saat tertinggal 13-18.
”Saya pikir, kekalahan pada gim kedua sudah pasti terjadi. Itulah sebabnya saya berpikir bagaimana cara bertarung di gim terakhir, berusaha mencari cara yang tepat, dan berusaha membuat reli berlangsung selama mungkin agar stamina lawan bisa berkurang sebanyak mungkin,” katanya.
Namun, saat berpikir nothing to lose itu, Yamaguchi justru bisa terus menambah angka, mengunci Putri di angka 18. Jika saja Yamaguchi tak membuat unforced error setelah unggul 18-20, pertandingan bisa saja langsung berakhir.
Momen tersebut memperlihatkan kualitas permainan Yamaguchi, meskipun performanya dalam 1,5 tahun terakhir tidak sebaik pada 2021-2023. Pemain peringkat ketiga dunia itu bisa melakukan variasi pukulan panjang dan pendek dengan cepat hingga Putri tak dapat menjangkaunya.
Saat mengembalikan smes Putri, misalnya, Yamaguchi tidak selalu memukul ke area belakang lapangan lawan. Dia bisa tiba-tiba mengubahnya menjadi pukulan pendek yang membuat kok jatuh di depan net hingga tak terkejar Putri yang stabil di belakang lapangan.
Hari ini seharusnya aku bisa mengambil gim kedua. Tetapi, saat poin 18, ingin cepat-cepat memenangi gim kedua. Padahal, mendapat tiga poin itu tidak mudah saat melawan pemain top. - Putri KW -
Dalam olahraga menggunakan raket, seperti bulu tangkis dan tenis, mengembalikan serangan lawan membutuhkan kualitas pukulan yang baik sehingga tidak sekadar bertahan. Pebulu tangkis atau petenis akan memiliki keuntungan jika pukulan bertahan mereka bisa berbalik menyulitkan lawan.
Putri bisa memperpanjang napas saat menyamakan skor menjadi 20-20 saat Yamaguchi membuat dua kesalahan beruntun. Sontak, Istora bergemuruh dengan teriakan dan tepuk tangan penonton. Teriakan ”Indonesia! Indonesia!” kembali nyaring terdengar dari tribune ketika penonton memiliki kesempatan untuk melihat penampilan Putri lebih lama.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/06/02c72639-f281-4914-a472-53d33195503d_jpg.jpg)
Dalam kondisi yang membuat salah satu pemain harus unggul dua poin tersebut, Yamaguchi memanfaatkan kesempatan itu lebih dulu. Dia menambah dua poin beruntun melalui smes yang membuat kok jatuh di atas garis pinggir dan drive ke arah belakang lapangan Putri.
”Hari ini seharusnya aku bisa mengambil gim kedua. Tetapi, saat poin 18, ingin cepat-cepat memenangi gim kedua. Padahal, mendapat tiga poin itu tidak mudah saat melawan pemain top,” tutur Putri.
Saat lawan mendekat, Putri tak memungkiri dia sedikit panik. Hal itu membuatnya ingin segera mendapat poin, tetapi berujung pada kesalahan.
Namun, dengan penampilan yang diperlihatkan pada perempat final sesi pertama itu, Putri masih memiliki sisi positif. ”Aku bisa mengeluarkan semua permainanku. Walaupun aku kalah, dia susah ngalahin aku,” katanya.
Di semifinal, Yamaguchi akan bertemu pemain yang pernah menjadi musuh bebuyutannya, An Se-young (Korea Selatan). Pemain nomor satu dunia itu mengalahkan pemain Thailand, Pornpawee Chochuwong, untuk ke-11 kali. An menang 21-11, 21-10.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/06/6ff96570-61de-418e-935d-c18b33f98459_jpg.jpg)
Pertemuan Yamaguchi dan An akan terjadi untuk yang ke-27 kali. Persaingan ketat mereka diperlihatkan melalui keunggulan tipis Yamaguchi, yaitu 14-12. Tetapi, An menang dalam pertemuan terakhir pada semifinal All England, Maret, 21-12, 21-17.
”An Se-young kuat. Jadi, akan sulit mendapatkan poin ketika menghadapi dia. Namun, saya akan melakukan yang terbaik dan mencoba untuk mendapatkan poin sebanyak mungkin,” kata Yamaguchi yang juga menyebut bahwa ada empat hingga lima kompetitor kuat, termasuk An dan Chen.
Bagi An, semifinal Indonesia Terbuka menjadi yang kelima dari enam turnamen pada 2025. Sejak awal tahun hingga Mei, An bermain dalam 25 pertandingan tanpa terkalahkan.
Sebanyak 20 kemenangan membuatnya menjuarai empat turnamen, yaitu Malaysia Terbuka, India Terbuka, Indonesia Masters, dan All England. An juga selalu menang dalam lima pertandingan pada kejuaraan beregu Piala Sudirman saat Korea Selatan tampil hingga final.
Sebanyak 25 kemenangan beruntun itu dihentikan pemain China, Chen Yu Fei, pada perempat final Singapura Terbuka, 27 Mei-1 Juni.
Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mengumumkan akan dipasangkannya Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri dan bermain dalam turnamen di Asia pada Juli. Mereka akan berduet pada turnamen Jepang Terbuka, 15-20 Juli; China Terbuka, 22-27 Juli; dan Makau Terbuka, 29 Juli-3 Agustus.
Antonius Budi Ariantho, pelatih ganda putra pelatnas Indonesia, berkata, penggabungan Fajar dan Fikri dilakukan karena Daniel Marthin (pasangan Fikri) masih menjalani pemulihan dari cedera lutut kiri. Cedera itu dialami saat Daniel menjadi bagian dari tim Indonesia pada Piala Sudirman.
Sementara Muhammad Rian Ardianto (partner Fajar) akan rehat sementara dari turnamen untuk keperluan keluarga. ”Jadi, saya memutuskan memasangkan Fajar dan Fikri agar keduanya tetap merasakan suasana pertandingan,” kata Antonius.
Penulis:
Yulia Sapthiani, rebiyyah salasahEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Didik Durianto