PIALA DUNIA 2026

Hindari Masalah Visa, Iran Pindahkan Markas Latihan ke Meksiko

Selain mempertimbangkan jarak ke tempat laga, keputusan memindahkan markas latihan dari Amerika Serikat ke Meksiko diambil Iran untuk mengurangi potensi hambatan.

24 Mei 2026 12:08 WIB · Olahraga

AP

Oleh Rebiyyah Salasah

TUCSON, MINGGU — Iran memindahkan markas latihan dari Amerika Serikat ke Meksiko untuk Piala Dunia 2026. Selain mempertimbangkan jarak ke tempat pertandingan, keputusan pemindahan ini diambil untuk mengurangi potensi hambatan tim, termasuk kompleksitas terkait visa.

Iran mendapatkan persetujuan dari FIFA untuk memindahkan markas latihan dari Tucson, Arizona, Amerika Serikat, ke Tijuana, Meksiko, yang berbatasan dengan Amerika Serikat. Kabar ini disampaikan Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) Mehdi Taj dalam video yang disiarkan kantor berita Fars, Sabtu (23/5/2026).

”Untungnya, berkat pertemuan yang kami adakan dengan para pejabat FIFA, permintaan kami untuk mengubah negara dari Amerika Serikat ke Meksiko, karena masalah yang dihadapi dalam mendapatkan visa, diterima oleh FIFA,” kata Taj.

”Oleh karena itu, kami akan bermarkas di Tijuana, dekat Samudra Pasifik. Ini adalah kota yang terletak di antara Meksiko dan AS, tetapi berada di Meksiko. Kami sebenarnya telah menyelesaikan team building di sana,” ujarnya lagi.

Penggemar Iran merayakan tim mereka lolos ke Piala Dunia 2026 setelah menahan imbang Uzbekistan 2-2 di Teheran, Iran, Selasa, 25 Maret 2025.

Iran tergabung dalam Grup G Piala Dunia 2026. ”Team Melli” dijadwalkan akan memulai perjalanan di pesta sepak bola paling akbar itu dengan melawan Selandia Baru pada 15 Juni dan Belgia pada 21 Juni di Los Angeles, California. Mereka kemudian akan menutup babak penyisihan grup dengan melawan Mesir di Seattle, Washington.

Taj mengatakan, Tijuana lebih dekat ke kota-kota tempat Iran akan bertanding daripada markas latihan di Arizona. Untuk menuju lokasi pertandingan di Los Angeles, misalnya, Iran bisa menempuhnya dalam waktu 55 menit penerbangan.

”Ini jauh lebih singkat dibandingkan dengan Tucson,” kata Taj.

Selain alasan jarak, Taj menyebut pemindahan juga membantu menghindarkan timnya akan komplikasi terkait visa. Dengan memindahkan tempat ke Meksiko, Iran dapat menggunakan penerbangan Iran Air untuk melakukan perjalanan langsung ke sana.

Pemain Iran Mehdi Ghayedi (kanan) berusaha merebut bola dari pemain Uzbekistan Hojimat Erkinov di pertandingan sepak bola kualifikasi grup A Piala Dunia 2026 di Teheran, Iran, 25 Maret 2025.

Seperti diketahui, partisipasi Iran di Piala Dunia 2026 menjadi pertanyaan dalam beberapa bulan terakhir. Pasalnya, Piala Dunia edisi kali ini dihelat di tiga negara, termasuk Amerika Serikat. Bersama Israel, AS mulai membombardir Iran pada 28 Februari dan memicu perang yang lebih luas di Timur Tengah.

Sampai saat ini, skuad Iran masih belum mendapatkan visa AS. Beberapa anggota skuad Iran, yang tengah berlatih di Antalya, Turki, disebut sudah mengajukan permohonan visa ke Kedutaan Besar AS di Ankara pada Kamis.

Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Iran Mehdi Mohammad Nabi mengatakan, pihaknya tidak yakin apakah visa AS akan diberikan kepada seluruh tim dan para pejabat yang menyertainya. Meski begitu, Iran mencoba optimistis dengan protokol FIFA.

Presiden FIFA Gianni Infantino sempat menegaskan Iran tetap akan berpartisipasi di Piala Dunia. Presiden AS Donald Trump pun menyatakan tidak masalah jika Iran bertanding di wilayahnya. ”Yah, jika Gianni (Infantino) yang mengatakannya, saya tidak masalah. Apakah Gianni yang mengatakannya? Anda tahu apa? Biarkan mereka bermain. Gianni hebat, dia teman saya. Dia membicarakannya,” kata Trump.

Namun, sejumlah hambatan yang ditemui Iran menunjukkan hal sebaliknya. Saat Kongres FIFA di Vancouver, Kanada, bulan lalu, petinggi sepak bola Iran tidak bisa hadir karena Presiden FFIRI Mehdi Taj tertahan di imigrasi. Penyebabnya, Taj terdeteksi sebagai mantan anggota Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Pihak Kanada menetapkan IRGC sebagai organisasi teroris.

President Donald Trump and FIFA President Gianni Infantino react during the draw for the 2026 soccer World Cup at the Kennedy Center in Washington, Friday, Dec. 5, 2025. (AP Photo/Jacquelyn Martin)

Delegasi Iran lainnya pun menyatakan mundur dari kongres. Ketidakhadiran Iran membuat Kongres FIFA kehilangan perwakilan langsung dari negara yang lolos di Piala Dunia 2026. Padahal, Kongres FIFA ini bertujuan mewadahi diskusi di balik layar antarnegara yang berpartisipasi.

Sebelum itu, Taj bersama sejumlah delegasi FFIRI tidak mendapatkan visa AS untuk menghadiri undian babak penyisihan Piala Dunia 2026 di Washington DC pada 5 Desember 2025. Agenda itu dihadiri oleh Presiden Trump.

Taj juga tidak diundang FIFA pada pertemuan pra-Piala Dunia di Miami, Februari lalu. Padahal, rapat tersebut membahas berbagai teknis tentang aturan kompetisi, peraturan permainan, hingga pembahasan penunjang turnamen.

Demi menghindari masalah serupa, terutama berkaitan dengan visa, Iran sebenarnya sempat mengajukan usulan pemindahan tempat pertandingan. Alih-alih di AS, Iran mengusulkan untuk bermain di tempat alternatif, yaitu Meksiko. Namun, FIFA menolak usulan tersebut.

The flags of Iran, left, and the United States are carried on to the pitch before the start of the World Cup group B soccer match between Iran and the United States at the Al Thumama Stadium in Doha, Qatar, Tuesday, Nov. 29, 2022. (AP Photo/Hassan Ammar)

Iran bersama Jepang adalah dua tim terawal yang memastikan tempat ke Piala Dunia 2026 lewat jalur kualifikasi pada Maret 2025. Bagi Iran, ini adalah kelolosan untuk keempat kalinya beruntun.

Apabila tim asuhan Amir Ghalenoei itu mampu lolos dari fase grup sebagai runner-up Grup G, mereka berpeluang langsung menghadapi AS di babak 32 besar. (AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar