Liverpool mengakhiri puasa kemenangan di Liga Inggris dengan mengatasi Newcastle United. Duet Ekitike dan Wirtz terbukti sanggup jadi pemikul harapan Liverpool.
01 Feb 2026 10:32 WIB · Olahraga
AP
LIVERPOOL, MINGGU — Kemenangan telak 4-1 Liverpool atas Newcastle United tidak hanya berarti poin penuh perdana setelah lebih dari satu bulan lamanya. Lebih dari itu, kemenangan penting atas Newcastle menyadarkan Liverpool terkait duet Hugo Ekitike dan Florian Wirtz yang berpotensi menjadi pemikul harapan tim hingga akhir musim.
Musim kedua Arne Slot sebagai pelatih Liverpool dipenuhi ketidakpastian. Perjalanan ”Si Merah” musim ini mulai limbung dengan kedatangan sejumlah pemain baru yang butuh waktu untuk terintegrasi ke dalam tim. Pada musim pertama Slot, hambatan ini relatif tidak ia temui karena hanya perlu melanjutkan fondasi tim yang ditinggalkan Juergen Klopp.
Setelah tersingkir secara prematur di Piala Liga Inggris, harapan Liverpool untuk mengakhiri musim dengan gelar juara tersisa di Liga Inggris, Piala FA, dan Liga Champions. Namun, nirkemenangan selama satu bulan lebih di Liga Inggris sedikit memunculkan pesimisme di kalangan suporter. Misi berat memulihkan kepercayaan diri ini yang dihadapi Slot dan timnya saat menjamu Newcastle di Stadion Anfield, Liverpool, Minggu (1/2/2026) dini hari WIB.
Rasa frustrasi di benak para suporter menguar saat Newcastle begitu kuat dalam memulai laga. ”The Magpies” terus menekan Liverpool yang terpaksa bertahan sangat dalam. Firasat buruk terwujud pada menit ke-36. Anthony Gordon membawa Newcastle unggul lebih dulu lewat sepakan mendatar jarak dekat.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/01/a90e619fd0614d174978199c246b16b9-AFP_94PH78G.jpg)
Tidak butuh waktu lama bagi Liverpool merespons gol tersebut. Lima menit kemudian, Ekitike muncul sebagai penyelamat Liverpool berkat golnya yang memaksimalkan umpan tarik dari Wirtz. Tidak berhenti sampai di sana, dua menit kemudian Ekitike menggandakan keunggulan Liverpool lewat aksi individualnya. Slot yang awalnya tegang setelah kebobolan seketika semringah berkat dua gol Ekitike yang membawa Liverpool unggul saat jeda pertandingan.
”Kami kehilangan konsentrasi hanya beberapa detik saat tendangan gawang. Kami akhirnya menyesalinya karena itu adalah momen krusial dalam pertandingan,” kata Pelatih Newcastle Eddie Howe.
Sebagaimana yang disebutkan Howe, keuntungan akan memayungi tim yang memasuki babak kedua dengan posisi unggul. Liverpool kembali memperlebar jarak dengan gol Wirtz pada menit ke-67. Ibrahima Konate yang kembali dari masa cuti menggenapkan keunggulan Liverpool menjadi 4-1 hingga akhir laga.
Hugo mencetak banyak gol sejak awal musim dan Florian banyak terlibat dalam menciptakan peluang bagi rekan setimnya dan kurang beruntung karena bola tidak masuk ke gawang.
Itulah tiga poin pertama Liverpool selama lebih dari satu bulan. Kemenangan terakhir Liverpool di liga diraih saat mengalahkan Wolverhampton Wanderers pada akhir Desember 2025. Tidak hanya soal poin penuh, kemenangan atas Newcastle juga memantik kesadaran di seisi internal Liverpool mengenai potensi besar duet Ekitike dan Wirtz.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/01/230f7abeb25aebd1bd9ef1fa93d172a6-AFP_94PJ3TZ.jpg)
Kerja sama dua pemain tersebut telah menghasilkan enam gol di seluruh kompetisi musim ini. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan duet pemain mana pun di Liga Inggris. Di tengah tantangan mengintegrasikan banyak pemain baru, kematangan duet Ekitike dan Wirtz telah menguatkan harapan bagi Liverpool untuk mengakhiri musim dengan raihan trofi.
”Hugo mencetak banyak gol sejak awal musim dan Florian banyak terlibat dalam menciptakan peluang bagi rekan setimnya dan kurang beruntung karena bola tidak masuk ke gawang. Tidak selalu memungkinkan untuk memainkan mereka bersama setiap tiga hari. Itulah yang saya maksud ketika saya berbicara tentang kebugaran tanpa bola dan kebugaran pertandingan,” tutur Slot ketika disinggung mengenai performa duet Ekitike dan Wirtz.
Pada masa lalu, Liverpool pernah memiliki duet pemain yang menjadi harapan tim dalam diri Fernando Torres dan Steven Gerrard. Keduanya membentuk duet maut pada rentang 2007 hingga 2011. Estafet kerja sama dua pemain itu kini diteruskan Ekitike dan Wirtz.
Ketajaman kombinasi Wirtz dan Ekitike tidak seketika muncul sejak awal musim. Wirtz semula kesulitan beradaptasi dengan sistem Slot dan karakteristik Liga Inggris yang sangat intens. Jika Wirtz memulai musim dengan lambat, tidak demikian dengan Ekitike yang langsung membuktikan ketajamannya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/01/8eafe5528f782cba22ac898f7b4055a9-8abb662ca86a429f8722ebd4174b7402_0_4fd10f7d88d1417fab74d4f99c1072ec.jpg)
Perlahan tapi pasti Wirtz mulai bisa menemukan ritme terbaiknya. Ketika Wirtz bisa bermain dengan nyaman, kerja samanya dengan Ekitike semakin memberikan ancaman bagi tim lawan.
”Butuh waktu bagi mereka untuk bermain di level terbaik dengan intensitas tertinggi setiap tiga hari sekali. Mereka semakin dekat (menuju level terbaik) dan tidak mengherankan jika statistiknya terus meningkat,” kata Slot.
(Reuters)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Nur Adji