Identitas Sudah Dikantongi, Polisi Terus Memburu Empat Penembak Pemilik Mobil ”Rental”

Polisi mengaku telah mengidentifikasi penembak pemilik mobil ”rental” di Tol Tangerang-Merak. Namun, para penembak itu masih dalam pengejaran.

03 Jan 2025 12:44 WIB · Metro

Oleh Rhama Purna Jati

JAKARTA, KOMPAS — Polisi telah mengantongi identitas empat penembak pemilik rental mobil di Km 45 Tol Merak-Jakarta, Kamis (2/1/2025). Kejahatan ini mengakibatkan pemilik rental Ilyas Abdurrahman (48) meninggal dunia dan satu rekannya, Ramli (59), kritis.

Kepala Seksi Humas Polresta Tangerang Inspektur Polisi Dua Purbawa, Jumat (3/1/2025), mengatakan, saat ini penyidik sudah mengantongi identitas keempat pelaku yang diduga melakukan penembakan. ”Saat ini Kasatreskrim dan tim sedang mengejar pelaku,” katanya.

Selain melakukan pengejaran, pihaknya juga telah memeriksa tujuh saksi untuk memperkuat alat bukti. Ketujuh saksi yang diperiksa ialah empat warga yang berada di lokasi kejadian dan tiga orang merupakan keluarga korban yang ikut mengejar pelaku.

Purbawa menjelaskan, selain keterangan saksi, pihaknya juga terus mengumpulkan bukti lain yang dikumpulkan dari lokasi kejadian. Alat bukti itu, seperti lima selongsong peluru kaliber 9 mm merek Luger dan satu unit mobil Brio warna oranye.

”Saat ini selongsong peluru pun sudah dibawa ke Pusat Laboratorium Forensik untuk mengetahui dari mana peluru ini berasal,” katanya.

Jajaran Polresta Tangerang memeriksa lokasi minimarket yang ada di KM 45 Tol Jakarta- Merak, Kamis (2/1/2025).  Pemeriksaan ini dilakukan untuk menggali informasi terkait penembakan bos rental.

Hasil visum korban dari RSUD Balaraja pun sudah dikantongi untuk mengenai penyebab kematian korban. ”Proses otopsi sudah selesai dan kini jenazah korban sudah dibawa keluarga untuk dikebumikan,” kata Purbawa.

Kepala Satuan Reskrim Polresta Tangerang Komisaris Arif N Yusuf mengatakan, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi-saksi guna mengungkap kasus ini.

Kejadian bermula ketika ada beberapa mobil saling berkejaran dan berhenti di depan Indomaret Rest Area Km 45. Dari salah satu mobil minibus berwarna hitam, pelaku diduga melontarkan tembakan hingga lima kali. Tembakan itu yang mengenai dua korban, yakni IS di bagian dada dan tangan kiri serta RM di bawah ketiak kanan.

Agam Muhammad (26), anak pertama Ilyas, menyatakan kejadian ini bermula dari adanya dugaan penyalahgunaan mobil rental milik ayahnya bermerek Honda Brio. Awalnya, mobil itu memang disewakan oleh seorang penyewa Bernama AJ dari Selasa (31/12/2024) sampai Kamis (2/1/2025).

Namun, pada Rabu (1/1/2025), pelaku membuang dua GPS pada kendaraan yang disewa guna menghilangkan jejak. Sinyal GPS mulai hilang di daerah Pandeglang, Banten. ”Setidaknya ada dua GPS yang telah dipotong, hanya menyisakan satu GPS,” kata Agam.

Penyewaan Mobil Laris Jelang Lebaran - Deretan mobil yang didominasi minibus terparkir di pool perusahaan penyewan mobil Trac Rental di kawasan Condet, Jakarta Timur, Rabu (16/7). Menjelang Lebaran, perusahaan penyewaan mobil kebanjiran pesanan karena kebutuhan masyarakat akan kendaraan untuk mudik atau bepergian. Trac Rental kali ini menyiapkan 2.000 unit mobil minibus yang diperkirakan akan habis dipesan seminggu sebelum Lebaran.

Melihat gelagat yang tidak beres, ucap Agam, dirinya dan sang ayah segera menelusuri keberadaan mobil tersebut. ”Sekitar pukul 10.30 malam kemudian saya sama bapak dan tim nyusul untuk mendapatkan mobil kami kembali,” katanya.

Tak lama berselang, jejak mobil Brio itu pun ditemukan di pertigaan Saketi, Pandeglang, Banten. Lalu, mereka pun menghadang mobil Brio tersebut. Tiba-tiba orang di dalam mobil mengeluarkan senjata api dan bilang, ”Siapa lo, saya dari anggota TNI AU nih, awas enggak loe,” sambil menodongkan senjata.

Tidak lama berselang, datanglah sebuah mobil sigra hitam yang tiba-tiba mundur dan menabrakkan mobilnya ke tim Agam. Situasi berubah kacau, pengemudi mobil Sigra kabur, lalu diikuti pengemudi mobil Brio.

Lalu, timnya siap-siap mengikuti jejak pelaku dengan berpegang pada jejak GPS. Mobil yang dibawa pelaku mengarah ke arah Pantai Carita, Anyer.

Sampai di sana, Agam dan tim singgah sejenak untuk meminta pendampingan ke Polsek Cinangka lantaran pelaku diketahui membawa senjata api. Namun, menurut dia, polisi menolak permintaan itu.

ILUSTRASI.Senjata api yang dipakai pelaku kejahatan

Lantas, mereka pun kembali mengejar pelaku tanpa didampingi polisi dari Cilegon ke arah Tangerang. Tepat di sebuah minimarket timnya menunggu rekan yang lain untuk menghadang mobil yang dibawa pelaku. ”Lalu, ayah saya sama tim menangkap itu orang yang ada di mobil Brio karena kan di awalnya kan dia itu menggunakan senjata api,” katanya.

Pelaku sempat dipegang agar tidak melontarkan tembakan, ternyata rekan pelaku yang menumpangi mobil Sigra juga memegang senjata api.

Lalu, Agam mendengar suara tembakan lebih kurang empat sampai lima kali. Waktu itu Agam kabur cari perlindungan sama beberapa tim. ”Setelah dia kabur bawa mobil saya lagi, saya kembali lagi ke tempat awal. Ternyata Ramli sudah terkena tembakan di bagian tangan sampai tembus ke perut,” ujarnya.

Lantas, Agam menolong Ramli yang terkena tembakan, tetapi ternyata ada satu korban lagi di minimarket. ”Ternyata, korban itu adalah ayah saya sendiri,” ucapnya

Segera ia membawa ayahnya ke RSUD Balaraja. ”Namun, sesampainya di sana, ayah saya tidak tertolong,” kata Agam.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rhama Purna Jati
 | 

Editor:

Neli Triana
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .