Seandainya Man United memiliki lini pertahanan lebih baik, mereka berpeluang meramaikan bursa persaingan juara Liga Inggris bersama Arsenal dan Manchester City.
16 Des 2025 10:59 WIB · Olahraga
AFP
Sudah 30 gol dicetak Manchester United seusai menjalani 16 laga di Liga Inggris musim ini. Catatan ofensif ”Setan Merah” setara dengan tim pemuncak klasemen, Arsenal, dan hanya lebih inferior dari Manchester City yang menghuni peringkat kedua. Namun, pertahanan runyam menggagalkan ambisi MU menembus zona empat besar.
Duel kontra Bournemouth, Selasa (16/12/2025) WIB, adalah kesempatan MU untuk mendekati empat besar. Koleksi tiga poin akan membantu anak asuhan Ruben Amorim menyamai perolehan poin Chelsea yang menghuni peringkat keempat.
MU berpeluang hanya tertinggal selisih gol dari zona bergengsi itu. Namun, ambisi itu terwujud semu.
Bruno Fernandes dan kawan-kawan sudah mengerahkan segalanya untuk menang. Mereka mencetak empat gol. Itu adalah kali kedua di musim ini MU bisa mencetak empat gol. Sebelumnya, mereka menaklukkan Brighton & Hove Albion 4-2 pada pekan kesembilan, 25 Oktober.
Kuartet pemain MU silih berganti menghadirkan gemuruh di tribune Old Trafford. Amad Diallo membuka keunggulan melalui sundulan di muka gawang pada menit ke-13. Gol ”perpisahan” dari Diallo sebelum membela Pantai Gading di Piala Afrika 2025.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/12/16/08615643-b45d-46b5-86d8-b1839fa96875_jpg.jpg)
Kemudian, tiga pemain berbahasa ibu bahasa Portugis, yakni Casemiro (45+4’), Bruno Fernandes (77’), dan Matheus Cunha (79’), silih berganti menaklukkan kiper Bournemouth, Djordje Petrovic.
Merujuk kualitas serangan MU yang berbuah 3,4 expected goals (xG) dari 25 tembakan, jumlah gol itu ke gawang ”The Cherries”, julukan tim tamu, sudah sesuai harapan.
Namun, tiga poin yang di depan mata setelah tiga kali unggul sirna akibat kerunyaman performa defensif Setan Merah. MU kemasukan empat gol meskipun Bournemouth sekedar menghasilkan 1,94 xG melalui 14 tembakan.
Bournemouth memang mengkreasi tembakan lebih sedikit dan mencatatkan penguasaan bola lebih rendah (43 persen), tetapi mereka memiliki efektivitas yang melenyapkan kans MU membenahi peringkat. Bournemouth menghasilkan enam peluang besar.
Selain empat gol yang diciptakan Antoine Semenyo (40’), Evanilson (46’), Marcus Tavernier (52’), dan Eli Junior Kroupi (84’), The Cherries juga memiliki dua peluang pada tambahan waktu babak kedua.
David Brooks, penyerang pengganti Bournemouth, memiliki dua peluang mengunci kemenangan timnya di menit 90+6 dan 90+10, tetapi kiper MU, Senne Lammens, mampu melakukan penyelamatan gemilang.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/12/16/f3e85a01-593c-41d9-a7af-41f8a6a17ba9_jpg.jpg)
Meski demikian, Bournemouth menegaskan Old Trafford bukan lagi tempat yang angker untuk mereka. The Cherries selalu mampu mencetak minimal tiga gol ke gawang tim tuan rumah dalam tiga lawatan beruntun.
Manajer MU Ruben Amorim menyebut, parade delapan gol yang tercipta di Old Trafford merupakan duel menghibur bagi siapa pun yang menyaksikan. Di sisi lain, ia melihat performa anak asuhannya masih angin-anginan.
”Kami menjalani babak pertama dengan baik. Dan, kembali terjadi, enam menit awal babak kedua, kami kehilangan konsentrasi dan mereka mencetak dua gol,” ucap Amorim kepada Sky Sports.
”Setelah itu, kami mampu kembali ke pertandingan untuk mencetak dua gol lagi. Seharusnya kami bisa lebih tenang dan menutup laga dengan lebih baik dan meraih kemenangan,” tambah Amorim, juru taktik asal Portugal.
Sementara itu, Manajer Bournemouth Andoni Iraola menyebut ada sisi baik dan buruk dalam performa anak asuhannya di Old Trafford. Ia memuji sikap mental dan efektivitas serangan pemainnya, tetapi Iraola menganggap timnya masih terlalu lemah untuk mengantisipasi peluang lawan.
”Kami adalah dua tim yang bermain agresif, terbuka, dan mungkin hari ini kedua tim bermain lebih menyerang dibandingkan bertahan. Saya pikir kami membiarkan gol kedua yang amat mudah dari sepak pojok. Itu sangat menyakitkan karena kami tengah memiliki momentum,” kata Iraola dilansir BBC.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/12/16/f0bcd8ed-6b65-4f11-b2bd-f8e97ef22aeb_jpg.jpg)
Kembali membahas MU. Dari kualitas serangan, MU adalah tim dengan performa ofensif salah satu terbaik di Liga Inggris musim ini. Mereka bahkan bisa bersaing dengan Arsenal dan City yang memimpin persaingan gelar juara.
Hal itu bisa terlihat dari catatan kreasi peluang besar dan tembakan mengarah ke gawang. MU adalah tim dengan catatan peluang besar terbanyak dengan 46 peluang. Mereka hanya kalah dari City dan Arsenal yang sudah menciptakan masing-masing 51 dan 47 peluang besar.
Untuk tembakan mengarah ke gawang, MU adalah tim Liga Inggris saat ini dengan tembakan tepat sasaran tertinggi. Rata-rata mereka menghasilkan 5,7 tembakan mengarah ke gawang per gim. Catatan itu lebih baik dari City (5,4 per gim) dan Arsenal (5,1 per gim).
Alhasil, MU berada dalam tim kedua dengan koleksi xG tertinggi. Dalam 16 laga yang sudah berjalan, Setan Merah mengoleksi 30,8 xG. Angka itu hanya berselisih tipis dari City yang memiliki xG tertinggi, yaitu 30,9. Arsenal menghasilkan 27,3 xG.
Walaupun masih menjadi tim kedua dengan gol terbanyak berkat 30 gol, MU seharusnya bisa menghasilkan gol lebih besar jika merujuk xG. Sebagai gambaran, City mencetak 7,1 gol lebih banyak dari xG. Sementara Arsenal menorehkan 2,7 gol melebihi xG.
Di sisi bertahan, MU masih amburadul. Itu yang menyebabkan mereka belum pernah menembus papan atas. Peringkat keenam masih menjadi capaian tertinggi mereka di Liga Inggris edisi 2025-2026. Mereka menyentuh posisi itu pada pekan ke-9, ke-15, dan ke-16.
Pertahanan MU masuk dalam daftar sembilan tim terburuk menurut catatan expected goals against (xGA) yang menghitung jumlah potensi gol kebobolan. Bahkan, catatan itu lebih buruk dalam perolehan gol kemasukan yang sebenarnya.
MU sudah mengoleksi 22 xGA. Mereka berada di peringkat ke-11 dalam perolehan xGA.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/12/16/94661e52-474b-4159-9594-a60088c76cd0_jpg.jpg)
Dalam jumlah kemasukan yang sebenarnya dengan 26 gol, MU adalah tim dengan pertahanan nomor 16 di Liga Inggris.
Kuantitas kebobolan Setan Merah serupa dengan empat tim yang dijagokan meramaikan bursa degradasi, yaitu Leeds United, West Ham United, Burnley, serta Wolverhampton Wanderers. Gol yang telah bersarang ke gawang MU serupa dengan Fulham yang menduduki peringkat ke-14.
Performa pertahanan itu bisa berpeluang lebih buruk memasuki akhir Desember hingga awal tahun depan. Setan Merah sudah dinanti Aston Villa dan Newcastle United pada dua gim selanjutnya di Liga Inggris. Lalu, mereka akan menutup Januari 2026 dengan menghadapi City serta Arsenal.
Pada periode itu, lini pertahanan MU juga masih akan timpang. Harry Maguire dan Matthijs de Ligt diprediksi baru bisa masuk skuad setelah boxing day. Adapun Noussair Mazraoui dan Diallo akan membela negara mereka di Piala Afrika 2025 yang berlangsung pada 21 Desember 2025 hingga 18 Januari 2026.
”Ada hal detail yang harus kami benahi untuk memahami momentum laga dan harus lebih klinis,” sebut Amorim tentang pembenahan yang harus dilakukan skuadnya.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto