Lima Kemenangan Beruntun, City Bangunkan Dejavu untuk Arsenal

Hati-hati Arsenal, Manchester City sudah kembali tampil konsisten. Keseimbangan ofensif dan defensif permainan ”The Citizens” telah ditemukan oleh Pep Guardiola.

15 Des 2025 08:59 WIB · Olahraga

AP

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

LONDON, MINGGU — Dari London, Manchester City mengirimkan sinyal kepada pemuncak klasemen sementara, Arsenal, bahwa mereka adalah pesaing utama gelar juara Liga Inggris musim ini. Meskipun sempat dilanda inkonsistensi, ”The Citizens” kemas tren kemenangan terpanjang di musim ini di markas Crystal Palace, Stadion Selhurst Park, berkat kombinasi Erling Haaland dan Phil Foden.

Markas Arsenal di Stadion Emirates berjarak sekitar 17 kilometer dengan Selhurst Park. Gemuruh pertandingan antara Palace kontra City, Minggu (14/12/2025), tentu membayangi London, ibu kota Inggris.

Ada harapan bagi Arsenal agar tim sekota mereka, Palace, mampu meredam City. Serupa dengan keberhasilkan ”Si Elang” menumbangkan City pada final Piala FA di Stadion Wembley, London, Mei 2025.

Namun, asa Arsenal itu sudah pupus sebelum turun minum. Erling Haaland mencetak gol ke-16 di Liga Inggris edisi 2025-2026 pada menit ke-41. Gol itu membuat City memangkas jarak poin dengan Arsenal menjadi dua poin.

Di babak kedua, Foden menambah keunggulan timnya pada menit ke-69. Haaland selanjutnya mengunci tiga poin The Citizens lewat gol ketiga melalui eksekusi tendangan penalti satu menit jelang waktu normal rampung. City unggul mutlak 3-0 atas juara bertahan Piala FA.

Pemain Manchester City Erling Haaland merayakan golnya ke gawang Crystal Palace pada laga Liga Inggris di Stadion Selhurst Park, London, Minggu (14/12/2025). Haaland mencetak dua gol dan City menang 3-0 pada laga itu.

Menjelang masa-masa perayaan Natal dan Tahun Baru yang sibuk di Liga Inggris, City menemukan wujud permainan terbaik mereka. Lima kemenangan beruntun sudah dikoleksi City sejak akhir November lalu di seluruh kompetisi.

Mereka melalui empat laga Liga Inggris dengan menaklukkan Leeds United, Fulham, Sunderland, dan Palace. Tak ketinggalan, Real Madrid juga dibungkam di Liga Champions, tengah pekan lalu.

Itu adalah rentetan hasil positif terpanjang City di musim ini. Terakhir kali, tren lima kemenangan beruntun itu diciptakan City pada periode April hingga awal Mei tahun lalu yang merupakan masa-masa penutup kampanye kompetisi edisi 2024-2025.

Performa apik itu membuat City berada di jalur yang tepat untuk mengulangi persaingan gelar liga dengan Arsenal. Kedua tim pernah bersaing sengit untuk menjadi raja di Inggris pada musim 2022-2023 dan 2023-2024. Pada dua musim itu, City yang memenangi pacuan juara.

Setelah mendekati gap poin dari sang rival, Manajer City Pep Guardiola menegaskan, timnya masih jauh dari performa sempurna. Menurut dia, skuad City masih kerap melakukan kekeliruan secara kolektif dan individu di Selhurst Park.

Pemain Manchester City Phil Foden (kanan) melepas umpan silang saat melawan Crystal Palace pada laga Liga Inggris di Stadion Selhurst Park, London, Minggu (14/12/2025). City menang 3-0 pada laga itu.

Tuntutan Guardiola kepada anak asuhannya tidak sepenuhnya keliru. Di tengah hasil kemenangan meyakinkan, City diuntungkan pula dengan serangan tak efektif tim tuan rumah. Palace menghasilkan 16 tembakan yang 12 di antaranya tercipta di dalam kotak penalti City.

Dari jumlah itu, hanya empat tembakan yang mengarah ke gawang tim tamu. Adapun City menghasilkan enam tembakan ke gawang dari total tujuh tembakan.

”Kami sudah berusaha keras dan menjadi diri sendiri. Tetap saja kami belum menyajikan performa terbaik dalam beberapa momen. Kami masih bisa lebih baik lagi,” ujar Guardiola tentang performa anak asuhannya kepada BBC.

Ia menambahkan, ”(Selhurst Park) Ini adalah tempat yang sulit. Ketika kami kehilangan bola, mereka menyerang dengan sangat baik. Kemenangan ini menumbuhkan mentalitas kami.”

Tuntutan besar yang disematkan Guardiola kepada anak asuhannya cukup beralasan. City akan dinanti sejumlah laga menantang hingga awal Tahun Baru. Nottingham Forest, Sunderland, Chelsea, Brighton & Hove Albion, serta Manchester United bakal menjadi ujian The Citizens untuk menguji kepantasan mereka kembali menjadi penguasa tunggal Inggris.

Manchester City's Erling Haaland, centre, heads the ball during the English Premier League soccer match between Crystal Palace and Manchester City in London, Sunday, Dec.14, 2025. (AP Photo/Kin Cheung)

Dua kombo

Kembalinya City ke tren positif dipengaruhi oleh dua pemain menyerang yang sudah kembali tajam dan bisa menopang tim. Mereka adalah Haaland dan Foden.

Dalam lima pertandingan terakhir, Haaland sudah menghasilkan empat gol dan dua asis. Tak heran, kini penyerang asal Norwegia itu memimpin daftar pencetak gol Liga Inggris dengan 17 gol. Ia meninggalkan pesaing terdekat penyerang Brentford, Igor Thiago, yang menghasilkan 11 gol.

Foden lebih tajam dibandingkan Haaland dalam periode lima laga terakhir. Sudah menyumbang enam gol dan sebuah asis, Foden seperti telah terlahir kembali setelah menjalani masa-masa sulit nan tak konsisten pada musim lalu.

Ketajaman Foden kembali karena mendapatkan kepercayaan untuk bermain lebih dekat dengan sepertiga akhir pertahanan lawan. Ia menjadi salah satu andalan dari dua taktik gelandang serang yang diterapkan Guardiola dalam formasi 4-3-2-1.

”Hal paling penting dari permainan kami adalah kesabaran. Kami memiliki lebih banyak kontrol dan mengoper seperti cara bermain City yang sesungguhnya,” kata Foden kepada Sky Sports.

Pemain Crystal Palace Eddie Nketiah (kiri) berebut bola dengan pemain Manchester City Josko Gvardiol (kanan) pada laga Liga Inggris di Stadion Selhurst Park, London, Minggu (14/12/2025). City menang 3-0 pada laga itu.

”Saya sangat senang menjalani performa bagus di Liga Inggris dalam beberapa laga terakhir. Saya ingin untuk tetap mencetak gol,” ujar Foden.

Selain lini serang, penampilan bertahan City juga sudah membaik. Sempat kemasukan enam gol pada dua laga kontra tim semenjana, Leeds dan Fulham, City mengoleksi dua laga nirbobol kedua di Liga Inggris musim ini.

Keseimbangan defensif telah ditemukan Guardiola dengan kuartet bek, yakni Nico O’Reilly, Josko Gvardiol, Ruben Dias, dan Matheus Nunes. Mereka ditopang Nico Gonzalez sebagai gelandang jangkar serta Gianluigi Donnarumma di bawah mistar gawang. Di Selhurst Park, Donnarumma mencatatkan empat penyelamatan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan