Dua unggulan teratas tunggal putri dipastikan bersaing pada semifinal Australia Terbuka. Iga Swiatek menyusul langkah petenis nomor satu dunia, Aryna Sabalenka.
22 Jan 2025 19:34 WIB · Olahraga
MELBOURNE, RABU - Iga Swiatek untuk kedua kalinya mencapai semifinal turnamen Australia Terbuka. Dia ingin mendorong dirinya sendiri lebih keras pada kesempatan yang langka didapatnya di arena Grand Slam pada awal tahun ini.
Swiatek mendapatkan tiket semifinal setelah mengalahkan salah satu dari lima wakil Amerika Serikat pada perempat final, Emma Navarro. Di Rod Laver Arena, Melbourne Park, Australia, Rabu (22/1/2025), Swiatek menang dengan skor 6-1, 6-2.
Navarro gagal mengikuti jejak rekan senegara, Madison Keys, yang memenangi perempat final pertama pada Rabu. Keys menang atas Elina Svitolina 3-6, 6-3, 6-4 dan akan menjadi lawan berikutnya bagi Swiatek.
Meskipun telah memiliki lima gelar juara Grand Slam dalam usia 23 tahun, laga melawan Keys, Kamis, hanya menjadi semifinal kedua bagi Swiatek di Australia Terbuka. Semifinal sebelumnya dicapai pada 2022. Saat itu, dia kalah dari Danielle Collins.
Dalam dua tahun beruntun berikutnya, perjalanannya di Melbourne Park semakin singkat. Pada 2023, Swiatek kalah pada babak keempat dan tersingkir pada babak ketiga, setahun berikutnya. Padahal, gelar Grand Slam petenis Polandia itu bertambah.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/22/7c798422-e919-4ab8-baa9-e60e38033dd2_jpg.jpg)
Saat ini, Swiatek memiliki empat gelar dari Perancis Terbuka yang digelar di lapangan tanah liat Roland Garros dan satu dari Amerika Serikat Terbuka di lapangan keras Flushing Meadows.
“Tahun ini, saya berusaha lebih fokus agar bisa berkembang (di Australia Terbuka). Saya berusaha berkembang dalam mendapat poin demi poin. Tujuan saya bukan untuk memberi bukti pada orang lain, tetapi untuk diri sendiri. Kini, ketika bisa mencapai semifinal lagi, saya harus mendorong diri sendiri lebih keras,” tutur Swiatek.
Bersama Wim Fisette, pelatih yang mendampinginya sejak Oktober 2024, Swiatek memperlihatkan fokus dan kerja kerasnya ketika melewati babak pertama hingga perempat final. Dia selalu menang dua set. Pertandingan selama satu jam 29 menit melawan Navarro, hingga saat ini, menjadi yang terlama.
Swiatek hanya kehilangan 14 gim pada lima pertandingan. Hal itu menjadi jumlah terkecil sejak Maria Sharapova kehilangan sembilan gim, yaitu dengan perjalanan yang sama, di Australia Terbuka 2013. Namun, langkah Sharapova akhirnya dihentikan Li Na dengan skor 2-6, 2-6.
Keunggulan rekam jejaknya dari Navarro, meskipun berusia sama, diperlihatkan dari perjalanan Swiatek pada empat babak sebelum berjumpa di Rod Laver Arena. Swiatek hanya menghabiskan waktu empat jam 30 menit, sedangkan Navarro memenangi empat babak, masing-masing, dalam tiga set dengan total sepuluh jam 14 menit.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/22/faa24c4f-de4f-445f-84fc-d8149a933725_jpg.jpg)
Catatan itu membuat Swiatek menjadi tunggal putri dengan perjalanan paling meyakinkan menuju semifinal, termasuk saat dibandingkan dengan Sabalenka, juara dalam dua edisi terakhir. Petenis nomor satu dunia itu bermain tiga set pada perempat final melawan Anastasia Pavlyuchenkova, Selasa. Ia lantas akan melawan sahabatnya, Paula Badosa, di semifinal.
Meskipun demikian, Swiatek berusaha mengontrol rasa percaya dirinya. Dia tahu bahwa Keys memiliki permainan berbahaya. Gaya bermain yang mengandalkan kekuatan penuh cocok untuk dimainkan di lapangan keras seperti di Rod Laver Arena.
“Madison juga senang bermain cepat. Saya harus sangat siap menghadapi itu dengan pertahanan yang baik. Namun, yang terpenting, saya harus fokus pada diri sendiri dengan sikap mental yang konsisten, berapa pun skor di lapangan,” kata Swiatek yang empat kali menang dari lima pertemuan dengan Keys.
Bagi Keys, semifinal nanti menjadi yang ketiga di Australia Terbuka setelah 2015 dan 2022. Finalis AS Terbuka 2017 itu mencapainya setelah absen pada 2024 karena cedera bahu kanan. Sebelum menang atas Svitolina, Keys mengalahkan unggulan keenam, Elena Rybakina, dan Collins pada babak keempat dan ketiga.
Kini, yang akan berada di seberang net adalah Swiatek dengan performa yang pantas membuatnya menjadi juara. “Tantangan terbesar ketika melawan Swiatek adalah karena dia bisa bergerak dengan baik. Sedikit saja saya melewatkan kesempatan, dia memiliki waktu untuk berada pada posisi baik dan menetralkan kembali serangan lawan. Itulah sebabnya, sangat sulit untuk unggul dalam poin dari dia,” ujar Keys.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/22/24b6fe68-9308-47ff-a18e-5d7b6a44922f_jpg.jpg)
Meskipun demikian, petenis peringkat ke-14 dunia itu memiliki pengalaman mengalahkan Swiatek. Hal itu terjadi pada pertemuan di lapangan keras. Keys menang pada babak keempat WTA 1000 Cincinnati 2022, sementara tiga dari empat kemenangan Swiatek didapat di lapangan tanah liat.
Pada persaingan tunggal putra, petenis nomor satu dunia yang juga juara bertahan, Jannik Sinner, tak begitu kesulitan untuk mendapat tiket semifinal. Dalam pertandingan melawan Alex de Minaur, bintang tuan rumah yang ditempatkan pada jadwal prime time (sesi pertama pertandingan sore), Sinner menang 6-3, 6-2, 6-1.
Lawannya di semifinal adalah petenis AS, Ben Shelton, yang menang atas Lorenzo Sonego 6-4, 7-5, 4-6, 7-6 (4). Duel ini menjadi semifinal kedua Shelton sejak debut di ajang Grand Slam pada 2022, setelah AS Terbuka 2023.
Persaingan Sinner dan Shelton serta Novak Djokovic melawan Alexander Zverev pada semifinal lainnya akan berlangsung pada Jumat. (ap/afp)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase