Turnamen Grand Slam bukan hanya milik petenis top. Di Australia Terbuka, petenis yang lolos dari kualifikasi dan ”lucky loser” mendapat momen yang tak terlupakan.
20 Jan 2025 22:16 WIB · Olahraga
Learner Tien dan Eva Lys menjadi sorotan pada babak keempat Australia Terbuka yang berlangsung di Melbourne Park selama dua hari, 19 dan 20 Januari. Nama mereka berada di antara 16 petenis tunggal putra dan 16 tunggal putri tersisa dari 128 peserta pada masing-masing nomor di tahap awal.
Tien, tunggal putra Amerika Serikat keturunan Vietnam, dan Lys yang mewakili Jerman tetapi lahir di Ukraina tampil pada pekan kedua bersama para favorit juara, seperti juara bertahan, Jannik Sinner dan Aryna Sabalenka, Carlos Alcaraz, Novak Djokovic, serta Iga Swiatek.
Perjalanan Tien ke babak keempat diawali dari babak kualifikasi. Kemenangan pada tiga babak membuatnya menjadi salah satu dari 16 petenis kualifikasi yang berhak tampil pada babak utama dan Tien yang mencapai perjalanan terjauh.
Saya datang ke sini tanpa ekspektasi apa pun. Namun, apa yang saya capai seperti tak nyata. Momen saya di sini rasanya tak akan terlupakan sepanjang karier.
Kejutan dibuatnya pada babak kedua saat mengalahkan unggulan kelima yang merupakan juara AS Terbuka 2021, Daniil Medvedev. Medvedev, yang tiga kali mencapai final Australia Terbuka, dikalahkan Tien dalam lima set.
Tien, yang berusia 19 tahun, menjadi salah satu dari tiga remaja yang menyingkirkan sepuluh unggulan teratas tunggal putra. Dia pun menjadi tunggal putra termuda yang mencapai babak 16 besar Australia Terbuka sejak Rafael Nadal pada 2005.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/20/74eab325caf673a3e88daa08ab069397-TENNIS_AUS_OPEN_126874803.jpg)
Petenis 19 tahun lainnya asal Ceko, Jakub Mensik, mengalahkan unggulan keenam, Casper Ruud, pada babak kedua. Mensik akhirnya kalah pada babak ketiga dari Alejandro Davidovich Fokina.
Remaja yang juga menyita perhatian adalah Joao Fonseca yang menang atas Andrey Rublev (9) pada babak pertama. Dalam pengalaman pertamanya tampil di babak utama Grand Slam, petenis berusia 18 tahun itu kalah pada babak kedua dari Lorenzo Sonego.
Sementara itu, babak keempat yang dicapai Tien dalam debut di Australia Terbuka dijalani di John Cain Arena, Senin (20/1/2025), melawan Sonego. Langkah Tien akhirnya berhenti setelah kalah dengan skor 3-6, 2-6, 6-3, 1-6 dalam pertandingan yang berlangsung 2 jam 25 menit.
”Saya datang ke sini tanpa ekspektasi apa pun. Namun, apa yang saya capai seperti tak nyata. Momen saya di sini rasanya tak akan terlupakan sepanjang karier,” tutur Tien.
Selain berhadapan dengan petenis top dan mengalahkannya, dia mendapat pengalaman lain yang akan berguna dalam rencana menjalani tur profesional secara penuh sejak tahun ini. Dia belajar mengatasi tekanan bermain di depan banyak penonton dan menjalani kewajiban berhadapan dengan media.
Tien menikmati momen tersebut meskipun belum terbiasa. Dia pun mendapat pengalaman luar biasa walaupun tak mencapai final seperti yang dialami saat bertanding di Australia dan AS Terbuka 2023 kategori yunior.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/20/7cf748adc2e750292a0d3449be88e749-TENNIS_AUS_OPEN_126876308.jpg)
Lys juga kalah pada babak keempat, Senin. Namun, di balik kekalahan dengan skor telak, 0-6, 1-6, dia mendapat pengalaman yang belum pernah didapat, yaitu melawan pemilik lima gelar juara Grand Slam, Iga Swiatek, di lapangan terbesar di Melbourne Park, Rod Laver Arena.
Petenis ranking ke-128 dunia itu tak akan mendapat pengalaman tersebut jika bukan adanya kejadian tak terduga, yaitu mundurnya unggulan ke-13, Anna Kalinskaya.
Lys bersaing di Australia Terbuka melalui babak kualifikasi. Kekalahan pada putaran ketiga (final) sebenarnya membuat perjalanannya berakhir. Namun, karena menjadi salah satu dari empat petenis yang kalah dengan ranking terbaik, Lys memiliki kesempatan untuk lolos ke babak utama dengan status lucky loser.
Kesempatan tersebut bisa tercapai saat ada petenis di babak utama yang batal tampil. Status lucky loser diberikan hingga hari ketiga turnamen, hari terakhir penyelenggaraan babak pertama.
Dengan peluang tersebut, Lys membatalkan kepulangan ke Hamburg, Jerman, dan menunggu di Melbourne. Dia tetap datang ke Melbourne Park setiap hari.
Status lucky loser pertama menjadi milik Petra Martic pada hari terakhir kualifikasi, 11 Januari. Keesokan harinya, Harriet Dart mendapat kesempatan yang sama seperti Martic.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/20/fc8d867c77e22e5fa2bf4255d5a1ac70-TOPSHOT_TENNIS_AUS_OPEN_126876016.jpg)
Pada 13 Januari, Kalinskaya mengundurkan diri dan Lys mendengarnya saat menjalani fisioterapi setelah sempat tidur siang. Momen itu memastikan Lys bisa tampil pada babak utama.
Namun, dia tak memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan diri bermain pada babak pertama. Lys hanya punya 10 menit, setelah mendengar Kalinskaya mundur, untuk melawan Kimberly Birrell. Meski tak sempat menjalani latihan pemanasan sebelum bertanding, Lys menang 6-2, 6-2.
Sepekan kemudian, petenis berusia 23 tahun itu tampil pada pekan kedua di Rod Laver Arena melawan Swiatek. Dia menjalani laga itu setelah membatalkan lagi tiket ke Hamburg yang semula akan digunakan Minggu. Dengan demikian, Lys dua kali membatalkan tiket untuk pulang.
Dia menjadi petenis lucky loser keenam yang bisa mencapai babak 16 besar Grand Slam pada era Terbuka. Berkat perjalanan terjauhnya di Grand Slam ini, Lys akan menempati ranking 100 besar dunia untuk pertama kalinya.
”Ini pengalaman yang gila dan terjadi sangat cepat. Hari-hari di sini telah mengubah hidup saya. Posisi lucky loser membantu saya. Terkadang, yang saya butuhkan adalah kesempatan kedua,” katanya. (AP/AFP)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Wisnu Aji Dewabrata