Empat gelar juara secara beruntun bisa didapat Iga Swiatek pada turnamen tenis WTA Doha. Namun, dia harus menjalani tantangan berat pada laga awal.
10 Feb 2025 15:39 WIB · Olahraga
DOHA, SENIN — Iga Swiatek menangis ketika terakhir kali meninggalkan lapangan seusai tersingkir pada semifinal Grand Slam Australia Terbuka. Kekecewaan yang dialami di Melbourne Park, tiga pekan lalu itu, bisa sedikit terhapus jika dia menjuarai turnamen WTA 1000 Doha, 9-16 Februari 2025.
Petenis ranking kedua dunia itu akan menciptakan sejarah di arena tenis putri jika dia membawa trofi juara seperti yang dilakukannya di Doha, Qatar, pada 2022-2024. Swiatek bisa menjadi petenis tunggal putri yang menjuarai sebuah turnamen empat kali beruntun setelah Caroline Wozniacki yang menjadi juara di New Haven, Amerika Serikat, pada 2008-2011.
Jika bisa membuat peluang tersebut menjadi nyata, Swiatek meraih pencapaian yang lebih besar dari Wozniacki karena WTA Doha berlevel lebih tinggi dari WTA New Haven yang terakhir kali diselenggarakan pada 2018. Turnamen di Doha dengan kategori WTA 1000 pada 2022 dan 2024 serta WTA 500 pada 2023 berada satu tingkat di atas WTA New Haven.
Tentu saja sangat menyenangkan saat beberapa kali menjuarai turnamen. Tetapi, berpikir tentang hal itu ketika belum memulai pertandingan sangat tidak membantu.
Dalam perjalanan menuju juara 2022, Swiatek mengalahkan tiga petenis ranking sepuluh besar dunia, di antaranya Anett Kontaveit dengan skor 6-2, 6-0 di final. Petenis Polandia itu mempertahankan gelar pada tahun berikutnya dengan hanya kehilangan lima gim dari empat babak, salah satunya ketika mengalahkan Jessica Pegula 6-3, 6-0 di final. Kebetulan, Swiatek mendapat bye pada babak pertama dan kemenangan walkover (WO) atas Belinda Bencic di perempat final.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/10/5483be1fb710b205b7cb180c678f09ed-Australian_Open_Tennis_126971701.jpg)
Baru pada final 2024 dia mendapat perlawan ketat lawan, yaitu Elena Rybakina, dengan skor 7-6 (8), 6-2. Akan tetapi, dia hanya kehilangan 11 gim dari empat babak sebelumnya, salah satunya menang WO atas Karolina Pliskova di semifinal. Maka, dari 12 pertandingan pada 2022-2024, Swiatek hanya kehilangan 46 gim. Artinya, rata-rata, dia kehilangan 3,5 gim per pertandingan.
”Tentu saja sangat menyenangkan saat beberapa kali menjuarai turnamen. Tetapi, berpikir tentang hal itu ketika belum memulai pertandingan sangat tidak membantu. Saya harus melakukannya lagi dari awal, selangkah demi selangkah lagi. Fokus pada setiap pertandingan secara spesifik,” kata Swiatek dalam laman resmi WTA.
Tak salah jika Swiatek membawa pola pikir tersebut karena dia tiba di Doha dengan kekecewaan mendalam. Dia berpeluang besar menambah lima trofi juara Grand Slam dengan gelar Australia Terbuka untuk pertama kalinya.
Performanya begitu solid untuk memasuki fase semifinal dengan selalu menang dua set pada babak pertama hingga perempat final, termasuk menciptakan skor ”bagel”, 6-0, pada tiga babak. Penampilan itu merupakan hasil persiapan matang bersama Wim Fisette, mantan pelatih Osaka yang mendampingi Swiatek sejak Oktober 2024.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/10/baddd8181f1bd87273a1d9d38f8e85c7-TENNIS_AUS_OPEN_126972170.jpg)
Namun, penampilan gemilang Swiatek dihentikan petenis AS, Madison Keys, yang tampil baik selama dua pekan di Melbourne. Swiatek kembali gagal mencapai laga puncak Australia Terbuka karena kalah 7-5, 1-6 ,6-7 (8) dan memasuki ruang ganti pemain sambil menangis. Sementara kejutan dari Keys berlanjut dengan menjadi juara seusai mengalahkan petenis nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, di final.
Momen pahit itu harus segera dihapus dari benak Swiatek. Apalagi, dia akan menjalani laga pertama yang tak mudah pada Senin (10/2/2024) malam waktu setempat. Unggulan kedua, yang mendapat bye di babak awal itu, akan melawan Maria Sakkari yang menang atas Elena-Gabriela Ruse 4-6, 6-3, 4-0 pada babak pertama, Minggu.
Sakkari adalah petenis Yunani yang menempati peringkat ketiga dunia pada 2022. Dia meraih hasil terbaik di arena Grand Slam dengan menembus semifinal Perancis dan AS Terbuka pada 2021. Di turnamen WTA 1000, Sakkari mempunyai gelar juara WTA Guadalajara 2023.
Karakter permainan dengan pukulan penuh tenaga dari Sakkari bisa menyulitkan Swiatek karena pertandingan berlangsung di lapangan keras yang cocok dengan Sakkari. Statistik pertemuan kedua petenis pun imbang, 3-3, meskipun Swiatek menang dalam tiga pertemuan terakhir.
”Walaupun saya sudah tiga kali juara di sini, perjalanan setiap tahunnya selalu berbeda. Jadi, saya tak bisa membandingkan pengalaman selama bermain di sini atau menyebutkan kunci sukses untuk menjadi juara di Doha,” kata Swiatek.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/10/e56aa6c1701976befd3e26291759672d-TENNIS_AUS_OPEN_PODIUM_127017703.jpg)
Tak hanya Swiatek yang akan mendapat tantangan besar pada pertandingan pertama di Doha tahun ini. Sabalenka, unggulan teratas yang merupakan juara WTA 2020, akan melawan Ekaterina Alexandrova yang menjuarai WTA Linz, pekan lalu.
Pegula, yang menjadi unggulan keenam, akan melawan Marketa Vondrousova atau Elina Svitolina yang menjalani laga babak pertama, Senin. Vondrousova adalah juara Wimbledon 2023, adapun Svitolina akan membawa kenangan baiknya saat mencapai perempat final Australia Terbuka, pada Januari.
Petenis China yang menjadi unggulan ketujuh, Zheng Qin Wen, berpeluang bertemu Ons Jabeur yang akan menjalani babak pertama melawan McCartney Kessler, Senin. Jabeur adalah tiga kali finalis Grand Slam, sementara Kessler baru mendapat gelar kedua turnamen WTA di Hobart, Australia, Januari.
Unggulan lain yang akan bertemu mantan petenis ranking 20 besar dunia pada laga awal adalah Cori Gauff (unggulan ketiga) yang akan melawan Marta Kostyuk. Selain itu, ada Jasmine Paolini (4) yang ditantang Caroline Garcia dan Emma Navarro (8) yang akan berhadapan dengan Leylah Fernandez.
Hanya Rybakina (5) yang seharusnya bisa lepas dari lawan berat pada laga awal. Calon lawannya adalah Dayana Yastremska atau Peyton Stearns. (AP)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Wisnu Aji Dewabrata