Pihak Istana ataupun pimpinan DPR menegaskan, Menkeu Sri Mulyani tetap akan menjabat. Airlangga Hartarto juga menepis isu mundur dari posisi Menko Perekonomian.
18 Mar 2025 17:21 WIB · Politik & Hukum
JAKARTA, KOMPAS — Di tengah anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG hingga lebih dari 6 persen pada Selasa (18/3/2014), spekulasi bahwa penurunan salah satunya disebabkan oleh kabar pengunduran diri Menteri Keuangan Sri Mulyani, muncul.
Kendati demikian, Istana menegaskan bahwa Sri Mulyani masih menjabat dan menjalankan tugasnya. Elite Partai Gerindra, partai politik yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto pun menyebut bahwa Sri Mulyani tidak akan mundur dari Kabinet Merah Putih.
“Kalau persepsi investor luar saya tidak tahu. (Tetapi) Sri Mulyani tidak akan mundur, dan fiskal kita kuat,” kata Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menanggapi kabar pengunduran diri Menteri Keuangan Sri Mulyani dan dampaknya pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025).
Tak hanya ditampik Dasco, yang merupakan Ketua Harian Gerindra, kabar pengunduran diri Sri Mulyani juga dibantah oleh Istana. Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Harico Satria melalui keterangan video yang diunggah di akun Instagram PCO, kemarin, mengatakan, kabar tersebut tidak benar.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/11/079e567f-bd37-4d57-b24c-3f524973f1d2_jpg.jpg)
“Info yang beredar di media sosial mengenai pengunduran diri Ibu Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan adalah tidak benar alias hoaks. Hingga saat ini tidak ada pernyataan resmi sebagaimana disampaikan pihak-pihak tidak bertanggung jawab,” kata Harico.
Menurut dia, hingga kini, Sri Mulyani masih bertugas dan menjalankan tanggung jawabnya sebagai Menteri Keuangan. Ia pun mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi kabar tersebut.
“Kami meyakini, kami mempercayai, masyarakat kita tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang jelas belum terverifikasi. Mari bijak bermedia sosial dan selalu saring sebelum sharing,” ujarnya.
Hal serupa juga dikatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ketika ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa sore. Ia mengungkapkan, telah berkomunikasi dengan Sri Mulyani hari ini. Sri Mulyani pun diketahui tetap bertugas.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/09/26/91bb7713-670e-47b3-95de-9296b0351735_jpg.jpg)
“Ibu Sri Mulyani, saya sudah komunikasi tadi siang. Ibu juga sedang bekerja penuh. Jadi itu (kabar pengunduran diri) hoaks,” tutur Airlangga sebelum melaporkan perkembangan terkait IHSG kepada Presiden.
Selain Sri Mulyani, Airlangga mengakui, dirinya juga kerap dikabarkan bakal mengundurkan diri dari Kabinet Merah Putih. Namun, mantan Ketua Umum Partai Golkar itu menampiknya. “Pertama, saya tetap bekerja, konsentrasi bekerja, dan tidak ada rencana mundur,” ujarnya.
Kabar pengunduran diri Sri Mulyani berembus di jagat maya dalam beberapa hari terakhir. Sri Mulyani juga dikabarkan akan menjadi salah satu dari sekian menteri yang akan diganti dalam perombakan kabinet yang bakal dilakukan Presiden Prabowo dalam waktu dekat.
Ketika dikonfirmasi soal isu tersebut, Sri Mulyani yang ditemui awak media di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (12/3/2025), hanya tersenyum. Ia tidak menyangkal, tetapi juga tidak membenarkan. Saat itu, ia baru saja selesai menemui Presiden dan berbincang sambil berbuka puasa selama sekitar dua jam.
Sehari setelahnya, Sri Mulyani menggelar konferensi pers APBN Kita di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Sri Mulyani menjelaskan alasan menggabungkan pengumuman kinerja APBN edisi Januari, Februari, dan Maret 2025 karena data keuangan negara pada awal tahun masih ”sangat belum stabil” (Kompas, 15/3/2025).
Setelah Sri Mulyani menggelar konferensi pers APBN Kita, Dasco di kantor Produksi Film Negara, Jakarta, Jumat (14/3/2025), pun mengatakan, telah mengonfirmasi pihak Istana. Menurut dia, tidak ada rencana pemerintah untuk merombak kabinet dalam waktu dekat.
Berselang beberapa hari setelah kabar pengunduran diri Sri Mulyani beredar, terjadi penurunan IHSG secara signifikan pada Selasa pagi. Penurunan itu direspons sejumlah pihak, Dasco salah satunya. Ia yang didampingi Ketua Komisi XI DPR Muhammad Misbakhun dan anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Gerindra Wihadi Wiyanto langsung berkunjung ke BEI.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/18/2fae3ed56679998757dd35e9a9632155-20250318_134439.jpg)
IHSG yang hari ini dibuka di level 6.472 turun ke angka 6.076 atau 6,12 persen pada akhir perdagangan sesi pertama. Secara sektoral, seluruh jenis saham mengalami koreksi, dengan penurunan dalam di sektor teknologi (-12,46 persen), sektor barang baku (-9,78 persen), dan energi (-6,24 persen).
Penurunan IHSG ini tidak sejalan dengan kinerja beberapa pasar saham harian di bursa luar negeri. Bursa Jepang Nikkei, misalnya, tumbuh positif 1,4 persen, Bursa Hongkong Hangseng menghijau 1,8 persen. Sementara Bursa China Shanghai naik 0,1 persen, serta Bursa Amerika Serikat, seperti Dow Jones dan Nasdaq, masing-masing naik 0,85 persen dan 0,31 persen secara harian.
Terkait longsornya IHSG, Airlangga menilai, pasar saat ini masih menanti banyak hal. Secara global, akan ada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mulai 18-19 Maret 2025. Selain itu, masih ada rapat dewan gubernur Bank Indonesia, Rabu (19/3/2025).
"Nah tentu market masih menunggu," ujarnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/18/a5e54f8ecda2d9924cd9030bb23cbf4b-20250318PRI7HR.jpg)
Airlangga melanjutkan, aturan pembekuan sementara perdagangan di sistem perdagangan BEI yang diberlakukan di masa pandemi Covid-19 akan ditinjau ulang. Kendati demikian, Airlangga tetap menilai bahwa segi fundamental perekonomian Indonesia kuat.
"Kalau penurunan ini, kan, di berbagai negara, saham naik turun biasa. Saham-saham yang negara lain minggu-minggu lalu turun cukup dalam. Nah sekarang mungkin kemarin kita belum terlalu kena baru berimbas 1-2 hari," tambahnya.
Terkait pendapat para analis yang menyebut anjloknya IHSG sebagai akibat dari sentimen negatif terhadap regulasi pemerintah, Airlangga mengakui itu perlu ditindaklanjuti. Ke depan, kementerian-kementerian teknis perlu menjelaskan agar transparansi kebijakan bisa lebih jelas.
Penulis:
Kurnia Yunita Rahayu, Nina SusiloEditor:
A. Ponco Anggoro