IIMS 2025 Jadi Ajang Unjuk Ekosistem Hijau Otomotif

Industri otomotif berlomba-lomba menunjukkan komitmen terhadap penurunan emisi gas rumah kaca. Untuk itu, ekosistem mobil listrik perlu disiapkan dan ditingkatkan.

14 Feb 2025 17:05 WIB · Ekonomi

Oleh Dionisius Reynaldo Triwibowo

JAKARTA, KOMPAS — Pada pameran otomotif Indonesia International Motor Show atau IIMS 2025, sebanyak 56 jenama mobil dan motor memamerkan teknologi, produk baru, dan mempresentasikan keunggulan mereka. Banyak produsen mobil berlomba-lomba menunjukkan kecanggihan sekaligus komitmen mereka terhadap penurunan emisi karbon lewat kendaraan listrik.

Misalnya, Hyundai yang komitmen dengan 100 persen menggunakan energi terbarukan sejak 2023 melalui Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI). Salah satu produk mobil listrik andalan mereka adalah Stargazer Essential Tech yang baru diluncurkan pada IIMS 2025.

Menurut Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer (COO) PT Hyundai Motors Indonesia, Stargazer Essential Tech merupakan pengembangan dari Stargazer Essential dengan fitur yang jauh lebih canggih. Pihaknya menambahkan fitur bluelink dan smartsense yang bisa dikontrol dan dipantau dari aplikasi di telepon pintar.

”Hyundai akan selalu menciptakan inovasi dan ekosistem dengan teknologi masa depan,” ucap Fransiscus, di IIMS 2025 JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (14/2/2025).

Selain Hyundai, ada pula Honda yang baru meluncurkan mobil listrik pertamanya bernama e:N1. Meski belum dijual bebas, mobil ini sudah bisa digunakan dengan sistem sewa dengan harga Rp 22 juta per bulan dalam masa waktu lima tahun. Honda menyasar pasar perusahaan alias bussiness to bussiness (b to b) untuk memasarkan mobil listrik pertama mereka.

Teknologi hybrid di mobil Hyundai Santa Fe di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Rabu (5/2/2025). Mobil SUV ini memiliki teknologi turbo hybrid untuk meningkatkan efesiensi bahan bakar. Sejumlah fitur diberikan mobil ini, salah satunya tiga mode berkendara. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 05-02-2025

Yusak Billy, Sales, Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor, di sela-sela IIMS 2025, mengungkapkan, pihaknya tak sekadar jualan produk, tetapi juga membangun kepercayaan lewat ekosistem energi hijau yang diciptakan sebelum produk mobil listrik keluar. Ada beberapa aspek dalam ekosistem tersebut, yakni produk berkelanjutan lewat mobil listrik, lalu stasiun pengisian energi, dan transisi energi.

”Kami menargetkan pada 2040 akan net zero emission untuk semua produk. Jadi, membangun kepercayaan itu melalui ekosistem bukan hanya jual produk,” kata Billy.

Quote

Dengan kondisi market yang sedang lesu ini, kita semua, termasuk pemerintah, perlu mencari terobosan-terobosan agar konsumen kembali bisa atau memiliki minat untuk belanja otomotif. (Agus Gumiwang Kartasasmita)

Billy menambahkan, mobil listrik pertama Honda ini dilengkapi dengan motor listrik yang mampu menghasilkan tenaga 150 kW dan torsi 310 Nm. Jauh lebih bertenaga daripada ”kembarannya” HR-V dan tentunya jauh lebih ”hijau” karena konsep mobil listriknya.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan, inovasi dari industri otomotif akan menggairahkan kembali pembelian yang sempat lesu pada 2024. Untuk itu, pemerintah dan produsen perlu mencari terobosan-terobosan agar bisa memulihkan keadaan industri otomotif.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meninjau both peserta pameran usai membuka Indonesia International Motor Show 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (13/2/2025 ). Pameran otomotif ini akan berlangsung hingga 23 April 2025

Agus mengatakan, pemerintah tidak tinggal diam dalam menghadapi kondisi saat ini. Pemerintah telah menjalankan upaya yang strategis, seperti penerbitan paket stimulus ekonomi pertama, yang tujuannya antara lain untuk menjaga daya beli masyarakat. Termasuk mendukung sektor otomotif melangkah menuju transisi hijau.

”Tentu dengan kondisi market yang sedang lesu ini, kita semua, termasuk pemerintah, perlu mencari terobosan-terobosan agar konsumen kembali bisa atau memiliki minat untuk belanja otomotif,” kata Agus pada pembukaan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025 di Jakarta, Kamis (13/2/2025).

Agus menyampaikan, pemerintah tidak akan tinggal dalam menghadapi kondisi saat ini. Pemerintah telah menjalankan upaya yang strategis, seperti penerbitan paket stimulus ekonomi pertama, yang tujuannya, antara lain, untuk menjaga daya beli masyarakat. Termasuk mendukung sektor otomotif dan mendukung langkah menuju transisi hijau.

”Alhamdulillah, akhirnya pemerintah memutuskan untuk memberikan insentif mobil hybrid. Jadi, tentu saya berharap atas kegiatan IIMS tahun ini akan mampu menggairahkan kembali minat calon konsumen untuk belanja otomotif,” ungkap Agus.

Menurut Agus, industri otomotif selama ini memberikan kontribusi yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Berdasarkan perhitungan Kemenperin, sepanjang 2024, penjualan secara wholesales hanya 866.000 unit atau mengalami penurunan 13,9 persen dibandingkan dengan 2023.

”Tentu secara umum, ke depan perekonomian, termasuk industri manufaktur ini telah dan akan dihadapkan pada kondisi atau challenge yang sangat unik dan berat,” ucapnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Dionisius Reynaldo Triwibowo
 | 

Editor:

Aloysius Budi Kurniawan