Liverpool Juara, Liverpool Berpesta

Liverpool akhirnya bisa merayakan trofi Liga Inggris secara paripurna. Dalam lima tahun, hanya Liverpool mampu hentikan hegemoni Man City dan Pep Guardiola.

28 Apr 2025 01:21 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

LIVERPOOL, MINGGU — Main, menang, dan juara. Tiga resep yang ditunaikan Liverpool pada laga pekan ke-34 Liga Inggris, Minggu (27/4/2025), di Stadion Anfield. ”Si Merah” membenamkan Tottenham Hotspur, 5-1, untuk mengunci gelar liga ke-20.

Lautan merah sudah menghiasi kota Liverpool, tepatnya jalan-jalan menuju Anfield, sejak Minggu pagi waktu setempat. Liverpudlians, suporter Liverpool, sudah mafhum. Hasil imbang sudah cukup bagi Liverpool untuk menuntaskan pacuan trofi Liga Inggris 2024-2025.

Dominik Solanke, penyerang Spurs, mencetak gol sundulan pada menit ke-12 memulai sepak pojok pertama tim tamu. Gol itu seakan melecut spirit pemain Liverpool. Ibarat gol Solanke itu membangkitkan jiwa macan di dalam skuad Si Merah yang sempat tertidur.

Hasilnya, Liverpool membalas dengan lima gol. Luis Diaz (16’), Alexis Mac Allister (24’), Cody Gakpo (34’), dan Mohamed Salah (63’), serta bunuh diri bek sayap Spurs, Destiny Udogie, pada menit ke-69 memastikan kemenangan besar Liverpool.

Setelah menyarangkan bola kelima ke dalam gawang kiper Spurs asal Italia, Guglielmo Vocario, tribune The Kop di Anfield menggaungkan nyanyian dengan kata, ”Champions”. Balon-balon merah pun dilemparkan ke dalam lapangan, lalu suar berasap merah menghiasi langit di luar stadion.

”Sejak tiba dengan bus, anak-anak bertekad tidak ada kata kalah dari gim ini. Kami membuatnya sedikit sulit dengan ketinggalan satu gol, tetapi kami selalu menemukan cara untuk menang,” ujar Manajer Liverpool Arne Slot di sela perayaan kepada Liverpool TV.

Pelatih Liverpool Arne Slot bersama para pemainnya merayakan keberhasilan mengunci gelar Liga Inggris seusai mengalahkan Tottenham Hotspur, 5-1, di Anfield, Minggu (27/4/2025) malam.

Di era Premier League yang dimulai pada 1992-1993, Liverpool akhirnya bisa merayakan gelar juara liga secara paripurna. Ketika memenangi perburuan titel Liga Inggris pada musim 2019-2020, Liverpool merayakan kejayaan dalam kesunyian.

Dunia sedang dilanda pandemi Covid-19. Pendukung Si Merah hanya berteriak dan merayakan kegembiraan dari rumah-rumah mereka. Dinding di kediaman mereka menjadi saksi bisu kebahagiaan itu.

Meskipun sempat merayakan gelar juara di sudut-sudut kota, perayaan itu pun berujung tindakan tegas aparat keamanan untuk membubarkan massa. Alasannya, hal itu demi menjalankan aturan pembatasan sosial (social distancing).

Pada musim ini tidak ada lagi yang menghalangi liverpudlians merayakan gelar juara dari kursi tribune Anfield. Untaian lagu perayaan, spanduk wadah ekspresi dukungan kepada pemain idola, bentangan syal, hingga berswafoto dengan Salah melengkapi perayaan suporter Si Merah.

Senyum berkembang dari seluruh wajah yang mengenakan jersei dan kaus berwarna merah di Anfield. Manajer Liverpol Arne Slot pun mempercepat salaman dengan Manajer Spurs Ange Postecoglou yang menjadi ritual setelah peluit akhir.

Slot menghampiri Postecoglou untuk bersalaman ketika masa tambahan waktu babak kedua masih tersisa dua menit dari jatah empat menit. Ketika waktu menunjukkan 90+4, Slot sudah memeluk stafnya di sisi lapangan.

Gelandang Liverpool, Alexis Mac Allister (kiri), merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Tottenham Hotspur pada laga Liga Inggris di Anfield, Minggu (27/4/2025).

Peluit akhir yang ditiupkan wasit Thomas Bramall layaknya panggilan bagi seluruh pemain Liverpool untuk merayakan gelar juara liga mereka. Pemain Liverpool saling berpelukan satu sama lain. Kemudian, mereka berjingkrakan mengikuti irama yel-yel dari suporter di tribune.

Para pemain pun diberikan jersei kandang khusus untuk perayaan. Jersei itu dibubuhi gambar trofi Liga Inggris dan tulisan ”CHAMPIONS 24/25)” di bagian punggung. Tulisan itu menggunakan warna emas. Mac Allister merupakan pemain pertama yang mengenakan jersei istimewa itu.

Virgil van Dijk, bek tengah dan kapten Liverpool, menuturkan, timnya pantas meraih gelar juara Liga Inggris musim ini. Ia memastikan perayaan akan terus berlangsung hingga beberapa pekan mendatang.

”Saya sangat berambisi untuk memenangi trofi ini untuk mereka (pendukung) di seluruh dunia, juga untuk kami,” kata Van Dijk kepada Sky Sports.

infografik Data dan Fakta Liverpool Juara Liga Inggris 2024-2025

”Klub 90”

Liverpool memastikan trofi liga dengan empat laga tersisa. Mereka mengemas 82 poin dari 34 pertandingan. Unggul 15 poin atas Arsenal yang menghuni posisi kedua.

Dengan empat gim terakhir, Si Merah berpeluang besar menjadi tim ke-13 di era Premier League yang meraih gelar juara dengan perolehan lebih dari 90 poin. Performa Liverpool edisi 2024-2025 layak masuk dalam kelompok peraih poin menganggumkan itu alias ”Klub 90”.

Poin maksimal yang bisa dikumpulkan Liverpool pada musim ini adalah 94 poin. Pada lima musim lalu, Liverpool mengemas trofi liga dengan koleksi 99 poin.

Gelar liga musim ini juga menyejajarkan Liverpool dengan rival abadi mereka, Manchester United, dalam kuantitas titel liga. Kedua tim sudah merasakan 20 musim menjadi tim terbaik di Inggris.

Britain Soccer Premier League

Meskipun telah memastikan gelar juara, Liverpool baru akan menggelar pesta juara sesungguhnya pada gim pamungkas musim ini kontra Crystal Palace di Anfield. Pertandingan itu akan tersaji pada 25 Mei 2025.

Direncanakan, para pemain Liverpool juga turut membawa keluarga mereka untuk merayakan gelar juara di lapangan Anfield. Sebuah momen yang tentu akan selalu diingat oleh setiap pemain Si Merah dalam sisa usia mereka.

Setidaknya bakal 22 pemain yang menerima medali juara Liga Inggris musim ini. Sudah ada 21 pemain yang memenuhi syarat minimal lima penampilan untuk dikalungkan medali juara Premier League. Satu pemain lain, yakni Federico Chiesa, hanya butuh satu gim lagi untuk mendapat medali berlapis emas.

”Mari lupakan gelar (liga) kedua dalam 35 tahun. Ini adalah gelar kedua dalam lima tahun,” tutur Slot yang disambut tepuk tangan gemuruh.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .