ASIAN GAMES AICHI-NAGOYA 2026

Indonesia Diperkuat 432 Atlet, Tiga Cabor ”Gotong Royong” Berangkat Mandiri ke Asian Games

Di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Indonesia mengutus total 432 atlet dari 35 cabor. Tiga cabor berangkat dengan skema non-APBN.

02 Agt 2026 13:23 WIB · Olahraga

KOMPAS/AGUS SUSANTO

Oleh Rebiyyah Salasah

JAKARTA, KOMPAS — Indonesia akan mengirimkan 432 atlet dari 35 cabang olahraga ke Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Tiga cabor ”gotong royong” dan menunjukkan komitmen untuk tampil di Asia dengan memberangkatkan atlet secara mandiri atau tanpa APBN.

Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mengumumkan komposisi kontingen Indonesia itu pada Sabtu (1/8/2026). Indonesia akan diperkuat 432 atlet dari 35 cabang olahraga untuk Asian Games yang berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.

Jumlah itu akan ditambah 148 pelatih dan ofisial serta 32 anggota tim ketua kontingen atau chef de mission (CdM). Komposisi tersebut merupakan hasil evaluasi antara tim reviu Kemenpora dan Komisi Sport KOI bersama federasi cabang olahraga terhadap kesiapan atlet dan peluang prestasi.

”Seluruh atlet yang berangkat telah melalui proses seleksi dan persiapan maksimal. Kini, saatnya mereka tampil percaya diri, memberikan yang terbaik, dan mengharumkan nama Indonesia,” kata Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari.

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari (kiri) berbincang dengan Pemimpin Redaksi Kompas/Kompas.id Haryo Damardono dalam kunjungan ke Kantor Redaksi Kompas di Jakarta, Senin (29/9/2025). Selain untuk mempererat silaturahmi, kunjungan ini juga untuk berdiskusi tentang berbagai macam permasalahan olahraga di Indonesia.

Kompas/Wisnu widiantoro
29-09-2025

Jumlah atlet ke Aichi-Nagoya 2026 lebih besar dari edisi sebelumnya di Hangzhou 2022. Saat itu, Indonesia mengirimkan 415 atlet untuk 31 cabang olahraga. Kontingen ”Merah Putih” mempersembahkan 7 medali emas.

Kondisi untuk Asian Games mendatang berbeda. Tambahan cabang olahraga yang juga otomatis menambah kuantitas atlet tidak sepenuhnya dalam pembiayaan APBN. Okto menyebut, sebanyak tiga cabang memberangkatkan atlet secara mandiri.

Opsi ini memang sempat dikaji KOI untuk mengatasi problem efisiensi anggaran yang menantang persiapan dan keberangkatan atlet. Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, saat rapat dengan Komisi X DPR pada Juni lalu menyebut, anggaran pelatnas untuk Asian Games 2026 menurun signifikan dibandingkan Asian Games 2022.

Untuk persiapan Hangzhou, anggaran pelatnas sebesar Rp 389 miliar untuk 31 cabang olahraga dan 415 atlet. Sementara untuk Aichi-Nagoya 2026, anggaran pelatnas Rp 81 miliar untuk 33 cabang olahraga dan 361 atlet. Artinya, terdapat penurunan 79 persen dari anggaran untuk Asian Games 2022.

Quote

Ketika mereka resmi menjadi bagian dari tim Indonesia, maka tanggung jawabnya sama, yaitu memberikan penampilan terbaik dan berjuang meraih medali untuk Indonesia.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir memaparkan soal persiapan Asian Games 2026 dalam rapat kerja bersama Komisi X DPRI RI di kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Tiga cabang yang berangkat melalui skema pendanaan mandiri adalah tinju, anggar, dan tenis meja. Pendanaan tersebut berasal dari federasi masing-masing dan dukungan para mitra.

Sebelumnya, padel juga menyebut akan berangkat secara mandiri. Hal itu disampaikan Ketua Umum Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Galih Dimuntur Kartasasmita. Namun, finalisasi terkait jumlah atlet yang berangkat masih menunggu keputusan KOI.

Okto menegaskan, meski menggunakan skema pembiayaan yang berbeda, tidak ada perbedaan target maupun tanggung jawab prestasi bagi seluruh atlet yang berangkat. Semua atlet tetap punya target prestasi.

”Ketika mereka resmi menjadi bagian dari tim Indonesia, maka tanggung jawabnya sama, yaitu memberikan penampilan terbaik dan berjuang meraih medali untuk Indonesia. Skema pendanaan boleh berbeda, tetapi target prestasi tetap sama,” ucap Okto.

Menurut Okto, skema keberangkatan mandiri merupakan bentuk komitmen dan gotong royong cabang olahraga untuk tetap tampil di panggung Asia. Karena itu, setiap cabang yang menggunakan skema tersebut tetap melalui proses evaluasi yang sama.

Okto pun menekankan KOI akan memastikan seluruh atlet yang tergabung dalam kontingen Indonesia memperoleh pelayanan, koordinasi, dan dukungan kontingen yang sama selama Asian Games 2026.

Sementara itu, Menpora Erick Thohir mengungkapkan, penetapan kontingen Indonesia merupakan hasil proses evaluasi dan reviu secara obyektif dan profesional. Erick juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang bersinergi mendukung persiapan kontingen Indonesia, termasuk cabang olahraga yang berangkat melalui skema pendanaan mandiri.

”Adanya cabang olahraga yang berangkat dengan skema pendanaan mandiri ini adalah bukti semangat kolaborasi, yang menunjukkan bahwa membangun prestasi olahraga adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah mengapresiasi seluruh federasi dan para mitra yang ikut mengambil peran,” kata Erick.

”Apa pun skema pendanaannya, ketika mengenakan lambang Garuda di dada, seluruh atlet membawa satu nama, yaitu Indonesia,” ujarnya lagi.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir memberikan keterangan pers soal persiapan SEA Games Thailand 2025 di Wisma Kemenpora, Jakarta, Kamis (16/10/2025).

Sementara itu, Ketua Kontingen atau Chef de Mission (CdM) Indonesia untuk Asian Games 2026 Todotua Pasaribu menyatakan kesiapannya melayani atlet dengan sebaik mungkin. Todotua memastikan persiapan sudah semakin matang untuk memastikan atlet dapat fokus mempersiapkan diri jelang pertandingan, keberangkatan, sampai kepulangan.

Todotua telah menjaring aspirasi dan kebutuhan sejumlah atlet yang nantinya jadi patokan untuk tim CdM melakukan persiapan. ”Kami juga terus berkomunikasi intensif baik dengan Kemenpora, KOI, maupun federasi nasional cabang olahraga yang akan berangkat mulai dari persiapan, keberangkatan, akomodasi, operasional pertandingan, hingga kepulangan dapat berjalan optimal,” ucap Todotua.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul