Kunci Indonesia meraih poin kontra Arab Saudi adalah meminimalisasi blunder dalam bertahan. Kevin Diks dan Yance Sayuri dipastikan absen.
18 Nov 2024 20:52 WIB · Olahraga
JAKARTA, KOMPAS – Tim nasional Indonesia wajib menampilkan performa sempurna agar tidak lagi gagal meraih poin ketika menghadapi Arab Saudi, Selasa (19/11/2024) pukul 19.00 WIB, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Seri atau menang bakal sejenak melepas tekanan kepada Pelatih Indonesia Shin Tae-yong.
Thom Haye, gelandang Indonesia, menilai timnya tampil baik dan bisa mengimbangi Jepang pada 30 menit awal babak pertama. Tetapi, kesalahan demi kesalahan, lanjut Thom, tercipta pada satu jam durasi laga tersisa yang menyebabkan skuad “Garuda” takluk 0-4, Jumat (15/11/2024) lalu.
“Tidak enak kalah dan kebobolan empat gol, tetapi hasil itu telah menjadi bahan kami untuk belajar. Saya berharap evaluasi itu bisa menolong kami untuk meraih hasil positif di laga selanjutnya kontra Saudi,” kata Thom dalam konferensi pers jelang laga, Senin malam, di SUGBK.
Thom menambahkan, pemain dan staf pelatih Indonesia telah melakukan analisis untuk membenahi sejumlah blunder yang merugikan diri sendiri melawan Jepang. Pemain klub Belanda, Almere City, itu pun percaya Indonesia akan memberikan respons positif dan meraih poin yang berharga demi menjaga persaingan di Grup C kualifikasi Piala Dunia 2026.
Hingga laga kelima, Indonesia berada di posisi juru kunci Grup C dengan tiga poin. Indonesia berselisih tiga poin dari Australia, Arab Saudi, dan China yang menghuni zona empat besar.
Saya pikir hasrat besar dan keinginan untuk menang dari pemain akan menentukan hasil akhir yang kami raih. Saya percaya kepada pemain saya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/18/8fbfb1cc-9354-4d06-b631-fff87e8ce277_jpg.jpg)
“Kami tidak diragukan lagi masih memiliki misi kolektif yang sama. Kami akan menampilkan energi besar, bekerja keras, dan memberikan segalanya di lapangan,” tutur Thom tentang ambisi skuad Garuda menghadapi Saudi.
Tak dimungkiri, kesalahan individu menjadi pembeda antara Indonesia dengan Jepang pada gim, Jumat (19/11/2024) lalu. Ragnar Oratmangoen membuang peluang untuk unggul di menit kesembilan. Lalu, Justin Hubner dan Maarten Paes menciptakan blunder yang mengawali gol pertama Jepang di masing-masing babak.
Sebelum melawan Jepang, Indonesia juga kemasukan tiga gol akibat kesalahan sendiri. Itu mengawali dua gol kemenangan China, lalu sebuah gol penyama kedudukan yang dihasilkan Bahrain pada pengujung pertandingan.
Sementara itu, Shin menuturkan telah berusaha maksimal untuk mempersiapkan tim sebaik mungkin di tengah masa persiapan yang amat singkat. Indonesia hanya memiliki masa latihan pada dua hari, yaitu Minggu dan Senin (17-18/11/2024) ini, setelah tumbang dari Jepang, Jumat lalu.
“Saya pikir hasrat besar dan keinginan untuk menang dari pemain akan menentukan hasil akhir yang kami raih. Saya percaya kepada pemain saya,” ujar Shin.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/18/931bc668-d26b-4afd-9adc-f50c150ed5d9_jpg.jpg)
Disinggung tentang tekanan yang tengah menyelimutinya setelah mengalami dua kekalahan beruntun, Shin menilai tekanan itu adalah wujud dari perhatian publik kepada sepak bola Indonesia. Ia berharap fans Indonesia tetap tulus mendukung perjuangan skuad Garuda.
“Saya mohon pendukung Indonesia untuk mendukung proses kami langkah demi langkah. Kalau lolos ke Piala Dunia sangat baik, tetapi jika gagal lolos, maka kami harus berbenah untuk memperbaiki kekurangan kita,” kata Shin yang menargetkan Indonesia duduk di zona empat besar putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026.
”Secara realita saat ini, Saudi masih di atas Indonesia karena membangun tim nasional secara bertahap dan didukung infrastruktur yang baik,” ucapnya.
Menurut Shin, Saudi yang akan dihadapi di Jakarta memiliki kemampuan lebih baik dibandingkan duel pertama, 5 September lalu, di Jeddah. Tim berjuluk “Green Falcons” itu kembali dilatih Herve Renard setelah mengakhiri kerja sama dengan Roberto Mancini, akhir Oktober lalu.
“Saya menilai tim Saudi lebih kuat. Mereka mengganti pelatih yang mengubah banyak pemain. Tim Saudi kini memiliki pemain-pemain lebih muda,” katanya.
Dengan kondisi kedua tim yang memiliki skuad dengan kisaran berusia rata-rata 25 tahun dan memiliki masa persiapan singkat, Shin menilai dua hal yang akan memengaruhi pertandingan. “Mobilitas dan level kebugaran pemain akan menjadi faktor penting di pertandingan nanti,” ucap Shin yang berusia 54 tahun.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/18/e8cbca9c-9c82-4ef7-8311-f51711f3c791_jpg.jpg)
Pada latihan resmi di SUGBK, Senin malam, sebanyak 25 pemain menjalani sesi latihan terakhir jelang menghadapi Saudi. Kevin Diks dan Yance Sayuri absen pada latihan itu. Keduanya menderita cedera.
Dua pelatih kiper, Kim Bong-soo dan Yoo Jae-hoon, melatih tiga kiper, yakni Maarten Paes, Nadeo Argawinata, dan M Riyandi, memaksimalkan bola di kaki mereka. Ketiganya dilatih melakukan operan pendek satu-dua dalam proses membangun serangan hingga melepaskan operan jauh.
Latihan operan pendek dan jauh itu difokuskan menggunakan kaki kiri. Pada sesi itu, Riyandi ditegur Kim akibat operan jauhnya yang melenceng keluar lapangan serta sesekali kontrol bola tidak baik.
Adapun 22 pemain outfield melakukan permulaan latihan yang serupa dengan sesi latihan resmi melawan Jepang. Setelah menjalani latihan agility yang dibagi kelompok terdiri dari empat orang, para pemain dibagi tiga kelompok untuk melakukan latihan operan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/18/94da1000-003e-46b9-893e-3d9568b55789_jpg.jpg)
Seiring absennya dua pemain itu, Hokky Caraka berlatih dengan pelatih fisik, Shin Sang-gyu. Pemain PSS Sleman itu kehilangan kelompok latihan. Sebab, susunan kelompok kecil pada dua sesi latihan itu serupa dengan latihan pamungkas jelang kontra Jepang.
Namun, ada satu hal menarik yang dilakukan Shin di awal latihan. Ia mengecek kepadatan rumput di kotak penalti dua sisi gawang.
Shin menginjakkan kakinya beberapa kali ke bagian tengah kotak penalti kecil. Ia kemudian meminta Kim untuk melatih tiga kiper di gawang sisi selatan yang memiliki kepadatan rumput lebih baik.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Wisnu Aji Dewabrata