Indonesia lolos ke perempat final Piala Sudirman setelah meraih dua kemenangan di penyisihan Grup D. Persaingan di grup tersebut terberat karena kekuatan berimbang.
29 Apr 2025 22:13 WIB · Olahraga
XIAMEN, SELASA — Indonesia berhasil mengatasi tantangan awal dengan melaju ke perempat final kejuaraan bulu tangkis beregu campuran Piala Sudirman. Jonatan Christie dan kawan-kawan melewati fase penyisihan dalam grup dengan persaingan paling berat.
Tiket perempat final itu didapat berkat dua kemenangan pada penyisihan Grup D, salah satunya saat mengalahkah India, 4-1, di Fenghuang Gymnasium, Xiamen, China, Selasa (29/4/2025). Dua hari sebelumnya, Indonesia mengalahkan Inggris, 5-0.
Lolosnya Indonesia ke perempat final dipengaruhi pula hasil dua kali menang yang didapat Denmark. Denmark menang atas Inggris 5-0, pada Selasa, setelah mengalahkan India, juga, dengan skor 4-1.
Dengan hasil-hasil tersebut, Indonesia dan Denmark dipastikan menjadi perempat finalis dari Grup D karena menempati peringkat dua teratas, syarat melaju ke perempat final. Pertemuan kedua tim, yang akan berlangsung Kamis, ”hanya” akan menjadi penentu posisi juara dan peringkat kedua grup. Adapun pertandingan India melawan Inggris, dua tim yang tersingkir, akan menentukan posisi ketiga dan keempat.
Grup D menjadi grup dengan persaingan terberat dibandingkan tiga grup lain yang juga terdiri atas empat tim. Ini karena Indonesia, Denmark, dan India memiliki kekuatan berimbang dalam peta persaingan dunia. Dari tiga tim tersebut, Indonesia dan Denmark akhirnya lebih unggul.
Saat berhadapan dengan India, Indonesia menurunkan pemain yang semuanya berbeda dengan laga melawan Inggris. Perubahan tersebut, seperti disebutkan Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian, didasarkan pada hasil pertemuan dengan lawan yang diprediksi akan diturunkan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/29/a88668083f08f416fa7cbdfe8c3bd9fe-WhatsApp_Image_2025_04_29_at_17.46.58.jpeg)
Pada ganda campuran, Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja dipilih untuk menggantikan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari. Rehan/Gloria memiliki pengalaman mengalahkan Dhruv Kapila/Tanisha Crasto pada tahun ini saat bertemu di semifinal Jerman Terbuka.
Final yang dicapai di Jerman Terbuka menjadi salah satu hasil baik Rehan/Gloria selain final Orleans Masters, perempat final All England, dan juara Polandia Terbuka. Hasil tersebut didapat pada masa awal mereka berpasangan setelah Rehan tak lagi menjadi altet pelatnas sejak awal 2025.
Selain itu, rangkaian turnamen di Eropa tersebut menjadi kesempatan Rehan/Gloria bertemu atlet-atlet yang akhirnya menjadi lawan di Piala Sudirman, seperti Kapila/Crasto. Meski demikian, hasil yang didapat kali ini berbeda. Rehan/Gloria kalah dengan skor 21-10, 18-21, 19-21.
Adaptasi cepat Rehan/Gloria pada gim pertama berubah pada dua gim berikutnya ketika lawan mengubah pola permainan menjadi lebih lambat. Pertahanan Kapila/Crasto pun sulit ditembus berkat upaya mereka mengembalikan serangan termasuk dalam posisi sulit, salah satunya ketika harus menjatuhkan diri untuk menjangkau kok.
Kami harus lebih tenang, lebih fokus untuk bisa main konsisten dengan pola permainan yang kami terapkan. Sekarang ini, fokus masih bisa langsung hilang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/29/15f10d4d91a7d72eb71b6915fb5ac6ad-IMG_20250429_WA0011.jpg)
Rehan/Gloria mendapat peluang meraih kemenangan pertama bagi Indonesia ketika unggul 19-16 pada gim ketiga, tetapi lawan merebut lima poin beruntun karena lebih siap dalam mengantisipasi setiap pukulan. Saat lawan bisa mendekat, Rehan dan Gloria terlihat tegang secara bergantian sehingga mereka pun saling mengingatkan.
Ketegangan yang dirasakan Rehan terbaca dari raut wajah dan bahasa tubuhnya oleh komentator pertandingan dari BWF, Gillian Clark. Apalagi, laga tersebut menjadi debut Rehan dalam Piala Sudirman.
”Saya memahami jika Rehan gugup. Meski pelatih akan mengingatkan fokus pada poin satu demi satu, hal itu sulit dilakukan pada kejuaraan beregu,” ujar Clark, mantan pebulu tangkis asal Inggris.
Gloria pun menyesali kekalahan karena gagal menambah poin setelah unggul 19-16. ”Kami harus lebih tenang, lebih fokus untuk bisa main konsisten dengan pola permainan yang kami terapkan. Sekarang ini, fokus masih bisa langsung hilang. Kami harus bisa lebih kuat lagi dalam faktor itu,” ujar Gloria mengevaluasi penampilannya dan Rehan.
Ganda campuran menjadi salah satu dari tiga nomor dengan kekuatan berimbang antara Indonesia dan India, begitu pula dengan tunggal putri dan tunggal putra yang dimainkan pada partai kedua dan ketiga. Adapun ganda putri dan ganda putra, yang menjadi keunggulan Indonesia pada kesempatan kali ini, terjadwal pada partai keempat dan kelima. Maka, setelah kehilangan nomor ganda campuran, Indonesia sebenarnya berada dalam tekanan yang lebih besar karena bisa saja kehilangan dua partai secara beruntun.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/29/e8c41a3742086e1085c57a3fde3f9d63-WhatsApp_Image_2025_04_29_at_18.34.26.jpeg)
Tekanan itu ada pada Putri Kusuma Wardani yang menjalani tugas pertamanya sebagai tunggal putri pertama Indonesia dalam Piala Sudirman. Putri diandalkan karena absennya Gregoria Mariska Tunjung.
Lawan yang dihadapi pun memiliki segudang pengalaman, yaitu Pusarla V Sindhu. Dia adalah peraih medali perak di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 dan perunggu Tokyo 2020, serta juara dunia 2019. Dalam ajang Piala Sudirman, Sindhu tampil untuk kelima kalinya sejak debut pada 2015.
Namun, Putri seperti tak tertekan dengan kondisi tersebut meski dia mengakui tegang saat memasuki lapangan. Dengan dukungan rekan-rekannya yang ramai berteriak, bernyanyi, dan memukul drum di tribune pemain, Putri memperlihatkan semangatnya dengan selalu berteriak setiap kali mendapat poin.
Putri membawa motivasi bahwa tunggal putri harus menyumbangkan poin bagi Indonesia. Dengan motivasi itu dan usaha untuk selalu mengembalikan pukulan Sindhu, termasuk smes yang sangat tajam, Putri menang 21-12, 21-13.
Jonatan Christie, lalu, membawa Indonesia unggul dari nomor yang juga bisa menjadi milik salah satu tim. Ketatnya persaingan tunggal putra diperlihatkan melalui pertandingan yang berjalan tiga gim saat Jonatan melawan Prannoy HS.
Jonatan Christie melawan Prannoy HS saat India melawan Indonesia dalam kejuaraan Piala Sudirman di Xiamen, China, Selasa (29/4/2025). Jonatan menang dengan skor 19-21, 21-14, 21-12.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/29/73196f184082d870084dc45e81f77b7e-WhatsApp_Image_2025_04_29_at_20.01.40.jpeg)
Tim Indonesia sebenarnya mengantisipasi turunnya tunggal putra nomor satu India, Lakshya Sen, hingga Jonatan dan pelatih tunggal putra pun lebih banyak menganalisis permainan Sen. Namun, ketika susunan pemain diketahui kedua tim pada Selasa siang, Jonatan mengubah pola pikir. Dia bersiap menghadapi laga panjang.
”Prannoy adalah pemain yang cukup berpengalaman, terutama di turnamen-turnamen penting dan beregu. Tadi juga terlihat sekali dia sangat ngotot,” kata Jonatan yang bermain 1 jam 13 menit untuk meraih kemenangan 19-21, 21-14, 21-12.
Indonesia akhirnya menambah kemenangan dari ganda putri dan ganda putra yang memang ditargetkan menang. Ganda putri memanfaatkan absennya pasangan nomor satu India yang berperingkat kesepuluh dunia, Treesa Jolly/Gayatri Gopichand Pullela. Siti Fadia Silva Ramadhanti/Lanny Tria Mayasari menang atas Priya Konjengbam/Shruti Mishra 21-10, 21-9.
Adapun Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin harus bekerja keras meski menang dua gim atas ganda putra nomor dua India, Hariharan Amsakarunan/Ruban Kumar Rethinasabapathi 22-20, 21-18. India juga tak diperkuat pemain terbaik pada nomor ini, yaitu Chirag Shetty/Satwiksairaj Rankireddy, karena sakit dan cedera.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Rosdiana Sitompul