Pelatih Indonesia U-17 Nova Arianto sudah mengenal baik sepak bola Korea Selatan dari Shin Tae-yong. Permainan reaktif jadi andalan "Garuda Muda" kejutkan Korsel.
03 Apr 2025 18:47 WIB · Olahraga
JEDDAH, KAMIS — Misi tampil di Piala Dunia U-17 dalam dua edisi beruntun mulai digelorakan tim U-17 Indonesia pada laga perdana Grup C Piala Asia U-17 kontra Korea Selatan, Jumat (4/4/2025) pukul 22.00 WIB, di Stadion Pangeran Abdullah al-Faisal, Jeddah, Arab Saudi. Pelatih Indonesia U-17 Nova Arianto memiliki bekal untuk mengemas poin menghadapi Korsel.
Gaya dan filosofi sepak bola Korsel sudah tidak asing bagi Nova. Statusnya sebagai asisten untuk mantan pelatih tim nasional Indonesia, Shin Tae-yong, pada periode 2020 hingga 2024 membuat Nova seharusnya telah dipahami seluk-beluk permainan ”Pasukan Taegeuk”, julukan tim raksasa Asia itu.
Apalagi, PSSI menunjuk Nova sebagai pelatih tim U-17 Indonesia satu tahun lalu juga didasari tekad untuk adanya kesinambungan tim yunior dengan tim senior. Hal itu menunjukkan bahwa Nova adalah pelatih lokal yang paling memahami Shin.
Inspirasi Shin itu pun telah disajikan Nova pada dua turnamen perdananya selama 2024, yaitu Piala AFF U-16 2024 dan kualifikasi Piala Asia U-17 2025. Serupa dengan Shin, Nova juga menerapkan taktik defensif yang mengandalkan formasi 5-4-1 dalam sistem bertahan, kemudian menyajikan skema 3-2-5 saat menyerang ke pertahanan lawan.
Dari dua turnamen itu, Nova juga mengedepankan tujuan permainan yang nyaris sama dengan ”guru”-nya itu. Keduanya mengutamakan keseimbangan pertahanan sebagai poros utama permainan. Dengan lini defensif yang kokoh, segala tujuan menjadi terbuka.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/02/2efa16f4d28e28072ecdb7a45dfac6df-antarafoto_latihan_timnas_indonesia_u_17_1743588820.jpg)
Kami sudah mempersiapkan segalanya untuk seluruh pemain, baik mental, teknik, maupun sisi strategi.
Tak heran, Indonesia menjalani babak kualifikasi Piala Asia U-17 2025 dengan menyandang predikat tim tak kemasukan. Hanya dua tim yang nirbobol di pra-Piala Asia U-17 2025, yakni Indonesia dan Uzbekistan (Grup E).
Meskipun skuad ”Garuda Muda” kemasukan empat gol pada tiga laga uji coba jelang Piala Asia U-17, hal itu tidak pantas menjadi barometer kualitas pertahanan Evandra Florasta dan kawan-kawan. Pasalnya, Nova melakukan otak-atik formasi dan susunan pemain demi mematangkan pemahaman satu per satu pemain untuk menjalankan rencana permainan yang diinginkannya.
Nova berharap anak asuhannya mampu memberikan performa terbaik sejak laga pertama di Grup C. Pelatih yang pernah membela timnas Indonesia pada 12 laga ketika masih aktif bermain itu menegaskan, persiapan Garuda Muda sudah rampung setelah lebih dari satu bulan menjalani masa pemusatan latihan, termasuk di Dubai, Eni Emirat Arab, dan Jeddah.
”Kami sudah mempersiapkan segalanya untuk seluruh pemain, baik mental, teknik, maupun sisi strategi. Saya berharap semua pemain mampu memberikan penampilan maksimal mereka di seluruh pertandingan (Piala Asia U-17),” tutur Nova dalam keterangan di laman Konfederasi Sepak Bola Asia, Kamis (3/4/2025).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/02/f39574af424434c7214fb84c9fed42ef-WhatsApp_Image_2025_04_02_at_16.19.13_2.jpeg)
Indonesia tidak boleh kehilangan poin di tiga gim Grup C demi membuka kans lolos ke babak perempat final sekaligus menyabet tiket ke Piala Dunia U-17 Qatar 2025, November mendatang. Kunci utama permainan reaktif skuad Garuda Muda adalah efektivitas lini serang.
Indonesia berpeluang lebih banyak bergerak di zona sendiri pada gim menghadapi Korsel. Oleh karena itu, taktik serangan balik cepat harus dimaksimalkan. Kecepatan tiga penyerang andalan, yaitu Zahaby Gholy, Mierza Fijatullah, dan Fadly Alberto, menjadi harapan bagi Garuda Muda untuk mengejutkan Pasukan Taegeuk yang berstatus juara dua kali Piala Asia U-17.
Selain itu, Nova juga bakal bertumpu pada serangan dari kedua sisi sayap. Itu menyebabkan peran bek sayap amat penting, salah satunya dihuni Mathew Baker. Tidak hanya untuk mempertebal pertahanan, para bek sayap juga bakal berdiri sejajar dengan trio penyerang dalam proses transisi positif.
Pelatih Korsel U-17 Baek Ki-tae enggan meremehkan Indonesia. Menurut dia, seluruh tim di Grup C memiliki kualitas yang setara. Baek bahkan mengkhawatirkan adanya ketegangan dan kegugupan yang menyelimuti anak asuhannya pada laga pertama Piala Asia U-17 2025.
Di sisi lain, Baek tidak ingin timnya hanya terpaku pada satu formasi tertentu. Ia mengungkapkan telah menyiapkan sejumlah taktik untuk beradaptasi dengan kekuatan lawan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/02/b33cb94adea7bb22e2bd96958aa40549-antarafoto_latihan_timnas_indonesia_u_17_1743588826.jpg)
”Kami ingin mengamankan satu tempat di Piala Dunia U-17 2025 dengan meraih hasil terbaik di Piala Asia U-17. Untuk itu, kami harus memiliki pola pikir bahwa semua tim bisa saling mengalahkan agar tetap waspada di setiap pertandingan,” tutur Baek dilansir laman AFC.
Ia menambahkan, ”Saya berharap pemain cepat beradaptasi dengan atmosfer di Piala Asia U-17 sehingga tidak merasa tegang dan kaku ketika menjalani pertandingan pertama. Kami juga masih lemah dalam efektivitas serangan. Semoga masalah itu tidak terjadi lagi pada laga menghadapi Indonesia.”
Salah satu pemain andalan Korsel untuk mengejar gelar ketiga di Piala Asia U-17 serta menjaga tradisi lolos ke Piala Dunia U-17 dalam tiga edisi beruntun ialah Kim Ye-geon, gelandang serang. Pemain bernomor punggung 10 itu adalah calon fenomena baru sepak bola Korsel.
Sejak usia anak-anak kemampuan olah bolanya telah diakui. Ia pun sudah menggeluti budaya pop Korsel dengan pernah menjadi bintang tamu di salah satu acara pencarian bakat. Kini, Kim sudah membela tim yunior klub raksasa Korsel, Jeonbuk Hyundai Motors.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/02/8b9130a78b17de811e91d02dde01645d-WhatsApp_Image_2025_04_02_at_16.19.12.jpeg)
Kim mengatakan dirinya sudah terbiasa diterpa tekanan dengan label ”prospek menjanjikan” sejak usia dini. Ia bertekad menjadikan Piala Asia U-17 2025 sebagai ajang pembuktian kualitasnya.
”Saya ingin membuktikan diri melalui Piala Asia (U-17) ini. Saya bakal mengejutkan suporter ketika mereka melihat permainan saya. Saya berharap ajang ini merupakan awal dari peran signifikan untuk timnas di masa depan,” tutur Kim kepada laman Asosiasi Sepak Bola Korsel (KFA).
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra