Tidak mudah menembus semifinal Piala Asia U-20. Indonesia harus melewati Iran dan juara bertahan Uzbekistan pada fase grup Piala Asia U-20 2025.
13 Feb 2025 10:01 WIB · Riset
Perjuangan Indonesia menembus Piala Dunia U-20 akan dimulai pada Piala Asia U-20 2025. Demi mencapai impian untuk lolos ke putaran final Piala Dunia U-20, tim “Garuda Muda harus mampu menembus babak semifinal Piala Asia U-20. Pasalnya, hanya tim semifinalis Piala Asia U-20 yang berhak lolos otomatis ke Piala Dunia U-20.
Pada babak penyisihan grup Piala Asia U-20 2025, timnas Indonesia muda tergabung dalam Grup C bersama Uzbekistan, serta dua tim Timur Tengah, Iran, dan Yaman. Laga perdana yang akan dihadapi Indonesia ialah melawan timnas Iran U-20 pada Kamis (13/2/2025). Setelah menghadapi Iran, Indonesia U-20 akan bertemu Uzbekistan pada Minggu (16/2/2025) dan bertanding melawan Yaman pada Rabu (19/2/2025).
Gambaran kualitas para pemain Iran terlihat pada babak kualifikasi Piala Asia U-20 lalu. Pada babak kualifikasi, Iran tergabung dalam Grup G bersama India, Laos, dan Mongolia. Dari tiga pertandingan babak kualifikasi Grup G, Iran menjadi juara grup. Emaeil Gholizadeh dan kawan-kawan memperoleh hasil yang sempurna dengan total mencatatkan tiga kali kemenangan tanpa kekalahan. Iran juga mampu membukukan 17 gol dan tanpa satu kalipun kebobolan.
Pada pertandingan melawan Laos (25/9/2024), Iran menang besar dengan skor 8-0. Gol-gol Iran tersebut dicetak para pemain andalannya antara lain Amirmohammad Razzaghinia (Gol Gohar FC), Esmaeil Gholizadeh (Sepahan FC U-21), Kasra Taheri (FC Rubin Kazan), Yaghoob Barajeh (Persepolis FC), dan Abbas Kahrizi (Paykan FC U-21).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/09/25/2fa6f0e7-8a7b-43da-abae-0373e201a52e_jpg.jpg)
Kemenangan serupa juga diperoleh Iran saat melawan Mongolia (29/9/2024). Iran berhasil menekuk Mongolia dengan skor 8-0. Para pencetak gol Iran antara lain Esmaeil Gholizadeh, Yousef Mazrae (Foolad FC U-21), Kasra Taheri, Yaghoub Barajeh, Abbas Kahrizi, dan Abolfazi Moredi (Foolad FC U-20).
Pada pertandingan melawan India (27/9/2024), Iran mengalahkan India dengan skor 1-0. Satu-satunya gol Iran dicetak pemain sayap kiri Yousef Mazraeh. Sebagian besar pemain-pemain tersebut dibawa pelatih Hossein Abdi ke putaran final Piala Asia U-20 2025 di China. Namun, satu pemain andalan yakni penyerang Kasra Taheri tidak ikut karena cedera.
Selain lolos meyakinkan di babak kualifikasi, Iran juga membawa bekal jejak lolos ke babak perempat final pada turnamen sebelumnya. Pada Piala Asia U-20 2023 lalu, Iran berhasil lolos ke babak perempat final. Namun, Iran gagal melaju ke semi final setelah dikalahkan Irak dengan skor 1-0 di babak perempat final.
Sejumlah pemain Iran U-20 saat ini juga merupakan pemain yang memperkuat timnas Iran U-17 pada Piala Dunia U-17 2023 lalu. Nama-nama seperti Esmaeil Gholizadeh, Yaghoub Barajeh, dan Amirmohammad Razzaghinia merupakan pemain yang ikut meloloskan Iran hingga babak 16 besar Piala Dunia U-17 2023 lalu.
Iran juga memiliki catatan prestasi di kejuaraan Piala Asia U-20 dengan sembilan kali masuk babak semifinal, dengan lima kali diantaranya berhasil masuk babak final. Dari lima laga final yang dijalani, Iran berhasil memenangkan empat pertandingan dan menjadi juara. Terakhir kali Iran menjadi juara pada kejuaraan tahun 1976. Sedangkan terakhir kali Iran masuk babak semi final pada kejuaraan tahun 2016.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/09/27/72707e90-10ed-4c86-bf93-aed71c60229b_jpg.jpg)
Jika melihat peta kekuatan tim, Iran akan menjadi lawan berat bagi Indonesia. Laman Transfermarkt memperlihatkan nilai pasar timnas Iran U-20 mencapai Rp 38,67 miliar dengan pemain termahal ialah penyerang Reza Ghandipour dan gelandang Amirmohammad Razzaghinia. Nilai pasar para pemain Iran U-20 ini lebih tinggi dibanding timnas Indonesia U-20 yakni Rp 16,69 miliar.
Selain Iran, Indonesia juga akan berhadapan dengan lawan berat lainnya yakni Uzbekistan. Pada Piala Asia U-20 2023, Uzbekistan merupakan tim juara setelah tampil meyakinkan sebagai tim tuan rumah. Saat itu, Uzbekistan mampu mengalahkan tim-tim unggulan seperti Australia, Korea Selatan, dan Irak.
Kekuatan Uzbekistan harus diwaspadai oleh Indonesia. Pada Piala Asia U-20 tahun ini, Uzbekistan bersama Irak dan Jepang menjadi tim unggulan. Dengan status sebagai juara bertahan, Uzbekistan tentu menjadi tim utama yang harus memperoleh perhatian khusus bagi Indonesia di babak penyisihan grup. Terlebih, Nilai pasar para pemain Uzbekistan U-20 ini lebih tinggi dibanding Iran dan Indonesia.
Meski Uzbekistan menyandang status sebagai juara, Indonesia masih memiliki kesempatan mencuri poin saat berhadapan dengan Uzbekistan. Dalam babak penyisihan grup pada tahun 2023, Indonesia mampu menahan imbang Uzbekistan dengan skor 0-0. Saat itu, Indonesia menjadi satu-satunya negara yang mampu menahan imbang Uzbekistan di babak penyisihan grup.
Selain Uzbekistan dan Iran, Indonesia juga akan berhadapan dengan Yaman. Dalam babak kualifikasi pada September 2024 lalu, Indonesia pernah berhadapan dengan Yaman di Stadion Madya, Jakarta. Saat itu, Yaman berhasil menahan imbang Indonesia dengan skor 1-1 dihadapan pendukung “Garuda Muda”.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/15/d8bf41c2-89c9-4d65-b7e3-961b99c1651a_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/12/fb4efa6a-0ff6-46e8-ace1-7e1e18bbec8f_png.png)
Di tengah tangguhnya kekuatan lawan yang akan dihadapi oleh Indonesia pada babak penyisihan grup, para pemain muda Indonesia memiliki catatan positif saat menekuk tim-tim Timur Tengah.
Pada Piala Asia U-20 pada tahun 2023 lalu, Indonesia mampu menekuk Suriah dengan skor 1-0. Pada tahun 2018, tim “Garuda Muda” juga mampu meraih kemenangan atas Uni Emirat Arab dengan skor yang sama. Artinya, secara kualitas dan mental, tim Indonesia yunior memiliki catatan kompetitif saat menghadapi tim-tim Timur Tengah.
Meski kini timnas U-20 diisi oleh pemain dari generasi berbeda dibandingkan sebelumnya, para pemain telah dibentuk secara mental maupun taktik. Hal ini terlihat dari beberapa kompetisi yang diikuti oleh timnas U-20. Pada tahun 2024 lalu, misalnya, timnas U-20 ikut serta dalam turnamen ekshibisi Seoul Earth on Us di Korea Selatan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/08/28/0c37f622-9f3a-4285-9d8a-e9d41b05b519_jpeg.jpg)
Dalam turnamen mini yang diikuti oleh empat negara ini, timnas Indonesia U-20 mampu memberikan kejutan dengan membekuk Argentina U-20 dengan skor 2-1. Pertandingan ini mampu meningkatkan moral dan memberikan pengalaman berharga bagi para punggawa tim “Garuda Muda”.
Jelang turun lapangan dalam putaran final Piala Asia U-20 di China, tim Indonesia yunior juga kembali mengasah kemampuan dalam Mandiri U-20 Challenge Series 2025. Sama halnya dengan Seoul Earth on Us di Korea Selatan, Mandiri U-20 Challenge Series 2025 juga diikuti oleh empat tim. Selain Indonesia, turnamen mini ini diikuti oleh Yordania, Suriah, dan India.
Tim Indonesia muda mengalami dua kekalahan dan meraih satu kemenangan saat berhadapan dengan India. Meski demikian, turnamen mini tersebut menjadi ajang yang dimanfaatkan oleh pemain untuk mengasah strategi dan melihat kekurangan sebelum tampil dalam putaran final Piala Asia U-20. Hasil dari turnamen ini dapat menjadi modal untuk memperbaiki celah kekurangan bagi tim Indonesia U-20.
Sebagian besar pemain Indonesia U-20 juga merupakan alumni timnas U-17 yang sempat mencicipi kompetitifnya Piala Dunia U-17 2023 lalu. Para pemain seperti kiper Ikram Algiffari, Sulthan Zaky, Achmad Zidan, Rizdjar Nurviat, Iqbal Gwijangge, Welber Jardim, Auli Rahman, dan Jehan Pahlevi menjadi bagian dari timnas Indonesia U-17 duta tahun lalu. Langkah para pemain Indonesia U-17 2023 saat itu terhenti pada babak penyisihan grup.
Tidak dimungkiri, peta persaingan Piala Asia U-20 ini menjadi episode lanjutan dari Piala Dunia U-17 2023 lalu. Baik timnas Indonesia, Iran, dan Uzbekistan diperkuat oleh para pemain terbaiknya yang dikirim ke Piala Dunia U-17 2023. Saat itu timnas Iran U-17 berhasil lolos hingga babak 16 besar dan timnas Uzbekistan U-17 melaju hingga perempat final.
Bagaimanapun, Piala Asia U-20 menjadi jalan pembuka bagi tim ”Garuda Muda” untuk tampil ke pentas sepak bola pada level yang lebih tinggi. Jika berkaca pada PIala Dunia U-17 2023 dan tiga pertandingan terakhir dalam Mandiri U-20 Challenge Series 2025, fisik, konsentrasi, dan daya juang menjadi kunci yang perlu diperbaiki dalam permainan timnas Indonesia muda.
Permainan kolektif yang minim kesalahan juga menjadi catatan untuk dapat ditampilkan dalam taktik yang telah dirancang oleh pelatih dalam menghadapi tim-tim unggulan seperti Iran dan Uzbekistan. (LITBANG KOMPAS)
Penulis:
Andreas Yoga PrasetyoEditor:
Yohan WahyuInfografik:
Gunawan KartapranataPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .