Inter Bersinar dalam Selimut Kabut Parma

Kabut tebal, udara dingin, tak menghentikan laju Inter Milan untuk memetik tiga poin di kandang Parma, dan mempertahankan capolista. Pada laga lain, Napoli tertahan.

08 Jan 2026 10:51 WIB · Olahraga

AFP

Oleh Agung Setyahadi

PARMA, RABU — Aksen warna oranye pada kostum tandang Inter Milan menyala di tengah kabut tebal yang menyelimuti Stadion Ennio Tardini, markas Parma, pada laga Serie A Italia, Kamis (8/1/2026) dini hari WIB. Kilatan oranye itu secerah performa skuad ”Nerazzurri” yang melepaskan 26 tendangan dan mengemas dua gol tanpa balas. Kemenangan keenam beruntun ini memastikan Inter tetap memimpin klasemen Liga Italia dengan 41 poin. 

Inter unggul empat poin atas AC Milan dan Napoli yang masing-masing di posisi kedua dan ketiga klasemen. Milan bisa memangkas selisih menjadi satu poin jika menang atas Genoa dalam laga kandang, Jumat (9/1/2026) dini hari WIB. Sementara itu, Napoli tertahan di kandang setelah bermain 2-2 saat menjamu Verona. Dalam laga ini, Napoli bahkan nyaris kalah, karena sempat tertinggal 0-2 di babak pertama. 

Kegagalan Napoli memetik poin penuh di kandang itu menjadi berkah bagi Inter dalam persaingan juara. Performa Inter sangat konsisten sejak kekalahan 0-1 dalam derbi Milan pada 24 November 2025. Hasil buruk itu menjadi momentum berbenah bagi skuad Cristian Chivu, dan hasilnya enam kemenangan beruntun sejak laga pekan ke-13 hingga laga ke-18 melawan Parma, pekan ini. 

Chivu melakukan rotasi jitu dalam laga ini dengan memainkan Carlos Augusto di lini bertahan, serta menempatkan Petar Sucic dan Henrikh Mkhitaryan sebaris dengan gelandang Turki, Hakan Calhanoglu. Formasi lini tengah ini membuat aliran bola ke depan menjadi lebih mengalir, dengan Luis Henrique dan Federico Dimarco dari sayap. Gempuran ini memecah fokus penjagaan pada ujung tombak Inter, Pio Esposito dan Lautaro Martinez. 

Inter melepaskan 26 tendangan dan sejumlah peluang gol, termasuk dua kali membentur mistar gawang dari tendangan Yann Aurel Bisseck dan Pio Esposito. Selain itu, gol Ange-Yoan Bonny dianulir karena ada pelanggaran sebelum bola menggetarkan gawang Parma.

Bek Inter Milan Federico Dimarco merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Parma pada laga Serie A di Parma, Kamis (8/1/2026) dini hari WIB.

Inter mencetak gol pertama pada menit ke-45 melalui tendangan Dimarco yang sempat dicek menggunakan VAR karena ada indikasi offside, tetapi kemudian dinyatakan sah. Gol kedua dicetak oleh Marcus Thuram pada menit ke-97, memaksimalkan asis Nicolo Barella. 

”Tidak pernah mudah bermain di Serie A. Anda harus selalu membuktikan diri Anda, dan lawan selalu bisa menimbulkan masalah. Tidak mudah bermain di sini, dan dengan kondisi cuaca seperti ini, menjadi lebih sulit lagi. Kami berusaha mendominasi, kami berusaha menembus low block mereka, dan dengan sepuluh pemain di belakang bola, itu tidak mudah,” ujar Chivu di laman resmi Inter Milan. 

”Kami berusaha masuk ke dalam kotak penalti dengan lebih banyak umpan-umpan silang dan beberapa tendangan dari luar kotak, tetapi yang penting adalah kemenangan dan sikap luar biasa dari para pemain,” kata Chivu. 

Kemenangan ini bukan hanya karena peran para pemain serang. Lini bertahan Inter juga tampil solid untuk mencegah serangah balik para pemain Parma yang cepat. Inter sempat terancam gol saat Jacob Ondrejka lolos dari kawalan dan melepaskan tendangan sekali sentuh sambil meloncat. Bola di luar jangkauan kiper Yann Sommer, tetapi mistar gawang menyelamatkan Inter. Momen itu menjadi alarm bahaya yang direspons dengan baik oleh tiga bek tengah Inter, Manuel Akanji, Bisseck, dan Carlos Augusto. 

”Akanji sama pentingnya dengan Bisseck, Acerbi, dan semua pemain bertahan lainnya, bahkan Carlos pun bermain bagus. Pertandingan ini sukses karena mereka mampu bertahan dengan baik dalam tempo permainan dan mampu menutup beberapa celah dalam serangan balik. Tidak pernah mudah melawan pertahanan rapat, Anda harus sangat fokus, dan mengalirkan bola membawa risiko untuk menjadi terlalu bersemangat, tetapi saya sangat senang dengan para pemain saya,” ujar Chivu.

Gelandang Inter Milan Hakan Calhanoglu bersiap melakukan tendangan sudut pada laga Serie A melawan Parma di Stadion Ennio Tardini, Parma, yang diselimuti kabut tebal, Kamis (8/1/2026) dini hari WIB.

Menjamu Napoli 

Hasil ini menjadi modal krusial Inter untuk menajalani laga berikutnya, menjamu Napoli pada 11 Januari 2026, disusul laga tunda melawan Lecce pada 14 Januari. Dua laga ini sangat penting dalam langkah Inter meraih scudetto musim ini. Jika mereka mampu meraih enam poin, titik cerah ada di ujung lorong Serie A, karena pemimpin di paruh musim biasanya finis sebagai juara. 

”Paruh pertama musim belum berakhir, masih ada laga tunda melawan Lecce. Kami menyadari pentingnya laga melawan Napoli. Kami sudah setengah musim, setiap pertandingan dan setiap poin penting, dan kami menyadari hal ini. Inter dan Napoli adalah dua tim dengan kekuatan individu dan intensitas yang tinggi,” ujar Chivu. 

”Pada Minggu, dua tim dengan kualitas penting akan berhadapan, bukan hanya di Serie A,” tegas Chivu mengenai laga menjamu Napoli. 

Laga besar di Stadion Giuseppe Meazza itu juga menjadi fokus Antonio Conte setelah Napoli haya bisa meraih satu poin saat menjamu Verona. Setelah nyaris kalah karena tertinggal 0-2 di babak pertama, Napoli diselamatkan oleh gol Scott McTominay dan Giovanni Di Lorenzo. Napoli berpeluang menang jika gol Rasmus Hojlund tidak dianulir karena dinilai handball.

”Melihat jalannya pertandingan, kami bisa saja kalah. Di babak pertama, ada dua insiden negatif bagi kami, di mana kami seharusnya bisa berbuat lebih baik, termasuk penalti. Penilaiannya agak aneh, tetapi kami menerima itu,” ujar Conte kepada Dazn Italia dikutip La Gazzetta dello Sport. 

Italy Serie A Soccer

”Tertinggal dua gol seperti itu bisa menghancurkan siapa pun, tetapi sebaliknya, kami memiliki kekuatan untuk bangkit dan dua gol lagi dianulir. Mengenai gol Hojlund yang dianulir, saya tidak tahu di mana seharusnya dia meletakkan lengannya. Haruskah lengannya diamputasi? Itu adalah penilaian subyektif dari mereka yang menonton video, kami menerima itu. Adapun sisanya, kami harus terus melakukan apa yang kami lakukan, tim pantas mendapat pujian, terutama mengingat masa-masa yang kami alami saat ini,” ujar Conte. 

Terkait laga berikutnya di kandang Inter yang sangat krusial dalam persaingan juara Serie A, Conte enggan menilai siapa yang menjadi favorit. Persaingan masih panjang, dan banyak tim yang bisa bangkit dengan selisih poin sangat ketat. 

”Saya tidak tertarik membicarakan tim favorit karena nanti akan ada keributan atas kata-kata saya. Kami tahu kami menghadapi tim yang kuat, tim yang telah mencapai dua final Liga Champions dalam tiga tahun terakhir dan berada di puncak klasemen,” ujar Conte. 

”Kami akan pergi ke sana dengan keinginan dan tekad yang besar. Kami pasti tidak akan meremehkan mereka seperti yang kami lakukan hari ini, dan siapa pun yang turun ke lapangan akan selalu memberikan yang terbaik. Akan selalu ada banyak perhatian media pada laga seperti ini,” tegas Conte.  

Laga ini akan menjadi pertemuan kedua Inter dan Napoli. Dalam laga pertama di kandang Napoli, Inter ditekuk 3-1. Napoli memiliki catatan bagus melawan tim-tim papan atas Italia, termasuk menang 2-1 atas Juventus dan 1-0 atas AS Roma. Namun, mereka kalah 1-2 dari AC Milan yang bermain pragmatis pada akhir September lalu.


Kerabat Kerja

Penulis:

Agung Setyahadi
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji