Inter Milan Sudah Mengendalikan ”Scudetto”

Inter Milan sulit dibendung untuk kembali meraih trofi Liga Italia. Mereka berada di jalan yang tepat untuk memburu ”treble winner”.

17 Mar 2025 13:19 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

BERGAMO, SENIN — Memasuki sembilan pekan terakhir Liga Italia 2024-2025, Inter Milan sudah sepenuhnya memegang kendali perburuan scudetto dari dua pesaing, Napoli dan Atalanta. Tidak hanya sudah meninggalkan kedua tim itu dengan marjin satu dan dua kemenangan, ”I Nerazzurri” pun telah membuktikan superioritas melalui rekor pertemuan dan keunggulan selisih gol.

Gol di babak kedua dari sundulan Carlos Augusto (menit ke-54) dan sepakan Lautaro Martinez (menit ke-87) merupakan modal Inter untuk membawa pulang keunggulan 2-0 atas Atalanta, Senin (17/3/2025) dini hari WIB, di Stadion Gewiss. Inter memanfaatkan dengan baik ditahannya Napoli tanpa gol oleh Venezia, tim zona degradasi yang dibela kapten tim nasional Indonesia, Jay Idzes.

Berkat kemenangan di pekan ke-29, Inter menjauh dari kejaran Napoli dengan marjin tiga poin alias satu kemenangan. Di sisi lain, anak asuhan Simone Inzaghi juga kian memantapkan dominasi mereka atas Atalanta dengan kemenangan ketiga di musim ini atas ”Si Dewi”.

Dalam tiga duel selama kampanye kompetisi edisi 2024-2025, Inter mencetak delapan gol ke gawang Atalanta. Mereka juga tak kemasukan menghadapi tim besutan Gian Piero Gasperini yang beridentitas ofensif itu. Tiga poin dari Bergamo membuat Inter sudah sulit dijangkau Atalanta karena unggul enam poin atau dua kali hasil positif.

Pemain Inter Milan Lautaro Martinez (kiri) menendang bola untuk mencetak gol ke gawang Atalanta pada laga Liga Italia di Stadion Gewiss, Bergamo, Italia, Senin (17/3/2025) dini hari WIB. Inter menang dengan skor 2-0.

Selain keunggulan poin, superioritas Inter untuk mengendalikan persaingan gelar juara Liga Italia musim ini juga dipertebal dengan dua kriteria lainnya yang menentukan dalam perhitungan tiebreakers. Dua kriteria itu akan menentukan tim juara ketika dua atau lebih tim memiliki poin seimbang.

Pertama, Inter juga mengemas rekor pertemuan yang baik atas dua pesaing utama itu. Mereka bermain imbang 1-1 pada dua kali pertemuan dengan Napoli. Kemudian, Inter selalu mengalahkan Atalanta pada dua gim head-to-head di liga.

Kedua, I Nerazzurri sudah memastikan keunggulan selisih gol dari Napoli dan Atalanta. Inter mengemas selisih 38 gol. Sementara Napoli tertinggal jauh dengan +22 gol dan Atalanta memiliki +35 gol. Dengan dua kondisi itu, Inter bakal berada di peringkat lebih baik dari kedua pesaing tersebut jika perolehan poin bisa disamakan pada pekan-pekan penentu di musim ini.

Inzaghi menuturkan, timnya fokus untuk menjalani sisa-sisa pertandingan yang berat tanpa memikirkan dahulu situasi di papan klasemen. Menurut dia, skuad Inter telah membuktikan kepantasan mereka berada di posisi klasemen saat ini.

Pemain Inter Milan Carlos Augusto merayakan golnya ke gawang Atalanta pada laga Liga Italia di Stadion Gewiss, Bergamo, Italia, Senin (17/3/2025) dini hari WIB. Inter menang dengan skor 2-0.

”Kami membaca banyak hal tentang performa tim dalam beberapa pekan terakhir. Namun, ketika menyaksikan performa seperti hari ini, Anda menyadari determinasi luar biasa dari skuad ini,” ujar Inzaghi dilansir La Gazzetta dello Sport.

”Kami berada pada periode untuk menjalani pertandingan-pertandingan sulit nan tanpa akhir. Laga akan semakin sukar setelah pemain menjalani tugas internasional,” tambahnya.

Ambisi ”treble”

Martinez menganggap kekompakan tim adalah modal Inter untuk terus melaju di tiga kompetisi yang mereka jalani. Tidak hanya demi menjalani laga demi laga, kapten Inter asal Argentina itu menegaskan, ambisi timnya adalah menyapu bersih trofi di tiga kompetisi, yakni Liga Italia, Coppa Italia, dan Liga Champions.

”Kami benar-benar percaya. Kami adalah tim yang kuat yang telah ditunjukkan dengan hasil sebab kami bisa melalui masa-masa sulit dengan menjalani gim setiap tiga hari dengan melakukan banyak perjalanan,” kata Martinez dilansir Sky Sport Italia.

Pelatih Inter Milan Simone Inzaghi merayakan kemenangan atas Atalanta pada laga Liga Italia di Stadion Gewiss, Bergamo, Italia, Senin (17/3/2025) dini hari WIB. Inter menang dengan skor 2-0.

Ia melanjutkan, ”Tentu mengejar seluruh trofi akan sulit, tetapi kami akan memberikan segalanya demi memenangi setiap pertandingan yang kami mainkan. Itu adalah mentalitas kami dan kami ingin melanjutkan itu.”

Di Liga Italia, Inter sulit dibendung. Mereka adalah tim dengan agresivitas terbaik berkat koleksi 65 gol. Adapun dalam sisi bertahan, koleksi 27 kebobolan mereka hanya lebih buruk dari Napoli (23 kemasukan).

Selain itu, I Nerazzurri adalah salah satu tim dengan performa terbaik di Eropa saat ini. Sudah 16 laga dijalani Inter sejak pergantian tahun di tiga kompetisi mayor, mereka hanya dua kali tumbang dari Fiorentina dan Juventus. Hasil itu membantu Inter memuncaki klasemen liga, lalu melaju ke semifinal Coppa Italia dan perempat final Liga Champions.

Ketika Inter masih bersaing di tiga kompetisi berbeda, Napoli dan Atalanta hanya fokus menyisakan pertandingan di Liga Italia. Setelah jeda internasional Maret ini, kedua tim itu hanya akan menjalani sembilan gim pamungkas musim 2024-2025.

Pemain Inter Milan Marcus Thuram (kiri) berebut bola dengan pemain Atalanta Isak Hien pada laga Liga Italia di Stadion Gewiss, Bergamo, Italia, Senin (17/3/2025) dini hari WIB. Inter menang dengan skor 2-0.

Sementara itu, Inter memiliki minimal 13 gim tersisa. Jumlah itu masih bisa bertambah maksimal menjadi 17 pertandingan dengan catatan Inter menembus partai puncak Coppa Italia dan Liga Champions.

Pelatih Atalanta Gian Piero Gasperini kembali menyoroti kegagalan timnya menjaga fokus menghadapi Inter. Meskipun sempat tampil menekan di babak pertama, Gasperini menyayangkan konsentrasi anak asuhannya yang memudar setelah laga terhenti sekitar enam menit di awal babak kedua akibat ada insiden suporter yang mengalami gangguan kesehatan di tribune.

”Situasi itu tidak menguntungkan kami, tetapi saya berharap pendukung kami sudah membaik. Inter terbukti lebih baik dari kami untuk melanjutkan laga setelah situasi itu. Mereka mampu mengubah keseimbangan pertandingan,” tutur Gasperini kepada DAZN.

Gasperini pun sudah tidak memikirkan peluang timnya meraih scudetto pertama dalam sejarah klub. Kata Gasperini, tujuan utama Atalanta adalah mempertahankan posisi di zona tiga besar.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .