Menghadapi Bodo/Glimt, Inter Milan diunggulkan bisa membalikkan ketertinggalan dua gol. Belum ada tim Norwegia singkirkan duta Italia di fase gugur kompetisi Eropa.
23 Feb 2026 17:23 WIB · Olahraga
AFP
SENIN, MILAN — Bukan sesuatu yang mustahil bagi Inter Milan untuk melakukan rimontare alias membalikkan ketertinggalan dua gol dari Bodo/Glimt pada laga kedua playoff babak 16 besar Liga Champions, Rabu (25/2/2026) pukul 03.00 WIB, di Stadion San Siro, Italia. Namun, harus diingat, Bodo/Glimt datang ke Milan dengan rekor positif dan ambisi mencetak sejarah lain sepak bola Norwegia di tanah ”Negeri Espreso”.
Inter merupakan satu-satunya duta paling realistis Italia untuk menjaga marwah Liga Italia di fase gugur Liga Champions musim 2025-2026. Berstatus sebagai tim terbaik Italia saat ini berkat memuncaki klasemen sementara dengan keunggulan 10 poin menjadi pertanda kualitas ”I Nerazzurri”.
Sayangnya, superioritas di kompetisi domestik masih belum ditularkan Inter di kancah Eropa. Setelah gagal mempertahankan posisi di dalam zona delapan besar untuk lolos langsung ke babak 16 besar, Inter dalam keadaan terjepit setelah kalah mengejutkan 1-3 di kandang Bodo/Glimt, tengah pekan lalu.
Tertinggal dua gol ketika memulai gim kedua fase gugur Liga Champions adalah situasi yang asing bagi Inter. Satu-satunya keberhasilan mereka menciptakan rimontare adalah pada semifinal Liga Champions edisi 1964-1965.
Di babak semifinal kala itu, Inter tumbang 1-3 di Stadion Anfield. Mereka mampu unggul 3-0 pada laga kedua di San Siro untuk melaju ke final. Itu adalah jalan Inter meraih gelar kedua Liga Champions.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/19/30c864b2f0d10815f20584aa7a55b004-download_1_.jpeg)
Selain itu, Inter juga seharusnya sudah bisa tampil mati-matian di Liga Champions setelah sulit tersentuh di Liga Italia. Hal itu tentu berbeda dengan dua tim Italia lain di playoff Liga Champions, yakni Atalanta dan Juventus, yang juga harus mencetak kemenangan dengan margin lebih dari tiga gol untuk melanjutkan perjalanan di Liga Champions musim ini.
Atalanta dan Juve juga tengah dalam perburuan untuk masuk ke zona empat besar. Alhasil, fokus mereka masih sangat terbagi. Itu membuat pelatih kedua tim harus memikirkan skala prioritas untuk mengejar target tersisa musim ini.
Pelatih Inter Cristian Chivu optimistis anak asuhannya bisa membalikkan ketertinggalan dari Bodo/Glimt. Chivu memahami situasi sulit yang bisa disajikan duta Norwegia itu. Namun, lanjut Chivu, Inter memiliki kemampuan dan mentalitas untuk bangkit dari situasi buruk.
”Kami harus berada dalam versi terbaik kami. Kami yakin persaingan masih terbuka lebar. Kami menyadari wajib menampilkan performa terbaik dan mengerahkan segalanya untuk lolos,” ujar Chivu, dilansir La Gazzetta dello Sport, Senin (23/2/2026).
Satu-satunya hal yang merugikan Inter adalah potensi absennya penyerang utama dan kapten, Lautaro Martinez, akibat cedera dalam lawatan ke Bergen, Norwegia. Martinez diprediksi harus menepi sekitar satu bulan akibat menderita cedera otot betis.
Kondisi itu memaksa penyerang timnas Argentina tersebut hanya bisa menyaksikan perjuangan rekan setimnya dari sisi lapangan. Walaupun tanpa Martinez, Inter masih bisa mengandalkan duet Marcus Thuram dan Francesco Pio Esposito. Satu penyerang pelapis juga masih dimiliki Chivu, yakni Ange-Yoan Bonny.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/19/ebc4b4456a8282aea09c5285e51d874b-cropped_image.jpg)
”Lautaro (Martinez) adalah kapten kami dan dia sedih tidak bisa memberikan kontribusi di lapangan. Namun, ia sudah menyebarkan hasrat dan motivasi ke dalam skuad. Tidak ada alibi bagi kami terkait hasil akhir ketika Lautaro tidak bermain,” tutur Presiden Inter Beppe Marotta kepada DAZN.
Ada kabar baik bagi Inter jelang menyambut Bodo/Glimt. Tiga pemain andalan, yakni Hakan Calhanoglu, Denzel Dumfries, dan Federico Dimarco, sudah dalam kondisi fit untuk bermain. Mereka berlatih penuh pada sesi latihan Senin ini. Ketiga pemain itu tidak tampil di Norwegia.
Sementara itu, Bodo/Glimt datang ke San Siro dengan tekad mencetak sejarah baru. Belum ada tim Norwegia yang mampu menyingkirkan wakil Italia pada fase gugur kompetisi antarklub Eropa.
Bodo/Glimt pernah mengalami situasi serupa pada Piala Winners 1994-1995. Mereka unggul di kandang dengan skor 3-2 atas Sampdoria, tetapi tumbang 0-2 di Italia.
Tidak hanya untuk mencipta rekor baru di kompetisi antarklub, Bodo/Glimt juga datang dengan bayangan keajaiban yang disajikan timnas Norwegia di San Siro ketika membungkam Italia, 4-1, pada laga pamungkas kualifikasi Piala Dunia 2026, 17 November 2025. Hasil itu tentu melecut motivasi pemain Bodo/Glimt untuk mengulangi malam magis tersebut di pentas Liga Champions.
Gelandang Patrick Berg adalah satu-satunya pemain klub Norwegia itu yang bermain sejak sepak mula pada gim tersebut. Ia menghadapi pemain Inter, seperti Esposito, Dimarco, Nicolo Barella, dan Alessandro Bastoni.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/19/76dd48fbc7396ad33d19fa8f8ad1c269-download.jpeg)
Pelatih Bodo/Glimt Kjetil Knutsen mengatakan, timnya akan tampil untuk membuktikan bahwa mereka memiliki kualitas lebih baik dibandingkan pada gim pertama. Kata Knutsen, kemenangan di laga pertama didasari efektivitas serangan meski secara performa kolektif timnya tidak terlalu baik.
”Laga kedua nanti adalah gim yang baru. Kami tidak bisa hanya berpikir untuk bertahan rendah dan berharap serangan balik,” ujar Knutsen, dilansir laman UEFA.
Ia menambahkan, ”Kami butuh berpikir untuk menyerang. Kami akan menerapkan blok medium, blok tinggi, bertahan dengan baik, dan tampil efektif. Pastinya, laga di San Siro akan berjalan sulit.”
Selain Inter kontra Bodo/Glimt, Atletico Madrid akan berjuang menaklukkan Club Brugge setelah kedua tim menyajikan drama 3-3 di laga pertama. Bayer Leverkusen dan Newcastle United sudah melangkahkan satu kaki ke babak 16 besar karena mengemas kemenangan di kandang masing-masing atas Olympiacos dan Qarabag. (AFP)
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti