Inter Milan dibayangi rekor kandang negatif kontra Bayern Muenchen. Pemenang laga akan melanggengkan jatah lima tim bagi liga asal di Liga Champions musim depan.
16 Apr 2025 10:17 WIB · Olahraga
MILAN, RABU — Inter Milan dan Bayern Muenchen mengejar target ganda pada laga kedua perempat final Liga Champions, Kamis (16/4/2025), pukul 02.00 WIB, di Stadion San Siro, Italia. Selain demi tiket ke semifinal, kedua tim juga memegang martabat negara asal di pentas kontinental.
Inter adalah satu-satunya duta Liga Italia tersisa di Liga Champions. Adapun Bayern juga menjadi harapan tunggal Liga Jerman untuk melanjutkan persaingan di kompetisi antarklub terbaik Eropa itu setelah Borussia Dortmund disingkirkan Barcelona.
Atas dasar itu, penting bagi kedua tim untuk menyabet tiket ke semifinal. Hal itu demi menjaga harapan liga asal mereka memperebutkan satu jatah kompetisi memiliki lima representasi di Liga Champions musim depan.
Berdasarkan ranking koefisien UEFA terkini, Liga Inggris adalah kompetisi yang sudah memastikan bisa mengirimkan lima tim lewat jalur klasemen akhir ke Liga Champions. Dengan begitu, hanya satu liga lagi yang bisa membawa klub lima klasemen teratas mentas di Liga Champions edisi 2025-2026.
Liga Italia sementara duduk di peringkat kedua koefisien UEFA dengan koleksi 163.500 poin. Di peringkat ketiga dan keempat diduduki Liga Spanyol dan Liga Jerman dengan masing-masing 158.250 poin dan 146.375 poin.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/09/cd92bd15b7f62bf1adb19929f35ff48b-wires_photo_28_.jpg)
Perolehan itu membuat ketiga liga itu masih memiliki peluang hampir setara untuk bersaing merebut jatah lima tiket Liga Champions musim depan. Syaratnya, perjalanan duta mereka di Liga Champions harus terjaga setidaknya masuk babak final.
Bagi Inter, mereka tidak ada pilihan selain lolos ke semifinal untuk menjaga Liga Italia tetap di peringkat kedua ranking UEFA. Setelah Barcelona memastikan tempat di semifinal,posisi Liga Italia terancam jika tidak ada wakil di babak empat besar.
Peluang Inter untuk mengunci jatah lima wakil Liga Champions akan kian besar di babak semifinal. Pasalnya, mereka akan berhadapan langsung dengan Barca demi merebut tiket tampil di final yang berlangsung di Muenchen.
Gelandang Inter Henrikh Mkhitaryan menuturkan, semifinal adalah harga mati bagi Inter. Menurut dia, ambisi besar menyelimuti skuad Inter yang masih berpeluang meraih tiga trofi musim ini.
Pemain asal Armenia itu menganggap Liga Champions terasa lebih spesial. Dengan tantangan besar dalam persaingan dengan tim-tim terbaik Eropa, lanjutnya, pada musim ini adalah kesempatan terbaik bagi ”I Nerazzurri” untuk lolos ke semifinal atau final.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/09/3b27446fa7c50b0d8862839d543ee951-Germany_Soccer_Champions_League_2_.jpeg)
”Ini mungkin menjadi kesempatan pamungkas bagi beberapa dari kami untin bermain di semifinal atau final. Jadi, kami memiliki peluang besar untuk itu, tetapi sekarang kami hanya berpikir laga melawan Bayern yang sangat penting,” kata Mkhitaryan dilansir La Gazzetta dello Sport.
Inter sudah menabung keunggulan agregat berkat menang 2-1 di kandang Bayern, pekan lalu. Kata Mkhitaryan, hasil itu menunjukkan perkembangan dari skuad Inter yang telah dibangun dalam beberapa musim terakhir.
”Pelatih (Simone Inzaghi) telah menghabiskan waktu empat tahun untuk menciptakan tim ini. Kami menolong untuk mengkreasi atmosfer ini dan berambisi untuk mengejar tujuan yang sama,” katanya.
Walaupun memulai laga di San Siro dengan keunggulan skor agregat, Inter wajib mewaspadai kebangkitan Bayern. Rekor Inter menjamu Bayern di Milan adalah 100 persen kalah.
Dalam tiga kali menjamu tim berjuluk ”Die Roten” itu di kandang sejak musim 2006-2007, Inter selalu menelan kekalahan. Pertemuan itu tercipta pada tiga dekade berbeda, yakni musim 2006-2007, 2010-2011, dan 2022-2023.
Inter belum mampu mencetak gol ke gawang Bayern di San Siro, sedangkan Bayern telah lima kali menjaringkan bola ke gawang tim tuan rumah.
”Kamu tidak harus tenggelam dalam rekor kandang buruk menghadapi Bayern. Tim kami sudah dewasa dan tahu kami menghadapi tim besar dengan respek,” tutur Inzaghi dilansir laman UEFA.
Inzaghi mengungkapkan rencana permainan timnya. ”Kami akan berusaha bermain seperti yang kami tunjukkan di Muenchen. Kami berusaha mempertahankan bola selama mungkin. Laga kedua akan lebih sulit karena mereka akan memberikan tekanan lebih intens,” kata Inzaghi.
Atmosfer positif juga membayangi kubu Bayern. Pelatih Bayern Vincent Kompany optimistis peluang timnya lolos ke semifinal dengan membalikkan ketertinggalan agregat masih terbuka di Milan.
”Keyakinan ada di dalam tim, kami hanya perlu memenangi satu pertandingan. Kami selalu bermain untuk menang. Harapannya, kami bisa memberikan malam yang sangat istimewa kepada pendukung,” tutur Kompany dilansir Bild.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/16/aa8fdc505ea6c00a43a298201d04a50e-wires_photo_2025_04_16T100813.291.jpg)
Harry Kane, penyerang Bayern, sepakat dengan sang pelatih. Inter telah membuktikan tim yang sulit ditaklukkan, tambah Kane, tetapi tidak ada yang tidak mungkin pada laga kedua.
Satu hal yang diantisipasi Bayern adalah transisi Inter yang amat efektif. Dua gol Inter ke gawang Bayern pada laga pertama tercipta melalui serangan balik cepat.
”Kami yakin bisa membalikkan ketertinggalan. Kami harus bermain lebih baik dari laga pertama dan lebih klinis dalam memanfaatkan peluang. Kami siap untuk menghadapi segala tantangan,” ucap Kane seperti dikutip BBC.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji