PERANG

Arab Saudi sampai Kuwait Terimbas Pembalasan Iran

Suara ledakan terdengar di Bahrain, Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, dan Arab Saudi.

28 Feb 2026 18:30 WIB · Internasional

AFP

Oleh Elsa Emiria Leba

TEHERAN, SABTU — Setelah Israel yang didukung Amerika Serikat menyerang, Iran tidak tinggal diam. Teheran menghajar pangkalan militer AS di kawasan, Sabtu (28/2/2026).

Seorang pejabat senior Iran mengatakan, Teheran sudah memberi tahu Israel untuk bersiap menghadapi apa pun yang akan datang. Setiap serangan Iran akan dipublikasikan.

”Semua aset dan kepentingan Amerika dan Israel di Timur Tengah telah menjadi target yang sah. Tidak ada garis merah setelah agresi ini, dan semuanya mungkin terjadi, termasuk skenario yang sebelumnya tidak dipertimbangkan,” kata pejabat itu kepada Al Jazeera.

Pejabat itu melanjutkan, AS dan Israel telah memulai perang yang akan berdampak luas dan jangka panjang. ”Kami tidak terkejut dengan agresi gabungan Amerika-Israel dan kami memiliki tanggapan yang kompleks tanpa batas waktu,” ujarnya.

AS memiliki kehadiran militer yang cukup kuat di Timur Tengah. Saat ini, Washington mengerahkan 40.000-50.000 personel di 19 lokasi, antara lain Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Qatar, dan Arab Saudi.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman sebelum berpose untuk foto keluarga dengan para pemimpin Teluk selama pertemuan enam negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) di Riyadh, Arab Saudi, Rabu (14/5/2025). Trump sedang melawat ke Timur Tengah, yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar, selama 13-16 Mei 2025.

Suara ledakan

Al Arabiya TV melaporkan, bunyi ledakan terdengar di Manama, Bahrain, sehingga alarm aktif. Rudal Iran menyasar Markas Besar Armada Ke-5 AS. Menurut Reuters, asap terlihat dari kawasan Juffair, Manama, yang menjadi lokasi pangkalan Angkatan Laut AS.

CNN melaporkan, suara ledakan juga terdengar di beberapa bagian Abu Dhabi, UEA. Militer UEA telah mencegat rudal Iran di langit Abu Dhabi. Satu orang tewas. Pada saat yang bersamaan, ada laporan suara ledakan juga terdengar di Kuwait.

Al Jazeera memberitakan, ledakan kini terdengar di ibu kota Doha, Qatar. Ledakan terjadi setelah Kementerian Pertahanan Qatar menyebut rudal yang menargetkan negara tersebut telah dicegat. Baik Qatar, Kuwait, maupun UEA sudah menutup wilayah udara mereka.

”Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa ancaman tersebut segera ditangani setelah terdeteksi, sesuai dengan rencana keamanan yang telah disetujui sebelumnya, dan bahwa semua rudal berhasil dicegat sebelum mencapai wilayah Qatar,” bunyi pernyataan Kemenhan Qatar.

Iran mengonfirmasi lokasi militer AS yang menjadi sasaran rudal di wilayah Teluk, yakni Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar, Pangkalan Udara Al-Salem di Kuwait, Pangkalan Udara Al-Dhafra di UEA, dan pangkalan AS Kelima di Bahrain, menurut kantor berita Fars Iran. Kabar terbaru menyatakan ledakan juga terjadi di Arab Saudi.

Houthi bergerak

Salah satu sekutu dekat Iran di kawasan, Houthi di Yaman, mulai bergerak. Menurut dua pejabat kelompok itu, Houthi akan kembali melancarkan serangan kepada kapal-kapal di koridor Laut Merah.

Times of Israel melaporkan, Houthi berencana melanjutkan serangan rudal dan pesawat nirawak di wilayah itu kepada Israel. Serangan tersebut menjadi upaya untuk mendukung Iran.

”Salah satu pejabat mengatakan, serangan pertama pemberontak dapat terjadi paling cepat malam ini,” tulis media itu.

Pesawat RAF Typhoon kembali ke pangkalan militer Akrotiri dekat Limassol di Siprus setelah menyerang sasaran militer di Yaman, Jumat (12/1/2024). Amerika Serikat, Inggris dan delapan sekutunya mengatakan serangan udara gabungan mereka terhadap sasaran pemberontak di Yaman bertujuan memulihkan Òstabilitas di Laut MerahÓ. Serangan itu terjadi setelah berminggu-minggu serangan terhadap kapal Laut Merah oleh pasukan Huthi yang didukung Iran, yang bertindak sebagai solidaritas dengan Hamas. ( AFP/Kementerian Pertahanan Inggris/Sersan Lee Goddard *** Local Caption *** A handout picture released by the British Ministry of Defence (MOD) on January 12, 2024 shows the return of a RAF Typhoon aircraft to RAF Akrotiri near Limassol in Cyprus after striking military targets in Yemen. The United States, UK and eight allies said their joint air strikes on rebel targets in Yemen were aimed at restoring "stability in the Red Sea". The strikes came after weeks of attacks on Red Sea shipping by Iran-backed Huthi forces acting in solidarity with Hamas. (Photo by Sgt Lee Goddard / MOD / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT " AFP PHOTO / CROWN COPYRIGHT 2024" - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS - NO ARCHIVE - TO BE USED WITHIN 2 DAYS FROM 12/01/2024 (48 HOURS), EXCEPT FOR MAGAZINES WHICH CAN PRINT THE PICTURE WHEN FIRST REPORTING ON THE EVENT /

Sebelumnya, Houthi setuju untuk menghentikan serangan di Laut Merah sebagai bagian dari kesepakatan Presiden AS Donald Trump juga berhenti menyerang Houthi. Houthi yang mendukung Palestina turut menghentikan serangan ke Israel setelah gencatan senjata Israel-Hamas tercapai di Jalur Gaza, Oktober lalu. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Elsa Emiria Leba
 | 

Editor:

Kris Mada
 | 

Penyelaras Bahasa:

Priskilia Bintang Cornelia Sitompul