GEOPOLITIK

Israel Cemas Perundingan AS-Iran, Trump Ancam ”Fase Dua”

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dikabarkan belum memberikan restu terhadap kelanjutan perundingan dengan AS.

13 Feb 2026 13:00 WIB · Internasional

AP

Oleh Irene Sarwindaningrum

WASHINGTON, JUMAT — Israel terus menyuarakan kecemasan atas perundingan Amerika Serikat dengan Iran. Tel Aviv khawatir hasil yang bakal dicapai tidak memenuhi kepentingannya. Sejauh ini, dengan terus meningkatkan ancaman ke Iran jika gagal mencapai kesepakatan, Presiden AS Donald Trump tetap mendorong jalur diplomasi.

”Kita harus membuat kesepakatan. Jika tidak, akan sangat traumatis, sangat traumatis. Saya tidak ingin itu terjadi, tetapi kita harus membuat kesepakatan,” kata Trump di Washington, Kamis (12/2/2026) waktu setempat atau Jumat waktu Indonesia. ”Ini akan sangat traumatis bagi Iran jika mereka tidak membuat kesepakatan,” ujarnya menambahkan.

Hingga saat ini, Iran dan AS belum menetapkan tanggal putaran pembicaraan berikutnya. Pembicaraan terakhir berlangsung di Muscat, Oman, Jumat (6/2/2026). Sebelumnya, Trump meyakini pembicaraan lanjutan akan berlangsung pada pekan ini.

Trump sempat memuji pembicaraan di Oman sebagai sangat baik dan mengatakan akan ada pertemuan lain awal pada pekan ini. Namun, belum ada indikasi kelanjutannya.

This handout picture provided by the office of Iran's Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei (Khamenei.IR) on February 9, 2026, shows Khamenei during a television message in Tehran. Iran's supreme leader Ayatollah Ali Khamenei on February 9, 2026, called on his compatriots to show "resolve" ahead of the anniversary of the 1979 Islamic revolution this week. (Photo by Handout / KHAMENEI.IR / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / Khamenei.IR" - HANDOUT - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dikabarkan belum memberikan restu secara terbuka terhadap diplomasi dengan AS tersebut. ”Musuh yang berusaha menundukkan bangsa Iran melalui pernyataan dan rencana mereka telah digagalkan,” katanya dalam pesan yang disiarkan televisi Pemerintah Iran, Rabu (11/2/2026).

Trump berkeras negosiasi harus tetap berjalan. ”Perundingan dengan Iran dilanjutkan untuk melihat apakah sebuah kesepakatan dapat benar-benar dicapai atau tidak,” ujar Trump.

US President Donald Trump speaks with reporters before departing from the White House in Washington, DC, on February 6, 2026. President Trump is spending the weekend at his Mar-a-Lago residence in Palm Beach, Florida. (Photo by ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFP)

Sebelumnya Trump mengancam menggelar aksi militer terhadap Iran dengan alasan kekerasan Teheran dalam aksi demonstrasi. Akan tetapi, kini ia menekankan fokus pada kesepakatan nuklir.

Ia melontarkan gertakan eskalasi jika negosiasi gagal. ”Kita lihat apakah kita bisa mendapatkan kesepakatan dengan mereka dan, jika tidak, kita harus masuk fase dua. Fase dua akan sangat berat bagi mereka,” kata Trump.

This photo released by Iran's Supreme National Security Council office shows Secretary of the Supreme National Security Council Ali Larijani (L) walking with The Sultan of Oman, Haitham bin Tariq (R) in Muscat, Oman on February 10, 2026. Iran's top security official met Oman's ruler in Muscat on February 10, days after a new round of talks there between officials from Washington and Tehran. Ali Larijani, who heads the Supreme National Security Council, and Sultan Haitham bin Tariq "discussed the latest developments in the Iranian-American negotiations", the official Oman News Agency said. (Photo by HANDOUT / Iran's Supreme National Security / AFP)

Dalam pertemuan pekan lalu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menggelar pembicaraan dengan utusan AS, Steve Witkoff. Menantu Trump, Jared Kushner, juga terlibat.

Perundingan berjalan tidak langsung. Oman bertindak sebagai mediator. Teheran kemudian mengonfirmasi ada jabat tangan.

Pekan ini, Selasa (10/2/2026), Ketua Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani melanjutkan diplomasi regional dengan mengunjungi Oman dan kemudian Qatar, sekutu AS.

Kunjungan Larijani ke Oman memunculkan spekulasi tentang isi selembar kertas yang ia perlihatkan. Ia menyangkal kertas itu berisi pesan untuk AS.

”Kami tidak membawa surat untuk Amerika, tetapi teman-teman Oman kami memiliki beberapa komunikasi,” kata Larijani dalam televisi Pemerintah Iran.

Ia mengatakan, ada beberapa catatan yang disampaikan pihak Oman kepada Iran atas nama AS. Namun, ia tak memerinci isinya.

Quote

Kami tidak membawa surat untuk Amerika, tetapi teman-teman Oman kami memiliki beberapa komunikasi.

Pada Juli 2025, Trump memerintahkan serangan militer terhadap fasilitas nuklir Iran dalam perang 12 hari Israel-Iran. Serangan itu tidak menghancurkan kemampuan nuklir Iran, tetapi dinilai melemahkan.

<p>Situs nuklir Iran Infografik</p>

Di tengah tuntutan Trump melanjutkan negosiasi, gugus armada AS yang dipimpin kapal induk USS Abraham Lincoln masih berada di perairan Timur Tengah. Media The Wall Street Journal melaporkan, Washington tengah menyiapkan pengerahan gugus kapal induk kedua ke kawasan.

Pengerahan itu disebutkan bisa terjadi dalam dua pekan. Kapal induk USS George HW Bush disebut bisa siap untuk mempercepat latihan yang sedang diikutinya.

TOPSHOT - In this handout photograph released by the US Navy on February 6, 2026, an F/A-18F Super Hornet, attached to Strike Fighter Squadron (VFA) 41, makes an arrested landing on the flight deck of Nimitz-class aircraft carrier USS Abraham Lincoln in the Arabian Sea on January 30, 2026. On February 6, 2026, Iran's foreign minister led a delegation in indirect nuclear talks with the US Middle East envoy in Muscat. The talks followed threats from Washington and its recent deployment of an aircraft carrier group to the region following Iran's deadly crackdown on anti-government protests last month. (Photo by Hannah Tross / US NAVY / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE – MANDATORY CREDIT: “AFP PHOTO / US NAVY / Mass Communication Specialist Seaman Hannah Tross” – NO MARKETING – NO ADVERTISING CAMPAIGNS – DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

Israel cemas

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terus mendorong AS membuat perjanjian lebih keras dengan Iran. Ia berusaha membujuk Trump untuk memperluas perjanjian di luar isu nuklir Iran.

Demi memengaruhi Trump, Netanyahu mempercepat pertemuan di Washington sepekan dari jadwal, dari 18 Februari menjadi 11 Januari. Namun, Trump tidak memberinya janji sebagaimana diharapkan.

US President Donald Trump (R) and Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu shake hands as they arrive to speak to journalists during a joint press conference at Trump’s Mar-a-Lago residence in Palm Beach, Florida, on December 29, 2025. US President Donald Trump hosted Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu in Florida on December 29 for crucial talks on moving to the next stage of the fragile Gaza truce plan.The two leaders also discussed Iran, with Trump saying that if Tehran rebuilt its nuclear facilities the United States would "knock them down." (Photo by Jim WATSON / AFP)

Kecemasan Israel mengenai perundingan AS-Iran berujung pada kesepakatan yang hanya menahan isu nuklir, tetapi membiarkan ancaman lain tetap berjalan. Demi kepentingan Israel, Netanyahu menuntut agar kesepakatan juga mencakup program rudal balistik Iran dan dukungan Teheran kepada proksi regional, seperti Hamas, Houthi, dan Hizbullah.

”Kesepakatan apa pun harus mencakup elemen yang sangat penting dari perspektif kami,” katanya dalam pernyataan video dari kantornya, Kamis, di Washington, AS, sebelum bertolak kembali ke Israel.

Menurut Netanyahu, Trump menilai ia sedang menciptakan kondisi untuk kesepakatan yang baik dengan Iran. Akan tetapi, ia meragukannya. ”Saya tidak akan menyembunyikan dari Anda bahwa saya menyampaikan skeptisisme umum mengenai kualitas kesepakatan apa pun dengan Iran,” ujarnya.

A person wearing a mask impersonating Israel Prime Minister Benjamin Netanyahu protest near the White House against the visit to the US of Netanyahu in Washington, DC, on February 11, 2026. Netanyahu said February 10 the top priority in his talks with Trump would be the ongoing negotiations with Iran, as he presses for a tougher US approach to Tehran's ballistic missile programme. (Photo by Brendan SMIALOWSKI / AFP)

Larijani menuduh Israel berupaya mengganggu jalannya diplomasi. ”Israel mencari alasan untuk menyalakan perang, tidak hanya menargetkan Iran, tetapi juga stabilitas seluruh kawasan,” ujarnya dikutip dari kantor berita Iran, IRNA.

Larijani juga memperingatkan bahwa, jika AS melakukan serangan militer, Iran akan membalas dengan menargetkan pangkalan militer AS di kawasan.

A woman holds a poster of the late commander of Iran's Revolutionary Guard expeditionary Quds Force, Gen. Qassem Soleimani, who was killed in a U.S. drone attack in 2020 in Iraq, as she stands on a banner containing an image of the Israeli flag in an annual rally marking 1979 Islamic Revolution at the Azadi, or Freedom, Street in Tehran, Iran, Wednesday, Feb. 11, 2026. (AP Photo/Vahid Salemi)

Dalam wawancara dengan media Financial Times, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menyiratkan kemungkinan titik temu di tengah alotnya perundingan Iran dengan AS. Ia menilai ada sinyal AS bersedia menerima pengayaan uranium Iran sepanjang dibatasi secara tegas.

Fidan mengatakan, ia telah berbicara dengan pihak Iran dan AS. ”Positif bahwa Amerika tampaknya bersedia menoleransi pengayaan Iran dalam batasan yang jelas,” katanya.

Negara-negara Barat menekan Iran untuk menghentikan pengayaan uranium. Mereka meyakini Iran tengah membuat bom nuklir. Teheran berulang kali membantah.

Ultimatum sepihak

Ross Harrison, peneliti senior Middle East Institute di AS dan penulis buku Decoding Iran’s Foreign Policy, menilai pembicaraan saat ini lebih menyerupai tekanan sepihak AS, bukan negosiasi setara. ”Ini lebih merupakan ultimatum AS terhadap Iran daripada negosiasi yang sesungguhnya,” katanya.

Demonstrators gather outside of the White House to protest against the visit to the US of Israel Prime Minister Benjamin Netanyahu in Washington, DC, on February 11, 2026. Netanyahu said February 10 the top priority in his talks with Trump would be the ongoing negotiations with Iran, as he presses for a tougher US approach to Tehran's ballistic missile programme. (Photo by Brendan SMIALOWSKI / AFP)

Ia menilai Iran telah menunjukkan itikad baik dengan menghadiri pembicaraan ini. Namun, menurut Harrison, sasaran utama diplomasi Teheran belum tentu Washington, melainkan sekutu AS di kawasan Teluk Arab.

Negara-negara Teluk itu dinilai bisa membantu mencegah serangan militer AS ke Iran. ”Israel mendorong Trump ke arah agresi lebih besar, tetapi Arab Saudi, Mesir, Turki, Qatar, dan UEA berusaha mendorong Trump ke jalur diplomasi autentik,” kata Harrison.

Hukuman pengunjuk rasa

Iran terus menghadapi sorotan atas penanganan gelombang protes nasional pada Januari. Kelompok HAM menuduh aparat Iran menewaskan ribuan orang. Adapun otoritas Iran menyalahkan AS dan Israel sebagai dalang kerusuhan.

Menurut organisasi HAM Human Rights Activists News Agency yang berbasis di AS, lebih dari 7.000 orang tewas selama protes di Iran. Sebanyak 6.506 orang di antaranya merupakan demonstran yang ditembak mati aparat keamanan.

EDITORS NOTE: Graphic content / This video grab taken on January 14, 2026 from UGC images posted on social media on January 13, 2026, shows dozens of bodies lying on the ground at the Tehran Province Forensic Diagnostic and Laboratory Centre in Kahrizak, as grieving relatives search for their loved ones. Other videos showing the same scenes first appeared online on January 10, 2026.A violent crackdown on a wave of protests in Iran has killed at least 648 people, a rights group said on January 12, 2026, as Iranian authorities sought to regain control of the streets with mass nationwide rallies. (Photo by UGC / AFP) / Israel OUT / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT AFP -  SOURCE: ANONYMOUS - NO MARKETING - NO ADVERTISING CAMPAIGNS  - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS - NO RESALE - NO ARCHIVE - NO ACCESS ISRAEL MEDIA/PERSIAN LANGUAGE TV STATIONS OUTSIDE IRAN/ STRICTLY NO ACCESS BBC PERSIAN/ VOA PERSIAN/ MANOTO-1 TV/ IRAN INTERNATIONAL/RADIO FARDA - AFP IS NOT RESPONSIBLE FOR ANY DIGITAL ALTERATIONS TO THE PICTURE'S EDITORIAL CONTENT /

Pada Kamis, organisasi Iran Human Rights (IHR) yang berbasis di Norwegia melaporkan, Saleh Mohammadi (18) terancam eksekusi setelah divonis bersalah membunuh seorang polisi saat demonstrasi.

IHR menyatakan Mohammadi telah dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan di Qom pada 3 Februari atas pembunuhan polisi pada 8 Januari. IHR juga menyebut pengadilan memerintahkan eksekusi gantung dilakukan di ruang publik di lokasi dugaan kejahatan di Kota Qom, Iran bagian tengah.

Namun, media Mizan, yang berafiliasi dengan lembaga peradilan Iran, melaporkan Mohammadi ditahan, tetapi belum ada putusan akhir.

Menurut laporan IHR, Mohammadi, yang pernah mengikuti kompetisi gulat internasional itu, dipaksa membuat pengakuan yang memberatkan dirinya sendiri. Pengakuan itu kemudian ia cabut di pengadilan. Pengadilan menolak pencabutan itu.

Pengunjuk rasa menentang Rejim Iran berada di depan Kedubes Iran di London, Selasa (12/1/2026). Presiden AS Donald Trump memanfaatkan momentum unjuk rasa rakyat Iran dengan menjatuhkan tarif 25 persen bagi negara yang berbisnis dengan Iran. Protesters hold up placards and flags as they demonstrate outside the Iranian Embassy in London, Monday, Jan. 12, 2026. (AP Photo/Alastair Grant)

Direktur IHR Mahmood Amiry-Moghaddam menilai vonis mati ini bagian dari upaya menebar ketakutan. ”Setelah pembunuhan massal demonstran, otoritas Republik Islam kini berusaha meneror masyarakat melalui eksekusi para demonstran yang ditahan. Vonis mati Saleh menandai eskalasi yang berbahaya,” ujarnya.

IHR menyatakan, ratusan orang menghadapi dakwaan terkait protes yang bisa berujung hukuman mati. Kasus Mohammadi sebagai vonis mati pertama yang berhasil mereka konfirmasi.

Kepala kehakiman Iran Gholamhossein Mohseni Ejei memperingatkan, tidak akan ada toleransi bagi mereka yang divonis melakukan tindakan kekerasan selama protes. (AFP/REUTERS/AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Irene Sarwindaningrum
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra