Dalam 60 hari kedua pihak harus menarik pasukan masing-masing. Angkatan Darat Lebanon dan pasukannya penjaga perdamaian PBB akan ditempatkan di perbatasan.
27 Nov 2024 09:59 WIB · Internasional
WASHINGTON, RABU - Meskipun hingga pergantian hari, Selasa menuju Rabu, Israel masih menggelar serangan ke beragam posisi Hizbullah di Lebanon, harapan bahwa konflik tersebut segera reda terwujud. Pada Rabu (27/11/2024), tepatnya sejak pukul 04.00, Israel dan Hizbullah sepakat menggelar gencatan senjata. Mereka sepakat menghentikan pertempuran selama dua bulan.
Basis dari gencatan senjata tersebut adalah resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa nomor 1701 yang disepakati pada tahun 2006. Resolusi DK PBB 1701 menyerukan pengerahan pasukan Lebanon di seluruh wilayah selatan, yang berbatasan dengan Israel dan sekarang sebagian besar dikuasai oleh Hizbullah. Resolusi juga menyerukan agar semua kelompok bersenjata termasuk Hizbullah dilucuti senjatanya. Dua hal tersebut tidak terjadi dalam 17 tahun terakhir.
Saat ini, sejak Israel merangsek kembali ke Lebanon demi memburu Hizbullah pasca serangan 7 Oktober 2023, seruan untuk menaati resolusi itu kembali menguat. Bahkan, Perancis dan Amerika Serikat mendesak kedua pihak untuk segera menyepakati gencatan senjata.
Desakan itu, yang diupayakan melalui dialog dan negosiasi, akhirnya membuahkan hasil. Merujuk Al Jazeera, pada Selasa (26/11/2024), Presiden AS, Joe Biden mengumumkan kesepakatan tersebut melalui siaran televisi dari Washington DC.
“Keamanan yang langgeng bagi rakyat Israel dan Lebanon tidak dapat dicapai hanya di medan perang. Itulah sebabnya saya mengarahkan tim saya untuk bekerja sama dengan pemerintah Israel dan Lebanon untuk mencapai gencatan senjata,” kata Biden.
“Pertempuran di perbatasan Lebanon-Israel akan berakhir, akan berakhir. (Perjanjian) ini dirancang untuk menjadi penghentian konflik secara permanen,” imbuh Biden.
Kabinet Keamanan Israel, menurut Kantor PM Israel, menyetujui perjanjian gencatan senjata yang dimediasi oleh AS-Perancis. Kabinet menyetujui setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan usulan tersebut.
PM Netanyahu kemudian memberi tahu Biden tentang persetujuan itu. Menurut Netanyahu, gencatan senjata dengan Hizbullah akan semakin mengisolasi Hamas di Gaza. Kesepakatan itu memungkinkan Israel untuk fokus pada musuh utamanya, Iran.
Sesuai dengan kesepakatan, gencatan senjata itu menyerukan penghentian pertempuran selama dua bulan. Sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata, Israel akan secara bertahap menarik pasukannya dari Lebanon selatan selama waktu tersebut.
Hizbullah juga harus menarik pasukannya di sebagian besar wilayah Lebanon selatan. Hizbullah diminta untuk memindahkan pasukannya ke utara Sungai Litani, yang di beberapa tempat berjarak sekitar 30 kilometer (20 mil) di utara perbatasan Israel - Lebanon.
“Warga sipil di kedua belah pihak akan segera dapat kembali dengan aman ke komunitas mereka dan mulai membangun kembali rumah, sekolah, pertanian, bisnis, dan kehidupan mereka,” kata Biden.
Begitu Israel dan Hizbullah menarik pasukan mereka, Angkatan Darat Lebanon serta pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) akan ditempatkan ke Lebanon selatan. “Tidak ada pasukan AS yang akan dikerahkan ke Lebanon,” kata Biden.
Dalam pernyataan bersama antara Biden dan Presiden Perancis Emmanuel Macron, kedua kepala negara berkomitmen untuk memimpin dan mendukung upaya internasional untuk membangun kapasitas Angkatan Bersenjata Lebanon. AS dan Perancis juga akan mendukung pembangunan ekonomi di seluruh Lebanon untuk memajukan stabilitas dan kemakmuran di kawasan tersebut.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/19/5cc9a4ae-da3c-4897-9f73-7033acbf2e11_jpg.jpg)
Biden dan Macron dalam pernyataan bersama itu juga menekankan AS dan Perancis akan bekerja sama dengan Israel dan Lebanon untuk memastikan kesepakatan itu sepenuhnya dilaksanakan dan ditegakkan. Sebuah komite internasional yang dipimpin AS akan memantau kepatuhan tersebut.
Biden menambahkan, Israel berhak untuk segera melanjutkan operasi di Lebanon jika Hizbullah melanggar ketentuan gencatan senjata. Netanyahu menghargai pemahaman AS bahwa Israel akan mempertahankan kebebasan bertindaknya dalam menegakkan perjanjian.
“Jika Hizbullah melanggar perjanjian dan mencoba mempersenjatai kembali milisinya, kami akan menyerang. Untuk setiap pelanggaran, kami akan menyerang dengan sekuat tenaga,” kata Netanyahu.
Melalui sebuah pernyataan, Perdana Menteri sementara Lebanon Najib Mikati mengatakan, dia memberi tahu Biden bahwa dia menyambut baik kesepakatan gencatan senjata untuk mengakhiri permusuhan antara kelompok Hizbullah dan Israel. Ia menggambarkan gencatan senjata itu sebagai langkah penting menuju stabilitas dan kembalinya orang-orang yang mengungsi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2024/10/01/9e4dc10d-ddc0-4d9a-a5d6-8bc62a04a570.jpg)
Sementara Hizbullah mengatakan pihaknya memang menerima usulan tersebut. Akan tetapi seorang pejabat senior kelompok tersebut mengatakan, mereka belum melihat perjanjian tersebut dalam bentuk akhirnya.
“Setelah meninjau perjanjian yang ditandatangani oleh pemerintah musuh, kami akan melihat apakah ada kecocokan antara apa yang kami nyatakan dan apa yang disetujui oleh pejabat Lebanon,” kata Mahmoud Qamati, Wakil Ketua Dewan Politik Hizbullah, kepada jaringan berita Al Jazeera.
“Kami ingin mengakhiri agresi, tentu saja, tetapi tidak dengan mengorbankan kedaulatan negara,” kata Qamati dengan mengacu pada tuntutan Israel untuk kebebasan bertindak.
“Setiap pelanggaran kedaulatan ditolak,” imbuh Qamati.
Perserikatan Bangsa-Bangsa menyambut baik pengumuman gencatan senjata di Lebanon antara Israel dan Hizbullah. PBB berharap kesepakatan dapat mengakhiri kekerasan dan penderitaan rakyat di kedua negara.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres melalui Juru Bicara PBB Stephane Dujarric mendesak Israel dan Hizbullah untuk segera melaksanakan semua komitmen berdasarkan perjanjian tersebut. Israel dan Hizbullah juga didesak untuk memenuhi dan melaksanakan segera resolusi Dewan Keamanan PBB tahun 2006 yang mengakhiri perang Israel-Hizbullah terakhir.
Dujarric mengatakan, Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon, Jeanine Hennis-Plasschaert dan pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon selatan siap mendukung pelaksanaan perjanjian ini, sesuai dengan mandat masing-masing.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/10/04/0999b9e1-1e41-4bba-bed6-574af7b9be2a_jpg.jpg)
Biden dalam pidatonya di Washington menyebut tercapainya kesepakatan Israel - Hizbullah sebagai kabar baik. Ia juga mengatakan pemerintahannya akan kembali mendorong gencatan senjata di Gaza.
Macron juga mengatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata yang disepakati antara Israel dan Lebanon akan membuka jalan untuk mengakhiri perang di Gaza.
“Kesepakatan ini akan membuka jalan bagi gencatan senjata yang telah lama ditunggu-tunggu sehubungan dengan penderitaan penduduk Gaza yang tak tertandingi,” kata Macron dalam sebuah video yang diunggah di X.
Macron menambahkan bahwa tercapainya kesepakatan gencatan senjata menunjukkan bahwa hanya keberanian politik yang dapat memberikan semua orang di Timur Tengah perdamaian dan stabilitas jangka panjang.
Pemerintahan Biden sebagaimana diketahui menghabiskan sebagian besar tahun ini untuk mengupayakan mediasi gencatan senjata dan pembebasan sandera di Gaza. Akan tetapi perundingan berulang kali terhenti. Presiden terpilih Donald Trump telah berjanji untuk membawa perdamaian ke Timur Tengah tanpa mengatakan caranya.
Penghentian pertempuran di Lebanon diharapkan dapat mengurangi kemungkinan perang antara Israel dan Iran yang mendukung Hizbullah dan Hamas. Kedua kelompok tersebut saling tembak langsung dengan Israel pada dua kesempatan awal tahun ini.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2022/11/15/4b3be5e5-beca-4f80-b6fc-9dff000b7a15_jpg.jpg)
Dengan terwujudnya gencatan senjata, bagi Israel dan Hizbullah kesepakatan itu menandai langkah besar pertama untuk mengakhiri konflik di seluruh wilayah yang dipicu oleh serangan Hamas terhadap Israel pada tanggal 7 Oktober 2023. Namun, beberapa jam sebelum gencatan senjata dengan Hizbullah mulai berlaku, Israel melakukan gelombang serangan paling intens di Beirut dan pinggiran selatannya sejak dimulainya konflik.
Israel juga mengeluarkan peringatan evakuasi dalam jumlah yang memecahkan rekor. Setidaknya 42 orang tewas dalam serangan di seluruh negeri, menurut otoritas setempat.
Kemudian, tak lama setelah pengumuman gencatan senjata, serangan udara besar lainnya mengguncang Beirut. Tampaknya masih ada ketidaksepakatan mengenai apakah Israel akan memiliki hak untuk menyerang Hizbullah jika Israel yakin militan tersebut telah melanggar perjanjian. Hal itu sudah ditegaskan Netanyahu sebagai bagian dari perjanjian tersebut, tetapi pejabat Lebanon dan Hizbullah menolaknya.
Serangan Israel pada Selasa menghancurkan sebuah bangunan tempat tinggal di pusat kota Beirut. Untuk kedua kalinya dalam beberapa hari terakhir pesawat tempur Israel menghantam daerah yang padat di dekat pusat kota. Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan, setidaknya tujuh orang tewas dan 37 orang terluka.
Israel juga menyerang sebuah bangunan di distrik komersial Hamra yang ramai di Beirut untuk pertama kalinya. Distrik itu berlokasi sekitar 400 meter dari Bank Sentral Lebanon. Tidak ada laporan korban jiwa.
Militer Israel mengatakan mereka menyerang target yang terkait dengan lengan keuangan Hizbullah.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/25/fb66a8e1-9fbf-4a81-a5c4-9ce21125db48_jpg.jpg)
Peringatan evakuasi Israel mencakup banyak daerah, termasuk bagian-bagian Beirut yang sebelumnya tidak menjadi target. Peringatan itu membuat penduduk mengungsi. Lalu lintas macet, dengan kasur diikatkan ke beberapa mobil. Puluhan orang berkumpul di alun-alun pusat, berkerumun di bawah selimut atau berdiri di sekitar api unggun saat “drone” Israel berdengung di atas kepala.
Juru bicara militer Israel Avichay Adraee mengeluarkan peringatan evakuasi untuk 20 gedung di pinggiran selatan Beirut. Di tempat itu Hizbullah banyak menempatkan pasukan. Israel juga mengeluarkan peringatan untuk kota selatan Naqoura tempat pasukan UNIFIL bermarkas.
Juru bicara UNIFIL Andrea Tenenti mengatakan pasukan penjaga perdamaian tidak akan mengungsi. (AP/AFP/REUTERS)
Penulis:
Helena Fransisca NababanEditor:
Bonifasius Josie Susilo H